Learning Management Systems (LMS)

Print
Category: Teknologi Informasi (TI)
Last Updated on Friday, 10 April 2015 Published Date Written by Peny Iswindarti

LEARNING MANAGEMENT SYSTEMS (LMS)

 

PENY ISWINDARTI, S.Kom.,MT

Widyaiswara Madya

 

 

Abstrak 

Proses pembelajaran menggunakan media/internet tidak sama dengan proses pembelajaran tatap muka, sehingga pembelajaran menggunakan media internet perlu memperhatikan analisis resiko, deskripsi global setiap sistem, struktur personalia, jadwal dan rancangan biaya.

 Salah satu solusi untuk mengatasi resiko dari sisi biaya adalah menggunakan LMS (Learning Management System)  open source gratis.  LMS mempunyai ruang lingkup administrasi, penyampaian materi, penilaian, monitoring, dan komunikasi.  Materi-materi dalam kompetensi pedagogik dan profesional, yang dibuat dengan kemasan  multimedia (teks, animasi, video, sound) yang ada dalam LMS akan mempercepat (akselerasi) penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara optimal.  

 LMS yang dibuat dengan perencanaan yang matang, sumberdaya dan manajemen yang baik, menjadikan pembelajar mandiri,  sistem pembelajaran yang interaktif, komunikasi yang efektif, dan menciptakan masyarakat belajar.

 

Kata kunci : Learning Management System, materi, penilaian, komunikasi

   

A.     PENDAHULUAN 

 

Konsep pembelajaran jarak jauh dan konsep web based learning atau  internet based learning atau dikenal pula dengan sebutan  e-learning . Penggunaan media dalam suatu proses pembelajaran tentu saja akan menimbulkan proses pembelajaran yang tidak sama dengan proses pembelajaran dengan tatap muka. Suatu sistem atau proses yang menghubungkan  pembelajar dengan pembelajar yang lainnya maupun dengan suatu  sumber pengetahuan, yang masing-masing terpisah oleh suatu jarak harus  berinteraksi baik secara synchronous maupun a synchronous.  Synchronous adalah interaksi antara komponen-komponen yang saling berhubungan,  dan terjadi secara bersamaan atau real time . Sedangkan a synchronous adalah  proses interaksi antara komponen-komponen yang saling berhubungan dan tidak terjadi dalam waktu yang bersamaan.

 Pengembangan  pembelajaran jarak jauh perlu memperhatikan analisis  resiko,  deskripsi global setiap sistem, struktur personalia, jadwal dan rancangan biaya. Ada kemungkinan aturan sistem akan mengalami perubahan  jika pendidikan jarak jauh tersebut sudah dilaksanakan.

 Salah satu cara menangani resiko tersebut adalah dengan menggunakan  LMS (Learning Management System)  open source yang gratis. LMS ini akan disesuaikan (di-customize) dengan  keperluan  pembelajaran jarak jauh,  berisi materi-materi dalam kompetensi  pedagogik dan profesional, yang dibuat dengan kemasan multimedia (teks, animasi, video, sound).

 

 B.     PENGERTIAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEMS (LMS)

 

   LMS adalah :  

  • Suatu perangkat lunak atau software yang digunakan untuk mengelola (keperluan administrasi), dokumentasi, materi dan bahan ajar pelatihan serta laporan kegiatan belajar mengajar secara online (terhubung ke internet). Dengan kata lain, LMS adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola kegiatan dan hasil-hasil pembelajaran. 
  • Environment yang digunakan oleh pengajar/instruktur dalam membuat, menyimpan, menggunakan kembali, mengelola serta menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. (Ann Gordon).
  •  Aplikasi yang digunakan untuk mengelola pembelajaran, mengirimkan konten, (Content Delivery System), dan melacak aktivitas daring seperti memastikan kehadiran dalam kelas maya, memastikan waktu pengumpulan tugas, dan melacak hasil pencapaian siswa. (Courts dan Tucker, 2012)
  • Sebuah aplikasi yang berfungsi mengadministrasian secara otomatis berbagai kegiatan pembelajaran. (Kerschenbaum, 2009 dalam LMS Selection Best Practices).

Saat ini ada banyak jenis LMS yang ditawarkan, setiap jenis LMS memiliki fitur-fiturnya masing-masing sesuai dengan fasilitas yang telah diberikan.

 

 Fungsi secara umum yang harus dimiliki LMS antara lain : 

  • Uploading and sharing material : LMS menyediakan layanan untuk mempermudah proses publikasi material proses pembelajaran. Instruktur akan meng-upload materi ajar sesuai dengan silabus yang telah dibuat, bisa berupa catatan materi, artikel-artikel, quiz, penilaian dan lainnya.
  • Forum and chat : Forum dan chatting online merupakan komunikasi dua arah antara instruktur/pengajar dengan siswanya, baik dilakukan secara sinkron (chat), maupun asinkron (forum, email). Dengan fasilitas yang ada ini memungkinkan peserta didik untuk menulis tanggapannya, dan mendiskusikannya dengan teman-temannya yang lain.
  • Quizzes and surveys : kuis dan survei secara online dapat memberikan grade secara instan bagi peserta didik. Hal ini  merupakan tool yang sangat baik digunakan untuk mendapatkan respon (feedback) langsung dari peserta didik yang sesuai dengan kemampuan dan daya serap yang mereka miliki.
  • Gathering and reviewing assignment : hasil yang diperoleh dari evaluasi/monitoring keberhasilan pembelajaran yaitu pemberian nilai atau skor kepada peserta didik dilakukan secara otomatis dan online.
  • Recording grades : untuk evaluasi peserta didik dalam LMS telah ada fasilitas untuk pemantauan dan perekaman data grade dari peserta didik secara otomatis.

 

 LMS  mempunyai ruang lingkup : 

  • 1)     Administrasi
  • 2)     Penyampaian materi
  • 3)     Penilaian
  • 4)     Monitoring
  • 5)     Komunikasi

Pengelola LMS terdiri dari tiga bagian dengan fungsinya, yaitu : 

1)     # Administrator 

a.      Pendaftaran peserta/siswa

b.      Menentukan pengajar dan materi

c.       Melakukan back up data

d.   Pengelolaan website

2)     # Pengajar/instruktur 

a.      Membuat silabi

 b.      Manajemen file

 c.       Membuat soal tes, quiz

 d.      Memonitor aktivitas peserta/siswa

 e.      Berinteraksi dengan peserta/siswa (forum, chat, email)

 f.        Melihat kemajuan peserta/siswa

 3)     # Peserta/siswa 

a.      Akses silabi, materi

b.      Melihat hasil penilaian

c.       Mengerjakan tes/quiz

d.      Berinteraksi dengan pengajar dan peserta/siswa lainnya (forum, chat, email)

   

C.     FITUR-FITUR LMS  

 

LMS umumnya menyediakan beberapa fitur, diantaranya : 

  • Manajemen pembelajaran, seperti hak akses user ke suatu materi, dapat sebagai pengajar, atau murid , tenggang waktu pembelajaran, materi perminggu, dll.
  • Menyediakan pelaporan aktivitas dan nilai dari murid.
  • Media komunikasi antara pengajar dengan murid, dalam bentuk forum, chat, blog dan wiki.
  • Menyediakan sarana pengumpulan tugas, quiz dan ujian.
  • Menyediakan data repository (tempat penyimpanan) materi  yang sedang diambil

 

Lebih detail, fitur LMS berisi tentang : 

  • 1.     Administrasi, yaitu informasi tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar :

 ·         Tujuan dan sasaran

 ·         Silabus

 ·         Metode pengajaran

 ·         Jadwal pembelajaran

 ·         Tugas

 ·         Jadwal ujian

 ·         Daftar referensi atau bahan bacaan

 ·         Profil dan kontak pengajar

 ·         Pelacakan/trackingdan monitoring

  •  2.     Penyampaian materi dan kemudahan akses ke sumber referensi :

·         Diktat dan catatan kuliah

 ·         Bahan presentasi

 ·         Contoh ujian yang lalu

 ·         FAQ (Frequently Asked Questions)

 ·         Sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas

 ·         Situs-situs bermanfaaat

 ·         Artikel-artikel dalam jurnal online

  • 3.      Penilaian
  • 4.      Ujian onlinedan pengumpulan feedback
  • 5.      Komunikasi :

 ·         Forum diskusi online

 ·         Mailing list diskusi

 ·         Chat

 

D.    PLATFORM LMS  

 

Seiring berkembangnya teknologi dan e-learning, saat ini tersedia begitu banyak jenis platform e-learning yang ditawarkan, mulai dari sederhana sampai komplek, dari gratis sampai berbayar, dari self-hosted sampai vendor hosted, dan dari buatan anak negeri sampai luar negeri. Setiap platform tersebut membawa kekurangan dan kelebihan masing-masing yang tentunya platform tersebut memiliki satu tujuan yang sama yaitu bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, berbagi bahan ajar, diskusi, test, chat, dan lain-lain.

 
Platform e-learning yang berbasis Open Source (self-hosted), yaitu : 

  • Moodle

  Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat merubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan Moodle, dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment. Untuk mendapatkan Moodle dapat mengunjungi situs di alamat http://moodle.org/

 

  • Claroline

Claroline adalah platform open source e-learning dan memungkinkan para pengajar untuk membangun kelas online dan efektif untuk mengelola kegiatan pembelajaran dan kolaborasi di web. Claroline sudah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa, serta memiliki pengguna dan pengembang komunitas di seluruh dunia.
Claroline telah dikembangkan berikut pengalaman dan kebutuhan pedagogis guru. Menawarkan intuitif dan ruang administrasi antarmuka yang jelas. Manajemen platform hariannya tidak memerlukan kemampuan teknis khusus. Platform yang cepat terpasang dan penggunaan web browser memungkinkan untuk mengelola berbagai kursus dan bagian pengguna terdaftar dengan lancar. Konsep ruang platform Claroline yang diselenggarakan berkaitan dengan suatu program atau kegiatan pedagogis. Setiap ruang menyediakan daftar alat-alat yang memungkinkan untuk membuat isi pembelajaran, mengelola kegiatan pelatihan dan berinteraksi dengan para peserta didik.

 

  • Dokeos 

Dokeos adalah jenis dari sekian banyak LMS yang berkembang. Dokeos adalah e-learning tools untuk aplikasi berbasis web. Dokeos ini gratis dan dokeos adalah software yang direlease oleh GNU GPL dan pengembangannya didukung oleh dunia internasional. Sistem operasinya bersertifikasi yang bisa digunakan sebagai konten dari sistem managemen untuk pendidikan. Kontennya meliputi distribusi bahan pelajaran , kalender , progres pembelajaran, percakapan melalui text/audio maupun video, latihan dan test, serta menyimpan catatan.

 

  • LMS Joomla  

Joomla merupakan pengembangan dari open source project Mambo, yang dahulu sering disebut sebagai Mambo Open Source atau MOS. Digunakan untuk membuat atau membangun sebuah website dinamis yang dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukungnya.

 

 

 

·        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • aTutor  

aTutor adalah sebuah LMS yang dirancang dengan kemampuan akses cepat dan kemudahan adaptasi. Admin dapat meng-install (juga meng-update) aTutor, mengatur tema baru, dan dengan mudah mengembangkan semua fungsinya dengan modul fitur dengan mudah dan cepat. Siswa dapat dengan  cepat menambahkan, mengemas, dan mendistribusi ulang konten instruksi berbasis Web, dengan mudah mengimpor konten paket kemasan baru dan menggabungkan kursus secara online. Siswa belajar dalam lingkungan pembelajaran adaptif. Untuk mendapatkan aTutor dapat mengunjungi alamat  http://atutor.ca/

   

  •  Docebo 

Docebo LMS merupakan software open-source paket untuk e-learning (LMS - Learning Management System dan LCMS - Learning Content Management System), seluruhnya dibuat dan dikembangkan oleh Docebo Srl. Program, yang dirilis di bawah lisensi GPL, tidak memiliki biaya lisensi.

 

 

        Fitur-Fitur yang di miliki oleh Docebo diantaranya : 

-        Kompetensi manajemen modul dan analisis kesenjangan

-        Kursus dan sistem kurikulum manajemen

-        Standar dan disesuaikan bertingkat laporan

-        Generasi dan pencetakan sertifikat PDF

-        Melacak pemantauan dan SCORM 1.2 dan 2004 dukungan

-        Administrator manajemen dan profiling

-        Multimodel Didaktik dukungan (Kognitivisme, konstruktivisme dan blended learning)

-        Mengekspor laporan dalam format Excel dan lain-lain, penjadwalan laporan untuk pengiriman otomatis perangkat lunak pihak ketiga / jasa interfacement

-        Perangkat lunak pihak ketiga / impor dan ekspor layanan data.

 Situs resmi Docebo dapat dilihat di http://www.docebo.com/

 

Yang perlu diperhatikan dalam membangun sistem e-learning adalah :

1.  Course Management: Konten yang dapat di-update serta di-share pada internal institusi atau eksternal bila diijinkan.

 2.      Testing & Quizzess: Hal ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

 3.     Communication: Forum yang dilakukan antara pengajar dan siswa agar tercipta suatu suasana yang mendukung proses belajar-mengajar.

 4.  Assignment:  Penugasan-penugasan yang terekam jejaknya sehingga setiap siswa dapat mengetahui dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh pengajar.

 5.  Recording grades: Perekaman nilai, baik nilai Tugas, Quiz, UTS, dan UAS sehingga siswa dapat termotivasi untuk meningkatkan strategi belajar yang lebih efektif.

 6.Glossary: Terminologi-terminologi dan satuan/dimensi yang terlibat dalam objek kajian.

 7.  Survey: Untuk menilai tingkat keberhasilan dan keefektifan sistem e-learning ini untuk perbaikan ke depannya.

 8.   Site Management: Pengelolaan situs e-learning yang lebih baik, komprehensif, dan terintegrasi dengan sistem lainnya.

 

E.      FAKTOR KEBERHASILAN PENGEMBANGAN LMS 

 

Pengembangan LMS membutuhkan perencanaan dan studi kelayakan yang matang tentang program untuk semua level, memfasilitasi pembelajar untuk belajar individual atau kelompok, membangun komunikasi yang efektif dan menciptakan masyarakat belajar sehingga pengembangan ini mampu menjawab berbagai permasalahan dalam pendidikan, dunia kerja dan keilmuan.

Pengembangan LMS di suatu instansi tidak terlepas dari faktor-faktor sebagai berikut: (i) kebijakan dan perencanaan, (ii) kepemimpinan, (iii) infrastruktur dan sumberdaya, (iv) manajemen, (v) kemampuan dan kompetensi pengajar dan staft, dan (vi) tingkat dukungan teknis.

 

F.      KESIMPULAN :

  • Penggunaan LMS open source yang gratis adalah salah satu solusi dari sisi biaya pada proses pembelajaran menggunakan media internet.
  • Secara umum, fungsi LMS memiliki antara lain layanan untuk publikasi dan unduh materi, forum komunikasi baik sinkron maupun asinkron, latihan/ujian, penugasan, dan penilaian.
  • Perencanaan dan studi kelayakan yang matang, pelaksanaan yang didukung manajemen, infrastruktur dan sumberdaya manusia yang kompeten, akan mempercepat (akselerasi) penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara optimal, membangun komunikasi yang efektif dan menciptakan masyarakat belajar.

 

 

Referensi : 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG