Perencanaan M&R dengan Metode Analitycal Hierarcy Proses PPPPTK/ VEDC Malang

Print
Category: Teknologi Informasi (TI)
Last Updated on Wednesday, 13 May 2015 Published Date Written by Eko Subiyantoro

Perencanaan Maintenance And Repair Dengan Metode Analitycal Hierarcy Proses (AHP) Di PPPPTK/ VEDC Malang Berbasis Web

Eko Subiyantoro 

Widyaiswara Muda Departemen Teknologi Informasi PPPPTK BOE Malang

 

ABSTRAK

Pendataan sebuah perencanaan suatu kebutuhan akan sesuatu yang dilakukan secara manual memiliki kelemahan, dengan penggunaan sistem perencanaan dimungkinkan adanya keakuratan, keamanan serta otomatisasi pekerjaan dalam penanganannya.

Dalam proses pelaksanaan perencanaan maintenance dan repair yang dilakukan secara manual memiliki banyak kendala yang mungkin terjadi atau penyalahgunaan data. Untuk membantu proses perencanaan maintenance dan repair digunakan sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode analytical hierarchy process, metode ini menggunakan proses perhitungan melalui perbandingan berpasangan antar kriteria dan alternatif, sehinga diperoleh nilai bobot setiap kriteria dan alternatif.

Hasil yang  dicapai pada penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang dapat mengurangi kendala yang terjadi dan dapat menentukan kepentingan dalam perencanaan maintenance dan repair ini dan pemberian masukkan terhadap pilihan untuk menentukkan prioritas dari data yang ada.

 

Kata Kunci:Maintenance, Repair, Perencanaan, Web, Analytical hierarchy process.

 

 

1.     Pendahuluan

Seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi mengharuskan banyak organisasi untuk terus memanfaatkan kemajuan tersebut. PPPPTK/VEDC termasuk salah satu organisasi yang terus berusaha untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Salah satu sistem penting yang digunakan oleh PPPPTK/VEDC adalah sistem dalam perencanaan maintenance and repair yang digunakan untuk pendistribusian data-data barang. Sejauh ini PPPPTK /VEDC menjalankan sistem perencanaan maintenance and repair secara konvensional. Kenyataannya, penggunaan sistem dalam perencanaan maintenance and repair masih secara konvensional dan memperlambat kinerja serta kecepatan dalam proses perencanaan tersebut. Sistem yang digunakan secara konvensional juga tidak efektif dan efisien serta kurang transparan. Karena keterbatasan-keterbatasan tersebut maka cara yang digunakan dalam sistem perencanaan maintenance and repair harus dikembangkan.

Pengembangan-pengembangan cara kerja suatu sistem dalam perencanaan yang saat ini banyak digunakan oleh organisasi maju adalah komputasi atau digital. Dengan menggunakan cara digital manfaat yang didapatkan akan lebih besar dibanding dengan menggunakan cara konvensional. Cara komputasi atau digital yang digunakan dalam sistem perencanaan maintenance and repair pada PPPPTK/VEDC dapat mempermudah kinerja pengiriman-pengiriman data. Selain itu dengan cara digital proses perencanaan akan lebih cepat serta menjadi transparan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut ditawarkan pemanfaatan teknologi, seperti Sistem pendukung keputusan dimana SPK adalah suatu bentuk informasi manajemen yang secara khusus dibuat untuk mendukung perencanaan dalam pengambilan keputusan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi–terstruktur yang spesifik. Oleh karena itu perlu dibangun sebuah sistem yang dapat membantu dalam proses penilaian sesuai dengan kebutuhan dalam penentuan data alat yang akan di maintenance and repair yang bersangkutan untuk memudahkan subbag dalam melakukan proses penilain alat. Sistem yang dibuat dapat berupa sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Dengan menggunakan AHP dimana masing-masing kriteria dalam hal ini faktor-faktor penilaian dan alternatif dalam hal ini alat yang dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga memberikan keluaran nilai intensitas prioritas yang menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap setiap alat.

Dengan menggunakan komputasi dan menggunakan suatu metode untuk sistem perencanaan maintenance and repair diharapkan dapat mempermudah kinerja pengiriman data, dan mempercepat  proses perencanaan maintenance and repair serta penentuan prioritas alat yang akan di perbaiki sehingga hasil dari perencanaan tersebut menjadi efektif dan efisien. Sistem perencanaan maintenance and repair juga dapat diketahui oleh semua orang yang mengakses web tersebut sehingga dengan demikian sistem perencanaan maintenance and repair dapat dikatakan transparan.

2.     Tinjauan Pustaka

2.1  Perawatan (Maintenance)

Istilah perawatan dapat diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk menjagaatau memperbaiki setiap fasilitas, seperti bagian dari pabrik, peralatan, gedung beserta isinya, sehingga mencapai standar yang dapat diterima. Dalam hal ini gabungan dari istilah “perawatan” dan “perbaikan” (maintenance and repair ) sering digunakan karena sangat erat hubungannya. Maksud dari penggabungan tersebut ialah:

1. Perawatan sebagai aktivitas untuk mencegah kerusakan.

2. Perbaikan sebagai aktivitas untuk memperbaiki kerusakan

 

2.2  Perencanaan

Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan.

2.3  AHP

AHP dikembangkan oleh Dr. Thomas L. Saaty dari Wharton School Of Business pada tahun 1970-an untuk mengorganisasikan informasi dan judgment dalam memilih alternative yang paling disukai (Saaty, 1983). Dengan menggunakan AHP, suatu persoalan yang akan dipecahkan dalam suatu kerangka berfikir yang terorganisir, sehingga memungkinkan dapat diekspresikan untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan tersebut. Pesoalan yang kompleks dapat disederhanakan dan dipercepat proses pengambilan keputusannya.

 

2.3.1     Perhitungan Konsistensi

a.      

CI = ((λmaks-n)/(n-1))


Rumus Index Consistency :

            Keterangan :

CI = Index Consistency

Λmaks =  penjumlahanhasil bagi dengan banyaknya elemen 

N = jumlah elemen criteria

 

b.      Rumus Consistency Rasio :

 

CR =  CI / IR


Keterangan:

CR = Consistency Rasio

CI = Index Consistency

IR = Index Random Consistency

Kemudian jika hasil CR < 0,100 maka perbandingan memiliki konsistensi yang sesuai. Selanjutnya dapat dihitung index consistency dan consistency rasio setiap kriteria dan alternatif.

 

3.     Rancangan Sistem

3.1Analisa Kebutuhan

Dalam proses rancang bangun aplikasi, dibutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak sebagai alat kerja yang dipakai. Berikut ini adalah kebutuhan yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak tersebut.

a.                   Perangkat Keras

Perangkat keras adalah perangkat fisik yang terlihat secara nyata yang berfungsi untuk mengoperasikan perangkat lunak di dalamnya. Proses rancang bangun perencanaan maintenance dan repair menggunakan perangkat keras dengan spesifikasi:

1.      Prosesor: Intel(R) Pentium(R) Dual  CPU T2390 @ 1.86 GHz

2.      RAM         : 1.49 GB

b.                  Perangkat Lunak

Perangkat lunak adalah program yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Jenis-jenis perangkat lunak sangat bervariasi sesuai dengan kegunaannya. Perangkat lunak yang digunakan untuk proses rancang bangun aplikasi perencanaan maintenance dan repair  ini adalah:

1.      Notepad++, sebagai sarana penulisan kode-kode program

2.      XAMPP Web Server, web server yang menyediakan layanan web lokal

3.      MySql, untuk menyediakan layanan basis data.

4.      Web Browser, untuk membuka aplikasi dalam proses pengujian.

5.      Bootstrap, untuk membuat desain tampilan aplikasi.

 

3.2  Flowchart User

 

 

 

Gambar 1 Flowchart user

 

Pada gambar diatas menunjukkan proses dimana pada user  melakukan login sesuai jabatan user masing-masing untuk proses menu yang selanjutnya.

 

3.3  DFD

Data flow diagram merupakan gambaran sebagai alur aktifitas secara umum dalam sistem yang dirancang untuk setiap user yang menjalankan sistem yang akan dijelaskan pada gambar 3.7


 

Gambar 2 DFD level 0

3.4  Blok Diagram

Berikut ini adalah blok diagram untuk menggambarkan cara kerja sistem perencanaan M&R yang akan dikembangkan.

 

 

Gambar 3 Blok diagram

3.5Penilaian AHP

3.4.1   Penilaian Kriteria

 

Dalam tugas akhir ini dapat didefinisikan masalah dan menentukkan karakteristik untuk solusi yang diinginkan, karakteristik penilaian tentang bobot yang meliputi 3 kriteria :

a.       Biaya

b.      Jenis Kerusakan

c.       Bahan

Dari faktor tersebut masing masing diuraikan karakteristik yang lebih rinci lagi, dengan menentukan subkriteria pada masing-masing. Adapun kriteria dan subkriteria tersebut adalah:

a.         Subkriteria Biaya, yaitu menentukan biaya alat yang akan di perbaiki atau perawatan dan di uraikan menjadi subkriteria, yaitu :

1.      <200000

2.      200000 – 1000000

3.      >1000000

b.         Subkriteria Jenis Kerusakan, yaitu untuk mengukur tingkat kerusakan alat atau barang dan di uraikan menjadi subkriteria, yaitu :

1.      Rusak Berat

2.      Sedang

3.      Rusak Ringan

c.          Subkriteria Bahan, yaitu untuk mengukur ketersediaan bahan yang ada untuk perbaikan dan di uraikan menjadi subkriteria, yaitu :

1.      Pesan

2.      Beli

3.      Ada

 

3.4.2     Penilaian Alternatif

 

Setelah penilaian bobot kriteria didapatkan selanjutnya adalah menentukan karakteristik penilaian alternatif yang meliputi:

a.       Teknisi luar

b.      Teknisi M&R

c.       Unit kerja terkait

Setelah penilaian bobot kriteria dan bobot alternatif didapatkan maka dapat di kembangkan menjadi hierarki yang didapat dari penilaian tersebut.

 

3.4.3   Penilaian Hierarki

Penilaian hierarki merupakan bentuk pengambaran dari penilaian criteria dan alternatif

 

 

Gambar 4 Penilaian hierarki

4.     Hasil dan Pembahasan

Setelah memahami alur kerja pada perancangan sistem dan dan melakukan analisa pada sistem, diperolehlah hasil akhir berupa sistem yang telah memiliki fungsi sesuai dengan yang dibutuhkan serta menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan.

4.1  Proses Penginputan Data

 

 

 

Gambar 5 Proses Penginputan Data

Pada gambar 5 user teknisi melakukan penginputan data alat yang akan di perbaiki, data yang di inputkan adalah no. inventaris, nama barang, tahun, spesifikasi, uraian kerja, jenis kerusakan, uraian bahan dan biaya.

 

4.2    Proses Rekomendasi

 

 

Gambar 6 Proses Rekomendasi

Berdasarkan gambar 6 akan dilakukan rekomendasi data yang telah diinputkan oleh teknisi yang kemudian data rekomendasi ini akan di kirim ke Ka. Subbag. Pada halaman ini juga memiliki fungsi untuk melihat informasi data dan melakukan pengubahan data biaya.

 

4.3    Proses Persetujuan Data

 

 

Gambar 7 Proses Persetujuan

 

Berdasarkan gambar 7 Ka. Subbag akan menyetujui data perbaikan yang di rekomendasikan oleh Ka. Dept pada setiap departemen dan terpadat tombol pending untuk menunda persetujuan data yang telah di ajukan oleh Ka. Dept.

 

4.4  Perubahan Pelaksana

 

 

Gambar 8 Perubahan pelaksana

 

Pada proses ini Ka. Subbag akan memilih pelaksana sesuai yang dibutuhkan untuk memperbaiki alat karena pada analisa sistem merupakan prioritas saran. Kemudian Ka.Subbag dapat menginputkan data tanggal, sumber dana dan saran jika menyetujui data dengan  menekan tombol approve, setelah data disetujui maka data dapat di cetak.

 

4.5  Kemungkinan Penilaian Kriteria

 

Tabel 1 Kemungkinan penilian kriteria

No

Penilaian Kriteria

Banyak Data Di uji

Kesesuaian Data

Prosentase (%)

1.

2,3,2

9

6

23%

2.

1,1,1

9

4

15%

3.

1,3,2

9

3

12%

4.

3,5,3

9

6

23%

5.

3,5,2

9

7

27%

 

Pada tabel 1 merupakan kemungkinan perbandingan nilai kriteria yang berbeda, dari hasil yang telah di uji maka dapat disimpulkan bahwa penilian kriteria dengan 3,5,2 memiliki kesesuaian data yang lebih banyak dibandingkan penilian kritreia yang lain dengan jumlah prosentase 27% dan pada tabel 1 adalah kesesuaian data yang benar atau salah dimana dapat dibandingkan dengan pehitungan pelaksana secara manual.

 

4.6  Prosentase Kesesuaian Data

 

 

 

Gambar9 Prosentase kesesuaian

 

Pada gambar 9 merupakan grafik dari prosentase kesesuaian data yang telah ada berdasarkan penilaian kriteria masing-masing.

 

5.       Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian pembuatan aplikasi perencanaan maintenance and repair pada PPPPTK/VEDC Malang menggunakan metode analytical herarchy process (AHP) berbasis web yaitu :

1.    Pada aplikasi ini dapat membuat sebuah sistem perencanaan maintenance and repair dengan melakukan penginputan data pada halaman web yang dibuat khusus untuk menginputkan data kemudian data yang dikirim oleh teknisi akan direkomndasikan oleh Ka. Dept. Kemudian hasil rekomendasi data akan di setujui oleh Ka. Subbag.

2.  Penerapan metode AHP dalam aplikasi ini terletak pada proses pemilihan pelaksana  maintenance dan repair, yang akan melakukannya

 


 

Daftar Pustaka

 

Agustirana. 2005. Analytical Hierachy Process. http://repository .widyatama.ac.id/handle/10364/884. Diaksses pada tanggal 24 Februari 2014

Baliorange. 2007. Pengertian Web. http://www.baliorange.web.id/pengertian-website-webhosting-domainname/. Diakses pada tanggal 25 Februari 2014

Brigida, 2012. Langkah-langkah metode AHP. http://informatika.web.id /langkah-langkah-metode-ahp.html ,diakses tanggal 22 Februari 2014

Idreg. 2013. Info dan Pengertian PHP. http://www.idreg.net/pengertian-dari-php/. Diakses pada tanggal 24 Februari 2014

Jeremie. 2012. Sending and retrieving form data. http://developer.mozilla.org/ en-US/docs/Web/Guide/HTML/Forms/Sending_and_retrieving_form_ data. Diakses pada tanggal 18 Juli 2014

Kadir, Abdul. Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi Yogyakarta

 

Marimin Teknik Dan Aplikasi Pengambil Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta: Grasindo

Riadi, Muchlisin. 2012. Pengertian dan Fungsi Perencanaan. http://www.kajianpustaka.com/2012/10/pengertian-dan-fungsi-perencanaan.html. Diakses pada tanggal 25 Februari 2014

Tan, Michael. Perawatan Mesin. http://www.academia.edu/4560149/ Perawatan_Mesin. Diakses pada tanggal 10 Juni 2014

Tavri D. Mahyusir. 1989. Analisa Perancangan Sistem Pengolahan Data. PT. Elex Media Komputindo.

User, Super. 2012. Profil dan Sejarah VEDC http://www.vedcmalang.com/ pppptkboemlg/index.php/profil. Diakses pada tanggal 13 Juni 2014

Wibisono, Dermawan. 2003. Riset Bisnis Panduan Bagi Praktisi & Akademisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG