Petunjuk Pemakaian PLC Schneider menggunakan Software Zelio Soft

Print
Category: Listrik & Elektronika
Last Updated on Friday, 14 February 2014 Published Date Written by rofiq

Petunjuk Pemakaian PLC Schneider menggunakan Software Zelio Soft

Akhmad Rofiq

Widyaiswara Madya

 

Abstrak

 

Program Zelio soft 2 merupakan software untuk membuat program PLC dari perusahaan Schneider Electric. Software ini cukup mudah penggunaannya dan mudah dipahami, sangat cocok bagi pemula yang ingin belajar PLC. Zelio Soft bisa di program dengan dua metode yaitu dengan Ladder diagram (LAD) atau Fuction Block Diagram (FBD). Selain itu software ini juga menyediakan 2 tampilan yaitu electric symbol dan ladder symbol dan dengan software ini kita bisa mensimulasikan hasil program yang kita buat sebelum di cobakan ke alat PLC.

Komunikasi antara Komputer dengan peralatan yang di kontrol adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam suatu sistem komunikasi data. Untuk bisa berkomunikasi antara komputer dengan PLC perlu adanya setting atau penyesuaian agar sesuai dengan COM yang digunakan. Dalam hal ini pembahasan bagaimana menyambungkan antara PLC Zelio Logic dengan komputer yang digunakan. Dan juga bagaimana membuat program dasar menggunakan Program Zelio Soft 2 dengan laader diagram.

Trainer PLC yang digunakan adalah type SR3B261BD terdiriatas 10 buah input diskrit, 6 buah input analog, dan 10 buah output Relay, jika PLC type lain tinggal menyesuaikan dengan langkah langkah yang sesuai. Sebelum menggunakan PLC ini, komputer harus sudah ada program PLC Zelio Logic seperti menggunakan software Zelio Soft.

1. Memulai membuat program

 

Pertama kali program Zelio Soft dijalankan maka akan muncul tampilan window seperti berikut :

 Membuat Project Baru

 

Dari window diatas pilihlah “Create new program” atau pilih “New” pada menu “File” yang telah ditampilkan.

Kemudian akan tampil window baru yang berisi pilihan smart relay seperti berikut :

 


Kemudian pilihlah modul SR3B261BD, modul initerdiri atas 10 buah input diskrit, 6 buah input analog, dan 10 buah output Relay serta memiliki tegangan supply 24 Volt DC.

Jika sudah memilih maka back ground kuning pada modul yang dipilih akan tampak, kemudian tekan tombol “next”.

Kemudian akan tampil spesifikasi extensions module yang compatible dengan modul zelio yang akan digunakan

Kemudian tekan tombol next sehingga muncul tampilan window baru berupa pilihan masukan program yang dikehendaki. Zelio Logic menyediakan dua pilihan pemrograman yaitu “Ladder” dan “Function Block Diagram”.

Pemrograman “Ladder” diset sebagai tipe input default program dan ditandai dengan garis pinggiran berwarna kuning. Untuk memilih tipe input function blok diagram pilihlah “FBD”.  Pemrograman FBD sering kali digunakan jika kita menggunakan masukan ataupun keluaran analog pada program kita.

2. Pemrograman Ladder

Berikut contoh program test input output

Input I1 dihubungkan dengan output Q1. Jika I1 tersaklar, status pada output Q1 akan aktif (coil relay akan posisi kontak).  Untuk menghasilkan contoh rangkaian diatas, gerakkan posisi pointer mouse ke pojok kiri bawah  pada icon Discreet Inputdan akan tampil tabel seperti berikut :

Pilihlah kontak I1 pada tabel, kemudian klik dan geret kontak tersebut ke ujung kiri pada kolom lembar pemrograman. Lepaskan mouse dan kontak I1 sekarang akan berada pada lembar program.


 

Sekarang pindahkan pointer mouse ke icon Descreet output  yang terletak di bagian bawah program. Kemudian muncul tabel dengan berbagai kemungkinan coil output.

Pilihlah coil [ baris pertama pada tabel dengan mengklik dan dan geret pada lembar program kemudian lepaskan mouse pada kolom coil pada lembar program.

Untuk menghubungkan antara saklar I1 dengan coil [Q1 maka harus mengklik garis putus-putus yang ada pada lembar program.


3. Simulasi Program

Program yang telah dibuat dapat kita simulasikan dengan mengklik icon S yang berada di ujung atas lembar program, seketika itu akan masuk Mode Simulasi

Program yang telah dibuat akan di compile dan disimulasikan, untuk menjalankan start-up program klik icon RUN .


 

Coil atau kontak akan tampak berwarna biru jika tidak aktif (0) dan berwarna merah jika aktif (1).

Klik I1 untuk mengaktifkan saklar dan memasukan input, sehingga coil [Q1 akan aktif. Selang beberapa waktu I1 di klik lagi maka akan mematikan saklar atau input sehingga coil [Q1 akan padam.

 

4. Transfer Program

Atur switch modul Zelio Logic pada posisi ON dan hubungkan dengan komputer sebelum mentransfer program. Program kembali dari Mode Simulasi menjadi Mode EDIT

Pada menu transfer klik Transfer Program kemudian klik PC>Module


Catatan1: Modul tidak dapat ditransfer saat keadaan running. Klik STOP Module pada menu transfer untuk menghentikan modul.

Kesimpulan :

 

Koneksi antara PLC Zelio Logic dengan Komputer sangatlah penting, dimana komunikasi data antara komputer dengan PLC Zelio Logic atau dari PLC ke Komputer sangat menentukan saat mendownloud program atau uploud program. Perlu diperhatikan pemilihan setting COM port terutama pada saat menggunakan converter kabel USB to RS 232, dengan menggunakan Device manager setingan Port COM bisa diketahui Com berapa yang aktif. Maka kita bisa memilih atau memindahkan ke port Com yang lebih Rendah misal COM1 atau COM2.

 

Referensi :

 

  1. http://www.schneider-electric.com/products/ww/en/2800-interface-measurement-control-relays/2810-automation-relays/531-zelio-logic/
  2. Manual refferensi PLC Scheneider Zelio Logic
  3. Y105 USB to RS232 Manual book