MEMASANG/MENDIRIKAN TIANG DISTRIBUSITEGANGAN RENDAH

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by Aang Rahardyan W

MEMASANG/MENDIRIKAN TIANG DISTRIBUSI
TEGANGAN RENDAH

 

Oleh: A`ang Rahardyan Witarsa, ST

Widyaiswara spesialisasi Listrik

di P4TK BOE Malang

 

 

Abstrak

Pekerjaan instalasi listrik untuk jaringan listrik tenaga rendah dikerjakan tanggungjawab PLN selaku perusahaan listrik negara. Untuk menyalurkan listrik dari pembangkit sampai ke beban kerumah tangga dan ke industri. Dalam proses penyaluran dibutuhkan penghantar atau kabel listrik, untuk memasang dan menyalurkan kabel dibutuhkan tiang sebagai penyangga kabel bebas dari gangguan.

 

Keyword: Pemasangan JTR

 

Materi

1)   Merencanakan Dan Mempersiapkan Pendirian Tiang Listrik Beton

2)   Mendirikan Tiang Listrik Beton.

3)   Memasang Tiang Penopang dan memasang kawat tambat

4)   Mengidentifikasi Masalah Penanaman Tiang Listrik Beton.

5)   Membuat Laporan Penanaman Tiang

 

Merencanakan Dan Mempersiapkan Pendirian Tiang Listrik Beton

 

1.       Syarat-syarat Mendirikan Tiang Listrik Beton.

Tiang listrik merupakan salah satu komponen penunjang pada jaringan distribusi dan berfungsi sebagai alat penopang / pemegang kabel hantaran atau saluran. Dalam penggunaannya pada jaringan distribusi, tiang listrik ini harus ditanam. Untuk dapat menanam tiang listrik ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:

(a)Titik tiang di lokasi sudah harus ditetapkan berdasarkan gambar rencana

(b)Pembuatan lubang untuk penanaman tiang pada titik pasang yang telah ditentukan.

(c)Penanaman tiang kedalam tanah minimum harus sedalam 1/6 X Panjang tiang.

(d)Pendirian/Penegakan tiang harus menggunakan Tackle berkaki tiga lengkap dengan katrol rantainya atau yang sejenis.

(e)Penegakan tiang harus tegak lurus(Vertikal) dengan menggunakan Water pass atau Uning-unting dan tiang satu dengan yang lainnya harus lurus segaris.

(f)  Khusus untuk tanah lembek, pemasangan tiang diperkuat dengan pondasi yang memenuhi standar konstruksi.

 

2.       Pembuatan Gambar Rencana Mendirikan Tiang

Gambar rencana adalah bahasa teknik dalam bentuk  lambang–lambang yang dipergunakan untuk memberikan informasi mengenai bentuk, ukuran, jumlah dan cara membuat      sesuatu. Untuk membuat gambar rencana mendirikan tiang, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :

(a)Survey terlebih dahulu wilayah/daerah yang akan ditanami tiang .Hal ini bertujuan untuk menentukan titik tanam tiang dan jumlahnya.

(b)Tentukan jarak tanam antar tiang minimal 40 meter.

(c)Tentukan jenis tiang yang akan dipakai sesuai kebutuhan.

(d)Setelah semua lengkap, masukkan kedalam format laporan survey seperti contoh dibawah ini.


 

LAPORAN SURVEY PEMATOKAN TIANG LISTRIK

 

PROYEK   :………………………………………………………..

KONTRAK :………………………………………………………..

PRIODE   :…………………………………………………………

 

3.    Jenis Konstruksi SUTR

 

a) Konstruksi Tiang Penyangga (TR-1)

Pada jaringan tegangan rendah yang lurus atau dengan sudut belok maksimum 15 derajat, dipakai konstruksi tiang penyangga atau penggantung kabel.

 

b) Konstruksi Tiang Sudut (TR-2)

Jaringan dengan sudut belok lebih besar dari 15 derajat sampai dengan 90 derajat, dipakai konstruksi TR-2 ini. Sudut belok.

 

 

c) Konstruksi Tiang Awal (TR-3)

Pada awal jaringan yaitu tempat dipasangnya trafo distribusi, dipakai konstruksi TR-3.

 

 

 

 

 

d) Konstruksi Tiang Akhir (TR-4)

Pada ujung jaringan dipasang konstruksi TR-4

 

e) Konstruksi Tiang Penegang (TR-5)

Secara umum pada setiap 5 gawang panjang jaringan lurus diperlukan konstruksi penegang, yang dikenal sebagai konstruksi TR-5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dibawah ini adalah contoh pembuatan gambar rencana untuk penanaman tiang listrik .

 

 

 

4.       Cara Menghubungi Pihak Berwenang / Terkait

Dalam pelaksanaan penanaman tiang listrik, agar dapat berjalan dengan lancar perlu menghubungi pihak terkait yang kemungkinan terlibat dalam pekerjaan tersebut. Pihak terkait / berwenang yang perlu dihubungi adalah seperti Kelurahan ,RW,RT dan masyarakat yang tanahnya digunakan untuk pekerjaan penanaman tiang listrik tersebut.

Teknis pelaksanaannya adalah dengan cara membuat surat Pernyataan atau Persetujuan agar disetujui oleh semua pihak dan dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan pekerjaan penanaman tiang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.       Menetukan dan Menyiapkan Peralatan dan Alat-alat Keselamatan Kerja

Sebelum melaksanakan pekerjaan penanaman tiang perlu dipersiapkan alat-alat yang dipergunakan / dibutuhkan antara lain :

 

 

Alat Keselamatan kerja :

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.       Memeriksa Tiang Listrik Secara Visual

Tiang listrik yang telah dilangsir dan dikumpulkan pada suatu tempat  perlu diperiksa keadaannya.Salah satu bentuk pemeriksaannya adalah dengan cara memeriksa secara Visual yaitu proses pemeriksaan pada tiang yang akan ditanam dengan cara melihat langsung bentuk, keadaan fisik dan ukuran panjang tiang apakah telah sesuai dengan yang terdapat dalam gambar kerja.

 

7.       Menyusun Perencanaan Kerja

Agar pekerjaan penanaman tiang dapat berjalan sesuai dengan jadual yang telah ditetapkan maka perlu disusun perencanaan kerja mulai dari persiapan/survey sampai pada pelaporan hasil pekerjaan . Dibawah ini diberikan contoh untuk penanaman 46 tiang listrik oleh 30 Pekerja dalam waktu 10 hari kerja.

Uraian Pekerjaan

Tanggal

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Persiapan/Survey

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pematokan/Steaking

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Distribusi Tiang 

 

X

X

 

 

 

 

 

 

 

Penggalian  Lubang

 

 

 

X

X

X

 

 

 

 

Penanaman Tiang

 

 

 

 

 

 

X

X

X

 

Final Check

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

                           

 

Keterangan : Tanda X  adalah lama waktu pengerjaan.

 

 

 

Kesimpulan

        Mendirikan tiang distribusi jaringan tegangan rendah dengan beberapa cara yang telah disebutkan diatas. Pendirian tiang distribusi tenaga rendah harus seijin PLN sebagai penyedia jaringan listriknya.

 

Daftar Pustaka, Referensi

 

 

Jaka Kiryanta, ST, Drs. Sudarsono MT; Modul Instalasi Jaringan Tegangan Rendah. 2009