Evaluasi Penyelenggaraan Diklat Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Malang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Print
Category: Teknologi Informasi (TI)
Last Updated on Thursday, 21 May 2015 Published Date Written by Eko

Evaluasi Penyelenggaraan Diklat Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Malang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

 Eko Subiyantoro 

Widyaiswara Muda Departemen Teknologi Informasi PPPPTK BOE Malang

ABSTRAK

Dalam upaya peningkatan SDM pada suatu organisasi perlu adanya sebuah kegiatan diklat, untuk mengetahui apakah kegiatan diklat telah berhasil perlu adanya sebuah evaluasi. Dalam proses penilaian hasil evaluasi penyelenggaraan diklat yang dilakukan secara manual memiliki banyak kendala, antara lain kesalahan pengisian data dimana dengan banyaknya data yang diinputkan petugas bisa saja salah menginputkan data, banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data maupun proses penginputan data.

Dengan kendala yang dihadapi, hasil evaluasi diklat yang didapatkan menjadi kurang efektif. Oleh karena itu dibuatlah sebuah sistem komputasi berbasis website untuk mebantu proses pengolahan evaluasi diklat, serta menggunakan sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode analytical hierarchy process untuk menentukan hasil evaluasi diklat.

Dengan menggunakan metode ahp ini akan dilakukan pembobotan pada setiap kriteria dan alternatif untuk melakukan penilaian hasil evaluasi diklat. Data kriteria diperoleh dari unsur penilaian yang ada pada kuisioner evaluasi yang dilakukan secara manual. Pada pengujian dengan 3 sampel data diklat 95% hasil yang diperoleh pada penilaian setiap kriteria adalah sama dan 5% berbeda, tetapi untuk hasil keseluruhan evaluasi diklat 100% memiliki nilai yang sama.

 

Kata Kunci:Evaluasi, Diklat, Analytical hierarchy process, Kriteria, Alternatif

 

 1.     Pendahuluan

Salah satu upaya yang dilakukan suatu organisasi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh organisasi adalah melakukan suatu pendidikan dan pelatihan (diklat). Karena itu, diklat mempunyai andil yang penting dalam kesuksesan suatu organisasi. Salah satu lembaga yang mengadakan diklat adalah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK Malang). Untuk mengetahui sejauh mana suatu program diklat berhasil atau membuat suatu perubahan diperlukan suatu evaluasi terhadap kegiatan diklat yang telah dilaksanakan.

Untuk mengevaluasi hasil diklat yang telah dilaksanakan di PPPPTK Malang dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para peserta diklat, kemudian data yang telah terkumpul akan diisikan secara manual satu per satu ke dalam Microsoft Excel kemudian data tersebut dihitung untuk mencari hasil evaluasinya. Proses yang dilakukan secara manual ini memiliki banyak kendala yang mungkin terjadi, antara lain kesalahan dalam mengisikan data dimana dengan banyaknya data yang disikankan petugas dapat saja salah mengisikankan data, banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data maupun proses pengisian data, serta mengeluarkan banyak biaya dalam proses pencetakan lembar kuisioner. Dengan banyaknya kendala yang dihadapi, hasil evaluasi diklat yang didapatkan menjadi kurang efektif. 

Oleh karena itu perlu dibangun sebuah sistem yang dapat memudahkan petugas dalam melakukan proses pengolahan data evaluasi diklat berdasarkan penilaian dari peserta diklat. Untuk memudahkan memperoleh hasil evaluasi maka digunakan sistem pendukung keputusan atau decision support system, dimana SPK adalah suatu bentuk informasi manajemen yang secara khusus dibuat untuk mendukung perencana stakeholders dalam pengambilan keputusan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi–terstruktur yang spesifik.

Pada sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ini masing-masing kriteria dalam hal ini adalah unsur/faktor penilaian dan alternatif  dalam hal ini adalah penialian terhadap unsur/faktor (Sangat Kurang, Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik) dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga memberikan keluaran nilai intensitas prioritas yang menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap evaluasi diklat. Dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang saat ini, salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi yang berbasis website, kita dapat membuat sebuah sistem yang terstruktur serta mudah digunakan dan dapat di akses dimana saja. Dengan sistem yang berbasis website ini dapat mempermudah peserta dalam pengisian kuisioner evaluasi diklat secara online, kemudian petugas bisa langsung memperoleh hasil evaluasi diklat dari kuisioner yang diisikan oleh peserta.

 

 2.     Tinjauan Pustaka

 2.1Diklat PPPPTK Malang

Pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan/Vocational Education Development Center (PPPPTK) Malang terdiri atas sembilan departemen diantaranya ialah departemen bangunan, teknik pengerjaan logam, mesin & cnc, listrik & elektro, teknologi informasi, otomotif, ototronik, edukasi dan PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup). PPPPTK Malang memiliki beberapa program seperti pendidikan dan pelatihan untuk guru-guru SMK serta pendidikan dan pelatihan peserta diklat maupun kursus sesuai dengan bidang kompetensi keahliannya. Untuk lembaga pelatihan pada setiap kompetensi, PPPPTK Malang menggunakan kurikulum diklat dimana peserta pelatihan beserta para pendidik pelatihan berpedoman terhadap kompetensi sesuai dengan jobsheet plan masing-masing, pembagian jobsheet plan berbeda sesuai dengan kesepakatan penyusunan program keahlian bidang kurikulum.

Kurikulum diklat termasuk dalam teknologi pendidikan yang konsepnya sama dengan pendidikan klasik, yaitu menekankan isi kurikulum tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Penyusunan jadwal pendidikan dan pelatihan para peserta program di PPPPTK Malang disesuaikan dengan materi kompetensi diklat teori maupun materi kompetensi diklat praktik yaitu satu minggu untuk teori dan satu minggu untuk praktik. Dilihat dari jadwal program pelatihannya, penyusunan program pelatihan tersebut sejalan dengan ciri khas sebuah kurikulum teknologis dimana pembelajaran sering dipandang sebagai sebuah proses mereaksi terhadap stimulus yang diberikan ke para peserta oleh karena tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Baik tujuan, pelaksanaan, pengetahuan tentang hasil, organisasi bahan ajar maupun evaluasi ditekankan efisiensi dan efektivitasnya yang berorientasi untuk pencapaian kompetensi.

Peserta program diklat di (PPPPTK) Malang akan memperoleh dua sertifikat setelah menyelesaikan studi sesuai keahlian tertentu dibidang mereka diantaranya sertifikat pemenuhan pelatihan program diklat dan sertifikat pemenuhan kompetensi. Keberhasilan belajar peserta ditentukan oleh kompetensi individu mereka juga terhadap sikap masing-masing peserta diklat saat menjalankan proses diklat. Dilihat dari substansinya secara garis besar atas kesesuaian model konsep kurikulum, kurikulum di (PPPPTK) Malang sesuai dengan standar penerapan kompetensi dalam bidang kompetensi kurikulum kejuruan walaupun konsep kurikulum teknologis yang diterapkan memiliki beberapa kekurangan selain kelebihannya untuk membentuk peserta yang memiliki kompetensi khusus. Kelemahan konsep kurikulum teknologis terletak jika bahan ajar yang disampaikan terlalu kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi yang mencakup analisis, sintesis, dan evaluasi juga bahan ajar yang bersifat efektif.

2.2Evaluasi Program

Evaluasi program adalah pengumpulan informasi secara hati-hati mengenai suatu program atau beberapa aspek program untuk membuat keputusan yang perlu mengenai program. Evaluasi program dapat memasukkan beberapa jenis evaluasi, minimal 35 jenis evaluasi yang berbeda, seperti untuk penilaian kebutuhan, akreditasi, analisa biaya/manfaat, efektivitas, efisiensi, formatif, sumatif, tujuan, proses, hasil, dan sebagainya. Jenis evaluasi yang dijalankan untuk memperbaiki program tergantung pada apa yang dibutuhkan untuk mempelajari program tersebut (Bastian, 2007:59).Dalam membuat simulasi mata pelajaran perencanaan pelayaran kapal laut berbasis mobile maka di perlukan tiga komponen penting dala actionScritp yaitu :

a.       Event(Kejadian): Merupakan peristwa yang terjadi untuk memicu sebuah aksi pada sebuah objek

b.      Action: Merupakan aksi atau kerja yang dekenakan atau diberikan pada suatu objek

c.       Target: Merupakan objek yang dikenai oleh aksi

2.3Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang membantu para pengambil keputusan mengatasi berbagai masalah melalui interaksi langsung dengan sejumlah database dan perangkat analitik. Tujuan dari sistem adalah untuk menyimpan data dan mengubahnya ke informasi yang terorganisir yang dapat diakses dengan mudah, sehingga keputusan–keputusan yang diambil dapat dilakukan dengan cepat, akurat, dan murah.

Sistem pendukung keputusan ini beroperasi dalam konteks sistem informasi global untuk melayani unit bisnis yang spesifik dalam suatu perusahaan. Sistem pendukung keputusan tidak terlepas dari sistem informasi global yang lebih komprehensif. Sistem pendukung keputusan yang berhasil harus mempercepat aliran informasi ke pengambil keputusan. Data yang disimpan harus berkesimbangunan secara terjadwal dan dapat diakses dengan mudah (Wibisono, 2003:129).

Dari definisi tersebut, dapat diindikasikan empat karakteristik utama dari SPK, yaitu :

a.       SPK menggabungkan data dan model menjadi satu bagian.

b.      SPK di rancang untuk membantu para manajer (pengambil keputusan) dalam proses pengambilan keputusan dari masalah yang bersifat semi structural (atau tidak terstruktur).

c.       SPK lebih cenderung dipandang sebagai penunjang penilaian manajer dan sama sekali bukan untuk menggantikannnya.

d.      Teknik SPK dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas dari pengambil keputusan.

 2.4AHP

AHP dikembangkan oleh Dr. Thomas L. Saaty dari Wharton School Of Business pada tahun 1970-an untuk mengorganisasikan informasi dan judgment dalam memilih alternatif yang paling disukai (Saaty, 1983). Dengan menggunakan AHP, suatu persoalan yang akan dipecahkan dalam suatu kerangka berfikir yang terorganisir, sehingga memungkinkan dapat diekspresikan untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan tersebut. Pesoalan yang kompleks dapat disederhanakan dan dipercepat proses pengambilan keputusannya.

Prinsip kerja AHP adalah penyederhanaan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur, stratejik, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata dalam suatu herarki. Kemudian tingkat kepentingan suatu variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif disbanding dengan variabel yang lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut.

Secara grafis, persolan keputusan AHP dapat dikontruksikan sebagai diagram bertingkat, yang dimulai dengan goal/sasaran, lalu kriteria level pertama, subkriteria dan akhirnya alternative.

AHP memungkinkan pengguna untuk memberikan nilai bobot relatif dari suatu kriteria majemuk (atau alternative majemuk terhadap suatu kriteria) secara intuitif, yaitu dengan melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons). Dr. Thomas L. Saaty, pembuat AHP, kemudian menentukan cara yang konsisten untuk mengubah perbandingan berpasangan/pairwise, menjadi satu himpunan bilangan yang merepresentasikan prioritas relatif dari setiap kriteria dan alternatif (Marimin, 2004:76).

 

2.5PHP

 

PHP adalah salah satu bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah webserver dan berfungsi sebagai pengolah data pada sebuah server. Untuk membuat website yang dinamik dan mudah untuk diupdate setiap saat dari browser, dibutuhkan sebuah program yang mampu mengolah data dari komputer client atau dari komputer server itu sendiri, dengan menggunakan program PHP, sebuat website akan lebih interaktif dan dinamis (Madiun, 2011 : 216).

2.6MySQL

 MySQL (My Structure Query Language) atau yang biasa dibaca “mai-se-kuel” adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source dan berjalan di semua platform baik Windows maupun Linux. Selain itu, MySQL juga merupakan program pengakses database yang bersifat jaringan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (Banyak Pengguna).

Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). Oleh karena itu harus ada software pendukung antara lain PHP (Paper Hipertext Preposesor), Visual Delphi, Visual Basic, Cold Fusion, dan lain-lain.

MySQL memiliki layer utama seperti layer DOS yaitu memiliki prompt utama yang disebut mysql, tetapi sekarang ada suatu program dump yang dibuat seperti web berjalan di bawah server database yang disebut PhpMyAdmin. Untuk memprogram database lewat prompt harus paham dan hafal mengenai perintah query tetapi dengan PhpMyAdmin pengaksesan akan terasa singkat dan lebih mudah karena sudah ada grafik interface yang memudahkan dalam pembuatan database serta pengaksesan perintah-perintah Query (Articlecenter.org, 2011).

 

2.7ERD

 Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk mengidentifikasi data yang akan diambil, disimpan, dan dipanggil kembali untuk keperluan-keperluan tertentu dalam mendukung kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. ERD juga digunakan untuk mengidentifikasi asal data yang dibutuhkan dan dilaporkan. Untuk mempermudah dalam perancangan database, maka digunakan ERD. ERD diutamakan untuk pemodelan dari desain konseptual. ERD menggambarkan struktur dan keterkaitan tabel-tabel data yang menyusun database secara detail. ERD merupakan representasi data sebagai entitas, atribut, dan relasi.

Sifat hubungan atau relasi antarentitas dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu hubungan Satu-ke-Satu (One-to-One Relationship), Satu-ke-Banyak (One-to-Many Relationship) dan Banyak-ke-Banyak (Many-to-Many Relationship). One-to-One relationship akan terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas hanya berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas lain, san sebaliknya. One-to-Many relationship terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunanentitas lain, tetapi tidak sebaliknya. Many-to-Many relationship terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunan entitas lain, demikian juga sebaliknya (Marimin, Hendri Tanjung, & Haryo Prabowo, 2006 : 111).

2.8Flowchart

 

Flowchart merupakan respresentasi secara grafik dari suatu algoritma atau prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Disamping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Flowchart ada dua macam, yaitu flowchart sistem merupakan flowchart yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data dan perhubungan antara peralatan tersebut. Flowchart sistem digunakan untuk menggambarkan urutan langkah dalam memecahkan masalah, tetapi hanya berisi prosedur dalam sistem yang dibentuk, sedangkan flowchart program merupakan flowchart yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah (Utami dan Sukrisno, 2005 : 24).

 

3.     Rancangan Sistem

3.1Diagram Blok

 Berikut Diagram blok dari sistem

 

 

3.2Perhitungan Metode AHP

Pada tahap perhitung metode AHP ini akan dilakukan pairwise comparison (matriks perbandingan berpasangan) untuk menghasilkan bobot relative antar kriteria dan alternatif kemudian melakukan pengecekan apakah penilaian dalam melakukan perbandingan berpasangan sudah konsisten atau tidak, bobot/nilai yang didapat dari hasil perbandingan inilah yang akan menjadi dasar untuk melakukan penilaian hasil evaluasi diklat. Adapun tahapan-tahapan perhitungan metode AHP sebagai berikut :

  1. Memberikan bobot nilai perbandingan berpasangan

 

 

 

Tabel 1 Bobot nilai alternatif

Kode Alternatif

Bobot Nilai

Kode Alternatif

ALT1

(1) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT2

ALT1

(2) Sedikit lebih penting dari

ALT3

ALT1

(3) Mendekati lebih penting dari

ALT4

ALT1

(4) Lebih penting dari

ALT5

ALT2

(3) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT3

ALT2

(4) Sedikit lebih penting dari

ALT4

ALT2

(5) Mendekati lebih penting dari

ALT5

ALT3

(3) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT4

ALT3

(4) Sedikit lebih penting dari

ALT5

ALT4

(3) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT5

 

  1. Membuat matriks perbandingan berpasangan

 

Tabel 2 Matriks alternatif

 

ALT1

ALT2

ALT3

ALT4

ALT5

ALT1

1

1

2

3

4

ALT2

1

1

3

4

5

ALT3

0.5

0.333

1

3

4

ALT4

0.333

0.25

0.333

1

3

ALT5

0.25

0.2

0.25

0.333

1

Jumlah

3.0833

2.7833

6.5833

11.33

17

 

            Pada data tabel diatas setiap perbandingan antar kriteria/alternatif yang sama akan bernilai 1.

 

 

  1. Matriks Nilai Vektor Prioritas/Vektor Eigen

 

Tabel 3 Matriks nilai alternatif

 

ALT1

ALT2

ALT3

ALT4

ALT5

Jumlah

Eigen Vektor

ALT1

0.3243

0.3592

0.3037

0.2647

0.2352

1.4874

0.2974

ALT2

0.3243

0.3592

0.4556

0.3529

0.2941

1.7863

0.3572

ALT3

0.1621

0.1197

0.1518

0.2647

0.2352

0.9338

0.1867

ALT4

0.1081

0.0898

0.0506

0.0882

0.1764

0.5132

0.1026

ALT5

0.0810

0.0718

0.0379

0.0294

0.0588

0.2791

0.0558

 

Pada tabel diatas merupakan pembagian tiap sel dari nilai perbandingan dengan jumlah kolom pada tabel matrik perbandingan berpasangan, untuk kolom jumlah didapatkan dengan menjumlahkan setiap baris pada tabel, sedangkan kolom vektor eigen didapatkan dengan pembagian kolom jumlah dengan banyaknya data kriteria/alternatif.

 

 

 

  1. Menghitung konsistensi nilai Vektor Eigen

Seteleh mendapatkan hasil Vektor Eigen pada masing-masing tabel kriteria/alternatif maka dilakukan perkalian antara kolom jumlah pada tabel matriks perbandingan dengan kolom vektor eigen kemudian dilakukan penjumlahan dari hasil perkalian untuk mendapatkan lamda maksimal (λmaks). Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mencari apakah nilai yang didapat sudah konsisten.

Perhitungan nilai konsistensi alternatif

λmaks = 5.2536

n (jumlah alternatif) = 5

CI = ((λmaks-n)/(n-1)) = ((5.0905-5)/(5-1)) = 0.0634

CR = (CI/IR) = 0.0634/1.12 = 0.0566

0.0566 < 0.100, karena nilai CR < 0.100 maka perbandingan berpasangan memiliki konsistensi yang sesuai.

 

 

4.     Hasil dan Pembahasan

 

4.1Pengujian Metode AHP

Pada proses pengujian metode ahp ini, bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode ahp terhadap sistem yang dibuat sudah sesuai dengan perhitungan metode ahp secara manual. Untuk pengujian ini akan diambil contoh perhitungan manual pada alternative, kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan di dalam sistem yang dibuat.

Berdasarkan perhitungan manual pada data alternatif yang telah dipaparkan pada bab 3, maka diperoleh nilai vektor eigen/bobot nilai dari setiap alternative sebagai berikut :

 

Tabel 4 Nilai Vektor Eigen perhitungan manual

Kode Alternatif

Nilai Vektor Eigen

ALT1

0.4162

ALT2

0.2617

ALT3

0.1611

ALT4

0.0985

ALT5

0.0624

 

Hasil perhitungan data alternatif yang dilakukan oleh sistem adalah sebagai berikut :

 

 

Gambar 2 Nilai vektor eigen perhitungan sistem

Berdasarkan perbandingan yang dilakukan, nilai vektor eigen data alternatif yang dihitung secara manual dan nilai vektor eigen data alternatif yang dilakukan oleh sistem menghasilkan nilai yang sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan perhitungan metode ahp pada sistem sudah benar.

 

4.2Analisa Perbandingan Hasil Evaluasi Antara Manual Dan Sistem

 

Pada analisa ini akan membahas tentang hasil evaluasi diklat yang diperoleh dari evaluasi secara manual dan dengan sistem yang menggunakan metode ahp. Pada analisa ini, contoh yang diambil adalah hasil evaluasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu diklat PLC Aplikasi PT. Bentoel yang diikuti oleh 7 orang peserta.

a.        Hasil Manual

 

 

Gambar 3 Hasil evaluasi manual

b.       Hasil Sistem

 

 

Gambar 4 Hasil evaluasi sistem

 

 

Dari hasil perbandingan antara hasil evaluasi manual dan dengan sistem, hasil yang diperoleh adalah nilai untuk setiap kriteria terdapat beberapa perbedaan anatara hasil manual dan sistem, tetapi untuk hasil keseluruhan nilai yang diperoleh adalah sama.

 

5.     Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian pembuatan aplikasi evaluasi penyelenggaraan diklat di PPPPTK Malang menggunakan metode analytical herarchy process (AHP) berbasis web yaitu :

a.       Pada sistem ini dapat melakukan pengolahan evaluasi diklat, petugas dapat membuat daftar diklat yang akan dievaluasi dan daftar peserta yang akan menilai diklat, kemudian melihat hasil evaluasinya.

b.      Perancangan kriteria diperoleh dari unsur penilaian  penyelenggaraan diklat yang ada pada kuisioner evaluasi diklat sedangkan alternatif diperoleh dari nilai terhadap setiap unsur penilaian, kemudian dilakukan proses perbandingan berpasangan antar setap kriteria dan alternatif. Kemudian dicari nilai bobot prioritas dari setiap komponen yang dijadikan nilai penentu dari evaluasi diklat.

c.       Metode ini dapat diterapkan pada proses pencarian hasil evaluasi, proses perhitungan dari sistem aplikasi ini adalah setiap nilai bobot kriteria akan dikalikan dengan nilai bobot  dari setiap alternatif. Kemudian hasilnya akan dikalikan dengan banyaknya jumlah alternatif yang dipilih oleh peserta, kemudian hasil dari setiap alternatif akan dibandingkan alternatif mana yang memiliki nilai terbesar, maka alternatif itulah yang akan menjadi hasil penilaian dari kriteria penilaian diklat. Berdasarkan perbandingan hasil evaluasi diklat secara manual dan dengan menggunakan aplikasi dengan metode ahp ini menggunakan 3 sampel hasil evaluasi yang telah dilaksanakan di PPPPTK Malang, bahwa 95% hasil penilaian pada setiap kriteria yang diperoleh adalah sama dan 5% berbeda, perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan perhitungan penentuan hasil evaluasi yang dilakukan secara manual dan dengan sistem, tetapi 100% hasil akhir penilaian dari evaluasi diklat yang diperoleh adalah sama.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Anneahira, 2012. Pengertian Website. (http://www.anneahira.com/pengertian-website.html ,diakses tanggal 22 Desember 2013)

 

Articlecenter.org, 2012. Pengertian mysql. (http://www.articlecenter.org/pengertian-mysql-my-structure-query-language, diakses tanggal 22 Desember 2013)

 

Bastian, Indra. 2007. Akuntansi untuk LSM dan partai politik. Jakarta: PT Penerbit Erlangga.

 

Brigida, 2012. Langkah-langkah metode AHP. (http://informatika.web.id/langkah-langkah-metode-ahp.htm ,diakses tanggal 22 Desember 2013)

 

Camie, 2013. Pengertian Aplikasi. (http://www.mlarik.com/2013/07/pengertian-aplikasi-komputer.html, diakses tanggal 22 Desember 2013,)

 

Madiun, Madcoms. 2011. Dreamweaver CS5 PHP-MySQL untuk Pemula. Mengenal PHP, Tipe Data, Variabel dan Operator. Yogyakarta : C.V Andi Offset (Penerbit Andi).

 

Marimin. 2004. Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Jakarta : Grasindo.

 

Marimin., Hendri Tanjung, & Haryo Prabowo. 2006. Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : Grasindo.

 

Ramadhan, Arief. 2005. Seri pelajaran komputer internet dan aplikasinya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

 

Riadi, Muchlisin. 2012. Pendidikan dan Pelatihan. (http://www.kajianpustaka.com/2012/11/pendidikan-dan-pelatihan.html, diakses tanggal 22 Desember 2013)

 

Siagian, Sondang P. 1992. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Utami, Emi., Sukrisno. 2005. 10 langkah belajar logika dan lagoritma menggunakan bahasa C dan C++ di GNU/Linux. Yogyakarta: CV Andi Offset.

 

Wibisono, Dermawan. 2003. Riset bisnis panduan bagi praktisi dan akademisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

 

Wijaya. 1990. Administrasi Kepegawaian Suatu Pengantar. Jakarta: CV Rajawali Pers.

 

Yuhefizar. 2008. 10 jam menguasai internet: teknologi dan aplikasinya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG