Desain Pembelajaran E-learning

Print
Category: Teknologi Informasi (TI)
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by Peny Iswindarti

DESAIN PEMBELAJARAN E-LEARNING

 

PENY ISWINDARTI, S.Kom.,MT

Widyaiswara Madya

 

Abstrak

E-learning dibuat dengan tujuan tertentu oleh individu maupun instansi dan diharapkan memenuhi tujuan oleh peserta. Keberhasilan pembelajaran dalam e-learning ditentukan oleh tujuan  dan perencanaan yang matang. Seringkali proses pembelajaran e-learning tidak diselesaikan sampai tuntas oleh peserta dengan berbagai macam alasan atau penyebab. Salah satunya tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Mendefinisikan produk, membuat desain dan sub desain instruksional, yang didahului dengan analisis kondisi, analisis karakteristik peserta, analisis materi, analisis sumber daya, dan penetapan tujuan yang jelas, akan membantu keberhasilan e-learning.

Dengan perencanaan yang matang melalui tahapan-tahapan yang jelas, tujuan dibuatnya e-learning akan tercapai karena semua pihak yang berkepentingan mempunyai acuan yang sama.

 

Kata kunci : desain instruksional, e-learning

 

 PENDAHULUAN

Keberhasilan pembelajaran dalam e-learning ditentukan oleh tujuan yang jelas, analisis kondisi dan perencanaan yang matang. Seringkali proses pembelajaran berhenti di tengah jalan, peserta yang tidak melanjutkan lagi atau non aktif,  karena pelaksanaan tidak sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Pembelajaran maya atau e-learning tidak sekedar memasukkan materi melalui internet, tetapi bagaimana materi yang sudah diunggah, peserta yang terdaftar, evaluasi, komunikasi dan sebagainya dikelola dengan baik sehingga pembelajaran e-learning sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan baik oleh penyelenggara maupun peserta. Untuk itu, sebelum menjalankan e-learning perlu dilakukan analisis kondisi dan perencanaan yang matang, dan sasaran/tujuan pembelajaran.

 

PEMBAHASAN

Tahapan dari e-learning dapat dilihat pada gambar 1, yang dimulai dari pendefinisian konten atau definisi produk, tahap ke-2 adalah membuat desain intruksional, ke-3 menyusun semua materi ke dalam semua format (dokumen, gambar, dan sebagainya), ke-4 menggabungkan semua format konten ke dalam sebuah aplikasi (misalnya eXe, hot potatoes), dan terakhir menunggah konten ke dalam platform e-learning seperti Moodle.

 

Gambar 1.  Tahap pembuatan konten

 

Pada tahap pertama dan kedua, sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran pada saat berlangsung.

  

1.      Definisi produk

 

Gambar 2. Definisi Produk

 

Ada 7 (tujuh) hal yang perlu didefinisikan pada tahap ini, yaitu:

 1.       1. Project Title/What

     Menemukan judul topik yang mencerminkan isi dan sasaran

2.       2. Objective/What for

     Menjelaskan tujuan secara umum

3.       3. Target group/For whom

     Mendefinisikan peserta potensial yang menjadi target pada training/diklat

4.       4. Place/Where

     Menjelaskan kegiatan tempat dilaksanakan kegiatan

5.       5. Project Stakeholder/Who

   Menjelaskan siapa (individu atau instansi) yang mendukunung atau  bertanggung jawab pada kegiatan tersebut.

6.       6. Time Frame/When

     Menjelaskan waktu dimulai dan diakhiri kegiatan pembelajaran tersebut.

7.       7. Budget/How

      Membuat daftar kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan training/diklat

 

Gambar 3. Contoh Definisi Produk

  

2.      Desain Instruksional

Adalah suatu rancangan proses pembelajaransecara sistematis untuk mencapai hasil pembelajaran yang efektif dan sesuai target.

Kegunaan Desain Instruksional :

          Meluruskan arah belajar mengajar.

          Menghindari penghamburan energi, biaya, waktu dan sumber daya lainnya.

          Menghindari revisi yang tidak perlu.

          Menghindari kegagalan mencapai kebutuhan peserta belajar.

 Berisi judul, tujuan, deskripsi, materi, target, persyaratan peserta, anggaran, durasi, waktu pelaksanaan, metodologi pembelajaran, aktivitas, mode of learning, delivery, pacing/urutan, kontak person/instruktur.

 

Contoh Desain Intruksional.

 

Dari desain intruksional didetailkan lagi ke dalam format sub desain instruksional, yang berisi rincian/detail pelaksanaan sebagai acuan instruktur dan peserta dalam proses pembelajaran.

 

Gambar 4. Format sub desain instruksional

 

 Contoh sub desain instruksional

 

 

 

Untuk sampai pada perencanaan berupa definisi produk dan desain instruksional di atas, sebelumnya perlu dilakukan analisis kondisi, analisis karakteristik peserta dan tujuan dibuatnya e-learning.

 

a.       Analisis Kondisi

Analisis kondisi bertujuan adalah agar dapat menentukan kebutuhan akan training/pembelajaran yang akan di lakukan.Sebelum dilakukan penyelenggaraan pembelajaran e-Learning dilakukan need assesment karena:

1.       Untuk menemukan kondisi saat ini (initial condition) yang terjadi

2.       Mendefinisikan keinginan yang akan dicapai

3.       Mendefinisikan gap

4.       Menentukan langkah terbaik dalam pemecahan masalah yang dihadapi

Kelayakan perlu dilihat baik dari sisi kelayakan teknis, operasional, ekonomi, dan sosial.

Pernyataan dan pertanyaan yang perlu dijawab dalam analisis kondisi ini adalah :

·         Content and objective : Apakah isi dari pembelajaran? Apa tujuan yang akan dicapai?

·         Learning context : Bagaimanakah suatu pembelajaran itu terintegrasi terhadap suatu sistem ?

·         Learning environment and conditions :Dimanakah pembelajaran ini akan dilakukan? Dan media apa yang digunakan?

·         Resource : sumber daya manusia, finansial, materi dan sebagainya.

 

b.      Analisis Karakteristik Peserta

 Pertanyaan yang harus diidentifikasi pada saat analisis karakteristik peserta yaitu :

          Siapa peserta pelatihan ?

          Apa yang harus diketahui dari peserta pelatihan saat mengembangkan materi pelatihan ?

          Apakah kebutuhan peserta melalui pelatihan ?

 

c.       Analisis Materi

          Materi apa yang diajarkan ?

          Materi apa yang penting dan apa yang hanya sekedar tambahan ?

 

  d.      Analisis Sumber Daya

1.       Sumber daya apa saja yang tersedia untuk pelatihan ?

          Orang

          Waktu

          Anggaran

          Materi, dll.

2.       Sumber daya tambahan apa yang dibutuhkan ?

3.       Kendala organisasi apa yang ditemui ?

 

 e.       Learning Objective / Tujuan Pembelajaran

Mengapa learning objective diperlukan, karena berfungsi

          Menjadikan suatu training berjalan secara efisien, dimana seluruh aktivitas mendukung tercapainya tujuan.

          Sebagai dasar evaluasi dan pengembangan berlanjut.

          Menyediakan bagi pembelajar suatu acuan untuk melakukan kontrol terhadap hasil yang didapat.

Area tujuan meliputi:

          Kognitif (pengetahuan)

          Afektif (sikap)

          Psikomotorik (keterampilan)

 

 KESIMPULAN :

1.       Analisis kondisi, analisis karakteristik peserta, analisis materi,  analisis sumber daya, dan penetapan tujuan s dibuatnya e-learning adalah hal  yang harus dilakukan sebelum membuat e-learning.

2.       Tahap yang dilakukan sebelum menyusun konten ke dalam aplikasi dan mengunggah ke internet, yaitu mendefisinikan produk dan membuat desain dan sub desain instruksional.

 

 Referensi :

1. Module 1, E-learning 2nd Layer Training IGI
2. Pfeiffer, Education - Making Sense of Online Learning A Guide for the Beginners and the Truly Skeptical, Patti Shank, 2004
 3. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/PRODI._ILMU_KOMPUTER/196603252001121-MUNIR/PJJ_TIK/PJJ_TIK-Learning_Management_System_%28LMS.pdf

 

 

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG