Rekonstruksi Penyelenggaraaan Diklat Kompetensi Guru Program Keakhlian Teknik Komputer dan Informatika 2015

Print
Category: Teknologi Informasi (TI)
Last Updated on Wednesday, 18 March 2015 Published Date Written by abd munif

REKONSTRUKSI PENYELENGGARAAN DIKLAT KOMPETENSI GURU

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN INFORMATIKA - 2015

Abdul Munif, S.Pd.,S.ST.,M.Kom (Widyaiswara)

 

1.       Deskripsi

 Diklat kompetensi adalah merupakan proses penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang diselenggaraan oleh lembaga diklat untuk pengembangan kompetensi guru dan tenaga pendidik lainnya yang telah memenuhi persyaraat. Beberapa landasan hukum yang dijadikan dasar penyusunan system penyelenggaraan diklat kompetensi guru ini adalah sebagai berikut :

1.    Perpres nomor 14 tahun 2015 tentang kementrian pendidikan dan kebudayaan, salah satu pernyataan menjelaskan tentang tugas dari direktorat jendral guru dan tenaga kependidikan, yaitu penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di  bidang pembinaan guru dan pendidik lainnya serta tenaga kependidikan.

2.    Lampiran peraturan menteri pendidikan nasional  nomor   16  tahun 2007 tanggal   4 mei 2007  tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.

3.    Peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan  angka kreditnya.

4.    Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 60 tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan, pada lampiram I tentang Kerangka dasar dan struktur kurikulum Sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan.

5.    Peraturan menteri pendayaan Negara dan Reformasi birokrasi Republik Indosesia Nomor 22 Tahun 2014 tentang jabatan Fungsional Widyaiswara dan angka Kreditnya.

Beberapa istilah atau program kegiatan dibawah tanggung jawab direktorat jendral guru dan tenaga kependidikan yang dijadikan dasar, berkaitan langsung atau tidak ada kaitannya dengan penyusunan system penyelenggaran diklat kompetensi ini adalah :

1.    UKA, Uji Kompetensi Awal, adalah uji kompetensi yang diperuntukan oleh guru yang akan mengikuti program sertifikasi guru.

2.    UKG, Uji Kompetensi Guru, adalah uji kompetensi yang diperuntukkan oleh guru yang telah mendapatkan sertifikasi guru

3.    PKB, Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan, merupakan perubahan secara sadar akan pengetahuan dan peningkatan kompetensi guru sepanjang kehidupan kerjanya dan dilaksanakan secara terus menerus untuk mewujudkan guru profesional, bermartabat dan sejahtera.

4.    PKG, Penilaian Kinerja Guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. Pelaksanaan tugas utama guru sangat terkait dengan kemampuan seorang guru dalam penguasaan dan penerapan kompetensinya.

5.    Mapping kompetensi, upaya untuk mengetahui kesenjangan antara standar kompetensi guru dengan perolehan kompetensi guru  dan selisih kompetensi guru tersebut merupakan kebutuhan diklat. 

  2.    Prosedur Penyelenggaraan Diklat Kompetensi

Prosedur penyelanggaraan diklat kompetensi menggambarkan urutan langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan diklat kompetensi. Berdasarkan deskripsi pola diklat kompetensi diatasmaka ragam tersebut meliputi prosedur perencanaan program diklat, prosedur pelaksanaan diklat dan prosedur evaluasi.

Gambar 1 menjelaskan prosedur perencanaan program diklat. Program diklat dikelompokkan menjadi dua yaitu 1) Program diklat paket dan 2) Program diklat tailor made. Program diklat paket disusun berdasarkan standar kompetensi guru (SKG), Standar Kompetensi Kerja Nsional Indonesia (SKKNI), Kerangka Kualifikasi Indonesia (KKNI), struktur dan kerangka dasar kurikulum 2013. Progam Diklat paket disusun untuk guru kejuruan. Program tailor made adalah program diklat paket yang disesuaikan dengan kebutuhan sesuai dengan permintaan stakeholder. Program taailor made ini disusun untuk tenaga pendidik lainnya.

 

 Gambar 1. Prosedur Perencanaan Program Diklat

 Tiga jenis program diklat disusun berdasarkan desain kerangka kegiatan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang terdiri dari tiga pilihan yaitu kegiatan In House Trainning (program diklat tingkat sekolah), kegiatan KKG/MGMP (program diklat tingkat regional dan training provider  (program diklat tingkat pusat).

                                                                                              

Gambar 2. Siklus Model diklat Kompetensi

 

Gambar 3. Prosedur proses diklat kompetensi

 Gambar 2 menjelaskan siklus model diklat kompetensi yang dapat diikuti oleh peserta. Dua model diklat yang dapat diikuti adalah diklat interaksi online (DIO) atau diklat tatap muka (face to face). Gambar 3 menjelaskan alur proses secara umum  diklat kompetensi. Alur proses diawali dengan proses placement test. Placement test tersebut adalah system UKG atau EDG. Hasil dari placement test digunakan untuk menentukan jenjang level diklat. Setiap jenjang diklat terdiri dari beberapa unit kompetensi yang disusun berdasarkan SKG. Untuk setiap jenjang diklat proses penilaian dapat dilakukan diawal diakhir dan saat proses pelaksnaaan diklat. Hasil penilaian diklat sebagai rekomendasi untuk penerbitan sertifikat. Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat diklat selanjutnya akan mengikuti program uji kompetensi. Bagi yang belum lulus akan mengikuti pengayaan. Pengayaan dapat berupa penugasan, maupun bimbingan. Evaluasi penyelenggaraan dilakukan diakhir proses.

                     

Gambar 4. Prosedur Penyelenggaraan Diklat Tatap Muka

 

    Gambar 5. Prosedur penilaian kegiatan belajar dalam diklat

 3.    Pola Pelaksanaan Diklat

 Berdasarkan uraian dalam deskripsi dan prosedur penyelanggaraan diklat maka dapat dirumuskan diskripsi pola penyelenggaraan system diklat kompetensi guru adalah sebagai berikut :

1.    Diklat kompetensi guru meliputi empat jenjang diklat yaitu level Dasar, level lanjut, level menegah dan level tinggi.

2.    Setiap level diklat terdiri dari beberapa unit kompetensi (mata diklat) yang disusun berdasarkan standar kompetensi guru, Kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 Sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan.

3.    Peserta diklat kompetensi adalah semua guru yang telah mendapatkan sertifikasi guru dan sudah mengikuti program UKG.

4.    Referensi yang dijadikan rujukan sebagai calon peserta diklat kompetensi terdiri dari dua kemungkinan. Referensi tersebut berfungsi sebagai placement atau penempatan level jenjang diklat kompetensi yang harus diikuti.  Referensi tersebut adalah :

a.    Hasil perolehan nilai UKG dengan ketentuan sebagai berikut :

 b.    EDG (Evaluasi diri Guru). Evaluasi diri guru merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap kompetensi guru yang didasarkan pada standar kompetensi professional guru program keahlian. Hasil EDG meliputi dua alernatif yaitu: untuk setiap unit kompetensi 1) Jika guru sudah kompeten maka diwajibkan mengikuti uji kompetensi 2) Jika guru belum kompeten maka diwajibkan mengikuti diklat kompetensi

5.    Setiap kegiatan diklat kompetensi diikuti dengan program uji kompetensi. Hasil uji kompetensi digunakan sebagai prasyarat untuk mengikuti diklat kompetensi pada jenjang berikutnya. Untuk dapat mengikuti program diklat kompetensi pada jenjang berikutnya hasil perolehan uji kompetensi pada jenjang sebelumnya adalah 80,00

6.    Penyelenggaraan diklat kompetensi guru meliputi empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik kompetensi, kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional.

7.    Model pelaksanaan diklat menggunakan blended learning yaitu mengkombinasikan diklat tatap muka (face to face) dan diklat online (DIO Diklat interaktif Online).

8.    Durasi waktu pelaksanaan diklat dijelaskan dalam tabel dibawah ini .:

 Tabel 1. Durasi waktu model diklat kompetensi Guru

 

 9.    Penilaian diklat dilakukan melalui evaluasi (test tertulis, lesan, pengamatan) yang mengukur kompetensi pengetahuan, dan ketrampilan sejauh mana peserta mampu memahami materi yang diberikan. Formulasi penilaian adalah sebagai berikut :

NA = 0,4*NT + 0,6*NP

NA : Nilai akhir

NT : Nilai Teori

NP: Nilai praktek

Predikat kelulusan peserta dikelompokkan menjadi empat yaitu sangat baik. Baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Sementara itu skala penilaian menggunakan nilai grade 4. Tabel 1 menjelaskan kreteria predikat kelulasan dan skala penilaian dan skala penilaian.

Tabel 2. Predikat dan Skala kelulusan diklat kompetensi

 10.Peserta diklat kompetensi dinyatakan lulus apabila memenuhi persyaratan-persyaratan berikut :

a.    Mendapatkan Nilai akhir (NA) lebih besar dari 2,00.

b.    Absensi keseluruhan (alpha, ijin dan sakit ) tidak melebihi dari 2 hari.

c.    Mematuhi semua peraturan / tatatertib yang berlaku di PPPPTK BOE Malang.

d.    Keterlambatan karena proses pemanggilan maka peserta diklat diwajibkan mengerjakan tugas sebagai pengganti keterlambatan

11.Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan berupa sertifikat. Peserta yang dinyatakan tidak lulus tidak mendapatkan sertifikat dan hanya mendapatkan surat keterangan diklat.

 4.    Evaluasi Diklat

Evaluasi diklat merupakan serangkaian proses yang dilakukan untuk mengukur atau menilai tingkat pencapaian efektifitas dan efisiensi suatu program diklat. Model yang digunakan untuk melakukan evaluasi diklat adalah model Kirkpatrick yang memiliki empat level ( the four level evaluation) yaitu :

a.  Reaction (Reaksi).Evaluasi ini dilakukan pada saat dan setelah menerima materi pelatihan, yakni evaluasi untuk mengukur minat dan reaksi peserta atas pelatihan.

b.  Learning (Pembelajaran). Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah menerima pembahasan dari para pelatih setiap sesi pelatihan. Penilaian terhadap tingkat pemahaman ini sangat penting untuk mengetahui apakah peserta materi yang diberikan dalam pelatihan.

c.  Behavior (Perilaku) . Evaluasi ini dilakukan setelah pelatihan. Tujuannya untuk melihat bagaimana perilaku peserta setelah mengikuti pelatihan, langkah – langkah apa yang sudah dilakukan serta bagaimana sikap stake holder terhadap hasil pelatihan.

d.  Result (Hasil). Merupakan evaluasi jangka panjang, yakni evaluasi mengenai kinerja lembaga yang terjadi akibat kinerja anggota organisasi yang mengikuti pelatihan. Evaluasi ini dapat dilakukan tiga sampai empat tahun setelah pelatihan.

5.  Struktur Program diklat Program keahlian Teknik Komputer dan Informatika

Struktur program diklat menggambarkan jenjang atau level diklat dan unit kompetensi yang harus diikuti oleh peserta. Untuk semua program keakhlian jenjang diklat dikelompokkan menjadi empat, yaitu level dasar, lanjut, menengah dan tinggi. Persyaratan untuk dapat mengikuti program diklat pada satu jenjang adalah setiap peserta harus lulus dalam program uji kompetensi (NA >= 80,00) pada jenjang sebelumnya. Untuk pemetakan awal atau jenjang mana yang harus pertama kali diikuti oleh peserta menggunakan referensi hasil perolehan nilai UKG atau dari program EDG.

Gambar 6 Struktur Program diklat paket keahlian Rekayasa Perangkat Lunak.

Gambar 7. Kompetensi guru kejuruan dan kompetensi dasar program diklat level Dasar

                                                                                          

6.    Referansi

1.      Kemendikbud, (2014), “Buku – 6 pedoman pengelolaan  pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi institusi penyelenggara” badan pengembangan sumber daya manusia pendidikan dan kebudayaan dan penjaminan mutu pendidikan, Jakarta

2.      Kemendikbud, (2010), “Buku 3 Program mapping Penyelenggaraan diklat dan Uji Kompetensi”, Pusat pengembangan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan.

3.      Kemendikbud, (2010), “Mekanisme kerja penyelenggaraan Diklat”, Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Malang.

4.       Rachmawati, “Evaluasi Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) Model Kirkpatrick”, http://bdkjakarta.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=890 diakses 16 februari 20 09:15:58 AM

              

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG