Evaluasi Penyelenggaraan Diklat dengan AHP

Evaluasi Penyelenggaraan Diklat Di Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Malang Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

 Eko Subiyantoro 

 Widyaiswara Muda Departemen Teknologi Informasi PPPPTK BOE Malang

 

ABSTRAK

 Dalam upaya peningkatan SDM pada suatu organisasi perlu adanya sebuah kegiatan diklat, untuk mengetahui apakah kegiatan diklat telah berhasil perlu adanya sebuah evaluasi. Dalam proses penilaian hasil evaluasi penyelenggaraan diklat yang dilakukan secara manual memiliki banyak kendala, antara lain kesalahan pengisian data dimana dengan banyaknya data yang diinputkan petugas bisa saja salah menginputkan data, banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data maupun proses penginputan data.

 Dengan kendala yang dihadapi, hasil evaluasi diklat yang didapatkan menjadi kurang efektif. Oleh karena itu dibuatlah sebuah sistem komputasi berbasis website untuk mebantu proses pengolahan evaluasi diklat, serta menggunakan sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode analytical hierarchy process untuk menentukan hasil evaluasi diklat.

 Dengan menggunakan metode ahp ini akan dilakukan pembobotan pada setiap kriteria dan alternatif untuk melakukan penilaian hasil evaluasi diklat. Data kriteria diperoleh dari unsur penilaian yang ada pada kuisioner evaluasi yang dilakukan secara manual. Pada pengujian dengan 3 sampel data diklat 95% hasil yang diperoleh pada penilaian setiap kriteria adalah sama dan 5% berbeda, tetapi untuk hasil keseluruhan evaluasi diklat 100% memiliki nilai yang sama.

 Kata Kunci:Evaluasi, Diklat, Analytical hierarchy process, Kriteria, Alternatif

 

 1.     Pendahuluan

Salah satu upaya yang dilakukan suatu organisasi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh organisasi adalah melakukan suatu pendidikan dan pelatihan (diklat). Karena itu, diklat mempunyai andil yang penting dalam kesuksesan suatu organisasi. Salah satu lembaga yang mengadakan diklat adalah Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK Malang). Untuk mengetahui sejauh mana suatu program diklat berhasil atau membuat suatu perubahan diperlukan suatu evaluasi terhadap kegiatan diklat yang telah dilaksanakan.

Untuk mengevaluasi hasil diklat yang telah dilaksanakan di PPPPTK Malang dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para peserta diklat, kemudian data yang telah terkumpul akan diisikan secara manual satu per satu ke dalam Microsoft Excel kemudian data tersebut dihitung untuk mencari hasil evaluasinya. Proses yang dilakukan secara manual ini memiliki banyak kendala yang mungkin terjadi, antara lain kesalahan dalam mengisikan data dimana dengan banyaknya data yang disikankan petugas dapat saja salah mengisikankan data, banyaknya waktu yang dibutuhkan dalam proses pengumpulan data maupun proses pengisian data, serta mengeluarkan banyak biaya dalam proses pencetakan lembar kuisioner. Dengan banyaknya kendala yang dihadapi, hasil evaluasi diklat yang didapatkan menjadi kurang efektif. 

Oleh karena itu perlu dibangun sebuah sistem yang dapat memudahkan petugas dalam melakukan proses pengolahan data evaluasi diklat berdasarkan penilaian dari peserta diklat. Untuk memudahkan memperoleh hasil evaluasi maka digunakan sistem pendukung keputusan atau decision support system, dimana SPK adalah suatu bentuk informasi manajemen yang secara khusus dibuat untuk mendukung perencana stakeholders dalam pengambilan keputusan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi–terstruktur yang spesifik.

Pada sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ini masing-masing kriteria dalam hal ini adalah unsur/faktor penilaian dan alternatif  dalam hal ini adalah penialian terhadap unsur/faktor (Sangat Kurang, Kurang, Cukup, Baik, Sangat Baik) dibandingkan satu dengan yang lainnya sehingga memberikan keluaran nilai intensitas prioritas yang menghasilkan suatu sistem yang memberikan penilaian terhadap evaluasi diklat. Dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang saat ini, salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi yang berbasis website, kita dapat membuat sebuah sistem yang terstruktur serta mudah digunakan dan dapat di akses dimana saja. Dengan sistem yang berbasis website ini dapat mempermudah peserta dalam pengisian kuisioner evaluasi diklat secara online, kemudian petugas bisa langsung memperoleh hasil evaluasi diklat dari kuisioner yang diisikan oleh peserta.

2.     Tinjauan Pustaka 

2.1 Diklat PPPPTK Malang

1.1Diklat PPPPTK Malang

 Pusat pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan/Vocational Education Development Center (PPPPTK) Malang terdiri atas sembilan departemen diantaranya ialah departemen bangunan, teknik pengerjaan logam, mesin & cnc, listrik & elektro, teknologi informasi, otomotif, ototronik, edukasi dan PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup). PPPPTK Malang memiliki beberapa program seperti pendidikan dan pelatihan untuk guru-guru SMK serta pendidikan dan pelatihan peserta diklat maupun kursus sesuai dengan bidang kompetensi keahliannya. Untuk lembaga pelatihan pada setiap kompetensi, PPPPTK Malang menggunakan kurikulum diklat dimana peserta pelatihan beserta para pendidik pelatihan berpedoman terhadap kompetensi sesuai dengan jobsheet plan masing-masing, pembagian jobsheet plan berbeda sesuai dengan kesepakatan penyusunan program keahlian bidang kurikulum.

 

Kurikulum diklat termasuk dalam teknologi pendidikan yang konsepnya sama dengan pendidikan klasik, yaitu menekankan isi kurikulum tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. Penyusunan jadwal pendidikan dan pelatihan para peserta program di PPPPTK Malang disesuaikan dengan materi kompetensi diklat teori maupun materi kompetensi diklat praktik yaitu satu minggu untuk teori dan satu minggu untuk praktik. Dilihat dari jadwal program pelatihannya, penyusunan program pelatihan tersebut sejalan dengan ciri khas sebuah kurikulum teknologis dimana pembelajaran sering dipandang sebagai sebuah proses mereaksi terhadap stimulus yang diberikan ke para peserta oleh karena tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. Baik tujuan, pelaksanaan, pengetahuan tentang hasil, organisasi bahan ajar maupun evaluasi ditekankan efisiensi dan efektivitasnya yang berorientasi untuk pencapaian kompetensi.

 

Peserta program diklat di (PPPPTK) Malang akan memperoleh dua sertifikat setelah menyelesaikan studi sesuai keahlian tertentu dibidang mereka diantaranya sertifikat pemenuhan pelatihan program diklat dan sertifikat pemenuhan kompetensi. Keberhasilan belajar peserta ditentukan oleh kompetensi individu mereka juga terhadap sikap masing-masing peserta diklat saat menjalankan proses diklat. Dilihat dari substansinya secara garis besar atas kesesuaian model konsep kurikulum, kurikulum di (PPPPTK) Malang sesuai dengan standar penerapan kompetensi dalam bidang kompetensi kurikulum kejuruan walaupun konsep kurikulum teknologis yang diterapkan memiliki beberapa kekurangan selain kelebihannya untuk membentuk peserta yang memiliki kompetensi khusus. Kelemahan konsep kurikulum teknologis terletak jika bahan ajar yang disampaikan terlalu kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi yang mencakup analisis, sintesis, dan evaluasi juga bahan ajar yang bersifat efektif.

 

 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-ansi-language:IN;}

1.1 Evaluasi Program

 

 Evaluasi program adalah pengumpulan informasi secara hati-hati mengenai suatu program atau beberapa aspek program untuk membuat keputusan yang perlu mengenai program. Evaluasi program dapat memasukkan beberapa jenis evaluasi, minimal 35 jenis evaluasi yang berbeda, seperti untuk penilaian kebutuhan, akreditasi, analisa biaya/manfaat, efektivitas, efisiensi, formatif, sumatif, tujuan, proses, hasil, dan sebagainya. Jenis evaluasi yang dijalankan untuk memperbaiki program tergantung pada apa yang dibutuhkan untuk mempelajari program tersebut (Bastian, 2007:59).Dalam membuat simulasi mata pelajaran perencanaan pelayaran kapal laut berbasis mobile maka di perlukan tiga komponen penting dala actionScritp yaitu :

 

a.      Event(Kejadian): Merupakan peristwa yang terjadi untuk memicu sebuah aksi pada sebuah objek

 

b.      Action: Merupakan aksi atau kerja yang dekenakan atau diberikan pada suatu objek

 

c.      Target: Merupakan objek yang dikenai oleh aksi

 

 1.2 Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

 

Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang membantu para pengambil keputusan mengatasi berbagai masalah melalui interaksi langsung dengan sejumlah database dan perangkat analitik. Tujuan dari sistem adalah untuk menyimpan data dan mengubahnya ke informasi yang terorganisir yang dapat diakses dengan mudah, sehingga keputusan–keputusan yang diambil dapat dilakukan dengan cepat, akurat, dan murah.

 

Sistem pendukung keputusan ini beroperasi dalam konteks sistem informasi global untuk melayani unit bisnis yang spesifik dalam suatu perusahaan. Sistem pendukung keputusan tidak terlepas dari sistem informasi global yang lebih komprehensif. Sistem pendukung keputusan yang berhasil harus mempercepat aliran informasi ke pengambil keputusan. Data yang disimpan harus berkesimbangunan secara terjadwal dan dapat diakses dengan mudah (Wibisono, 2003:129).

 

Dari definisi tersebut, dapat diindikasikan empat karakteristik utama dari SPK, yaitu :

 

a.      SPK menggabungkan data dan model menjadi satu bagian.

 

b.      SPK di rancang untuk membantu para manajer (pengambil keputusan) dalam proses pengambilan keputusan dari masalah yang bersifat semi structural (atau tidak terstruktur).

 

c.      SPK lebih cenderung dipandang sebagai penunjang penilaian manajer dan sama sekali bukan untuk menggantikannnya.

 

d.      Teknik SPK dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas dari pengambil keputusan.

 

 1.3 AHP

 

AHP dikembangkan oleh Dr. Thomas L. Saaty dari Wharton School Of Business pada tahun 1970-an untuk mengorganisasikan informasi dan judgment dalam memilih alternatif yang paling disukai (Saaty, 1983). Dengan menggunakan AHP, suatu persoalan yang akan dipecahkan dalam suatu kerangka berfikir yang terorganisir, sehingga memungkinkan dapat diekspresikan untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan tersebut. Pesoalan yang kompleks dapat disederhanakan dan dipercepat proses pengambilan keputusannya.

 

Prinsip kerja AHP adalah penyederhanaan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur, stratejik, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata dalam suatu herarki. Kemudian tingkat kepentingan suatu variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif disbanding dengan variabel yang lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut.

 

Secara grafis, persolan keputusan AHP dapat dikontruksikan sebagai diagram bertingkat, yang dimulai dengan goal/sasaran, lalu kriteria level pertama, subkriteria dan akhirnya alternative.

 

AHP memungkinkan pengguna untuk memberikan nilai bobot relatif dari suatu kriteria majemuk (atau alternative majemuk terhadap suatu kriteria) secara intuitif, yaitu dengan melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons). Dr. Thomas L. Saaty, pembuat AHP, kemudian menentukan cara yang konsisten untuk mengubah perbandingan berpasangan/pairwise, menjadi satu himpunan bilangan yang merepresentasikan prioritas relatif dari setiap kriteria dan alternatif (Marimin, 2004:76).

 

 

1.4 PHP

 

PHP adalah salah satu bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah webserver dan berfungsi sebagai pengolah data pada sebuah server. Untuk membuat website yang dinamik dan mudah untuk diupdate setiap saat dari browser, dibutuhkan sebuah program yang mampu mengolah data dari komputer client atau dari komputer server itu sendiri, dengan menggunakan program PHP, sebuat website akan lebih interaktif dan dinamis (Madiun, 2011 : 216).

 

 

1.5 MySQL

 

MySQL (My Structure Query Language) atau yang biasa dibaca “mai-se-kuel” adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source dan berjalan di semua platform baik Windows maupun Linux. Selain itu, MySQL juga merupakan program pengakses database yang bersifat jaringan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (Banyak Pengguna).

 

Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). Oleh karena itu harus ada software pendukung antara lain PHP (Paper Hipertext Preposesor), Visual Delphi, Visual Basic, Cold Fusion, dan lain-lain.

 

MySQL memiliki layer utama seperti layer DOS yaitu memiliki prompt utama yang disebut mysql, tetapi sekarang ada suatu program dump yang dibuat seperti web berjalan di bawah server database yang disebut PhpMyAdmin. Untuk memprogram database lewat prompt harus paham dan hafal mengenai perintah query tetapi dengan PhpMyAdmin pengaksesan akan terasa singkat dan lebih mudah karena sudah ada grafik interface yang memudahkan dalam pembuatan database serta pengaksesan perintah-perintah Query (Articlecenter.org, 2011).

 

 

1.6 ERD

 

Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk mengidentifikasi data yang akan diambil, disimpan, dan dipanggil kembali untuk keperluan-keperluan tertentu dalam mendukung kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. ERD juga digunakan untuk mengidentifikasi asal data yang dibutuhkan dan dilaporkan. Untuk mempermudah dalam perancangan database, maka digunakan ERD. ERD diutamakan untuk pemodelan dari desain konseptual. ERD menggambarkan struktur dan keterkaitan tabel-tabel data yang menyusun database secara detail. ERD merupakan representasi data sebagai entitas, atribut, dan relasi.

 

Sifat hubungan atau relasi antarentitas dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu hubungan Satu-ke-Satu (One-to-One Relationship), Satu-ke-Banyak (One-to-Many Relationship) dan Banyak-ke-Banyak (Many-to-Many Relationship). One-to-One relationship akan terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas hanya berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas lain, san sebaliknya. One-to-Many relationship terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunanentitas lain, tetapi tidak sebaliknya. Many-to-Many relationship terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunan entitas lain, demikian juga sebaliknya (Marimin, Hendri Tanjung, & Haryo Prabowo, 2006 : 111).

1.7Flowchart

Flowchart merupakan respresentasi secara grafik dari suatu algoritma atau prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Disamping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Flowchart ada dua macam, yaitu flowchart sistem merupakan flowchart yang menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data dan perhubungan antara peralatan tersebut. Flowchart sistem digunakan untuk menggambarkan urutan langkah dalam memecahkan masalah, tetapi hanya berisi prosedur dalam sistem yang dibentuk, sedangkan flowchart program merupakan flowchart yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah (Utami dan Sukrisno, 2005 : 24).

 

 2.     Rancangan Sistem

 

 

2.1Diagram Blok

 

 Berikut Diagram blok dari sistem

 

 

 

 

 

3.2Perhitungan Metode AHP

 Pada tahap perhitung metode AHP ini akan dilakukan pairwise comparison (matriks perbandingan berpasangan) untuk menghasilkan bobot relative antar kriteria dan alternatif kemudian melakukan pengecekan apakah penilaian dalam melakukan perbandingan berpasangan sudah konsisten atau tidak, bobot/nilai yang didapat dari hasil perbandingan inilah yang akan menjadi dasar untuk melakukan penilaian hasil evaluasi diklat. Adapun tahapan-tahapan perhitungan metode AHP sebagai berikut :

  1. Memberikan bobot nilai perbandingan berpasangan

  Tabel 1 Bobot nilai alternatif

 Kode Alternatif

 

Bobot Nilai

Kode Alternatif

ALT1

(1) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT2

ALT1

(2) Sedikit lebih penting dari

ALT3

ALT1

(3) Mendekati lebih penting dari

ALT4

ALT1

(4) Lebih penting dari

ALT5

ALT2

(3) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT3

ALT2

(4) Sedikit lebih penting dari

ALT4

ALT2

(5) Mendekati lebih penting dari

ALT5

ALT3

(3) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT4

ALT3

(4) Sedikit lebih penting dari

ALT5

ALT4

(3) Mendekati sedikit lebih penting dari

ALT5

 

  1. Membuat matriks perbandingan berpasangan

 

 Tabel 2 Matriks alternatif

 

 

ALT1

ALT2

ALT3

ALT4

ALT5

ALT1

1

1

2

3

4

ALT2

1

1

3

4

5

ALT3

0.5

0.333

1

3

4

ALT4

0.333

0.25

0.333

1

3

ALT5

0.25

0.2

0.25

0.333

1

Jumlah

3.0833

2.7833

6.5833

11.33

17

 

             Pada data tabel diatas setiap perbandingan antar kriteria/alternatif yang sama akan bernilai 1.

  

  1. Matriks Nilai Vektor Prioritas/Vektor Eigen

 Tabel 3 Matriks nilai alternatif

 

 

ALT1

ALT2

ALT3

ALT4

ALT5

Jumlah

Eigen Vektor

ALT1

0.3243

0.3592

0.3037

0.2647

0.2352

1.4874

0.2974

ALT2

0.3243

0.3592

0.4556

0.3529

0.2941

1.7863

0.3572

ALT3

0.1621

0.1197

0.1518

0.2647

0.2352

0.9338

0.1867

ALT4

0.1081

0.0898

0.0506

0.0882

0.1764

0.5132

0.1026

ALT5

0.0810

0.0718

0.0379

0.0294

0.0588

0.2791

0.0558

 

Pada tabel diatas merupakan pembagian tiap sel dari nilai perbandingan dengan jumlah kolom pada tabel matrik perbandingan berpasangan, untuk kolom jumlah didapatkan dengan menjumlahkan setiap baris pada tabel, sedangkan kolom vektor eigen didapatkan dengan pembagian kolom jumlah dengan banyaknya data kriteria/alternatif.

  

 

  1. Menghitung konsistensi nilai Vektor Eigen

 

Seteleh mendapatkan hasil Vektor Eigen pada masing-masing tabel kriteria/alternatif maka dilakukan perkalian antara kolom jumlah pada tabel matriks perbandingan dengan kolom vektor eigen kemudian dilakukan penjumlahan dari hasil perkalian untuk mendapatkan lamda maksimal (λmaks). Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mencari apakah nilai yang didapat sudah konsisten.

 

Perhitungan nilai konsistensi alternatif

 λmaks = 5.2536

 n (jumlah alternatif) = 5

 CI = ((λmaks-n)/(n-1)) = ((5.0905-5)/(5-1)) = 0.0634

 CR = (CI/IR) = 0.0634/1.12 = 0.0566

 0.0566 < 0.100, karena nilai CR < 0.100 maka perbandingan berpasangan memiliki konsistensi yang sesuai.

 

4.     Hasil dan Pembahasan

4.1 Pengujian Metode AHP

Pada proses pengujian metode ahp ini, bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode ahp terhadap sistem yang dibuat sudah sesuai dengan perhitungan metode ahp secara manual. Untuk pengujian ini akan diambil contoh perhitungan manual pada alternative, kemudian hasilnya akan dibandingkan dengan perhitungan yang dilakukan di dalam sistem yang dibuat.

Berdasarkan perhitungan manual pada data alternatif yang telah dipaparkan pada bab 3, maka diperoleh nilai vektor eigen/bobot nilai dari setiap alternative sebagai berikut :

 Tabel 4 Nilai Vektor Eigen perhitungan manual

 Kode Alternatif

 

Nilai Vektor Eigen

ALT1

0.4162

ALT2

0.2617

ALT3

0.1611

ALT4

0.0985

ALT5

0.0624

 

 Hasil perhitungan data alternatif yang dilakukan oleh sistem adalah sebagai berikut :

 

 

  Gambar 2 Nilai vektor eigen perhitungan sistem

 

Berdasarkan perbandingan yang dilakukan, nilai vektor eigen data alternatif yang dihitung secara manual dan nilai vektor eigen data alternatif yang dilakukan oleh sistem menghasilkan nilai yang sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan perhitungan metode ahp pada sistem sudah benar.

 

4.2 Analisa Perbandingan Hasil Evaluasi Antara Manual Dan Sistem

  Pada analisa ini akan membahas tentang hasil evaluasi diklat yang diperoleh dari evaluasi secara manual dan dengan sistem yang menggunakan metode ahp. Pada analisa ini, contoh yang diambil adalah hasil evaluasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu diklat PLC Aplikasi PT. Bentoel yang diikuti oleh 7 orang peserta.

 a.        Hasil Manual

 

 

 

Gambar 3 Hasil evaluasi manual

 b.       Hasil Sistem

 

 Gambar 4 Hasil evaluasi sistem

 

Dari hasil perbandingan antara hasil evaluasi manual dan dengan sistem, hasil yang diperoleh adalah nilai untuk setiap kriteria terdapat beberapa perbedaan anatara hasil manual dan sistem, tetapi untuk hasil keseluruhan nilai yang diperoleh adalah sama.

5.     Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian pembuatan aplikasi evaluasi penyelenggaraan diklat di PPPPTK Malang menggunakan metode analytical herarchy process (AHP) berbasis web yaitu :

a.      Pada sistem ini dapat melakukan pengolahan evaluasi diklat, petugas dapat membuat daftar diklat yang akan dievaluasi dan daftar peserta yang akan menilai diklat, kemudian melihat hasil evaluasinya.

 b.Perancangan kriteria diperoleh dari unsur penilaian  penyelenggaraan diklat yang ada pada kuisioner evaluasi diklat sedangkan alternatif diperoleh dari nilai terhadap setiap unsur penilaian, kemudian dilakukan proses perbandingan berpasangan antar setap kriteria dan alternatif. Kemudian dicari nilai bobot prioritas dari setiap komponen yang dijadikan nilai penentu dari evaluasi diklat.

c.      Metode ini dapat diterapkan pada proses pencarian hasil evaluasi, proses perhitungan dari sistem aplikasi ini adalah setiap nilai bobot kriteria akan dikalikan dengan nilai bobot  dari setiap alternatif. Kemudian hasilnya akan dikalikan dengan banyaknya jumlah alternatif yang dipilih oleh peserta, kemudian hasil dari setiap alternatif akan dibandingkan alternatif mana yang memiliki nilai terbesar, maka alternatif itulah yang akan menjadi hasil penilaian dari kriteria penilaian diklat. Berdasarkan perbandingan hasil evaluasi diklat secara manual dan dengan menggunakan aplikasi dengan metode ahp ini menggunakan 3 sampel hasil evaluasi yang telah dilaksanakan di PPPPTK Malang, bahwa 95% hasil penilaian pada setiap kriteria yang diperoleh adalah sama dan 5% berbeda, perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan perhitungan penentuan hasil evaluasi yang dilakukan secara manual dan dengan sistem, tetapi 100% hasil akhir penilaian dari evaluasi diklat yang diperoleh adalah sama.

 

 

Daftar Pustaka

 Anneahira, 2012. Pengertian Website. (http://www.anneahira.com/pengertian-website.html ,diakses tanggal 22 Desember 2013)

Articlecenter.org, 2012. Pengertian mysql. (http://www.articlecenter.org/pengertian-mysql-my-structure-query-language, diakses tanggal 22 Desember 2013)

 Bastian, Indra. 2007. Akuntansi untuk LSM dan partai politik. Jakarta: PT Penerbit Erlangga.

  Brigida, 2012. Langkah-langkah metode AHP. (http://informatika.web.id/langkah-langkah-metode-ahp.htm ,diakses tanggal 22 Desember 2013)

 Camie, 2013. Pengertian Aplikasi. (http://www.mlarik.com/2013/07/pengertian-aplikasi-komputer.html, diakses tanggal 22 Desember 2013,)

 Madiun, Madcoms. 2011. Dreamweaver CS5 PHP-MySQL untuk Pemula. Mengenal PHP, Tipe Data, Variabel dan Operator. Yogyakarta : C.V Andi Offset (Penerbit Andi).

 Marimin. 2004. Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Jakarta : Grasindo.

 Marimin., Hendri Tanjung, & Haryo Prabowo. 2006. Sistem informasi manajemen sumber daya manusia. Jakarta : Grasindo.

Ramadhan, Arief. 2005. Seri pelajaran komputer internet dan aplikasinya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Riadi, Muchlisin. 2012. Pendidikan dan Pelatihan. (http://www.kajianpustaka.com/2012/11/pendidikan-dan-pelatihan.html, diakses tanggal 22 Desember 2013)

Siagian, Sondang P. 1992. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Utami, Emi., Sukrisno. 2005. 10 langkah belajar logika dan lagoritma menggunakan bahasa C dan C++ di GNU/Linux. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Wibisono, Dermawan. 2003. Riset bisnis panduan bagi praktisi dan akademisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Wijaya. 1990. Administrasi Kepegawaian Suatu Pengantar. Jakarta: CV Rajawali Pers.

Yuhefizar. 2008. 10 jam menguasai internet: teknologi dan aplikasinya. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

 

 

 

 

Strategi Pelaksanaan Program Diklat Kompetensi Bidang Keahlian Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Dalam Rangka Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013 Pada Departemen TI P4TK BOE Malang

 Strategi Pelaksanaan Program Diklat Kompetensi Bidang Keahlian Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) Dalam Rangka Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013 Pada Departemen TIP4TK BOE Malang

Abdul Munif, S.Pd.,S.ST.,M.Kom (Widyaiswara)

 

1.      Latar belakang

 Definisi TIK mencakup pada dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat satu ke lainnya.  Awal mula TIK muncul merupakan perpaduan antara teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya. (wikipedia). Perkembangan perangkat Lunak dalam TIK saat ini mengarah kepada sistem otomatisasi, kecerdasan buatan yang mengoptimalisasi sistem komputer, embeded sistem, micro atau minimal sistem dimana sistem tersebut dapat berfikir, mempunyai prilaku dan sanggup memberikan keputusan sesuai dengan kepakaran manusia. Perkembangan perangkat keras TIK mengarah kepada perangkat sistem bergerak (mobile) yang dapat diakses dari mana saja, distributed computing, paralel computing, claud computing, jaringan komputer akses kecepatan tinggi dan media penyimpanan data yang sangat besar.

 Peran TIK dalam dunia pendidikan adalah sebagai salah satu media teknologi pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam pendidikan muncul istilah e-book, digital library, e-learning, distance learning, computer base trainning (CBT), web base learning dan mobile learning. Dengan menggunakan fasilitas internet web browsing, blog, e-mail,  chatting, jejaring sosial, vedio conference pendidik dan peserta didik dapat berinteraksi, berdiskusi, sharing informasi kapan saja dan dimana saja berada.

 Visi kemendikbud 2014 adalah terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan dan Kebudayaan untuk Membentuk Insan Indonesia yang Cerdas dan Beradab. Insan yang cerdas komprehensif meliputi cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.  Sementara itu program kegiatan pelatihan guru 2014 banyak diwarnai dengan sosialisasi kurikulum 2013. Kurikulum 2013 masih menerapkan konsep kurikulum berbasis kompetensi dengan memperbaiki metodologi pembelajaran. Tanpa metodologi pembelajaran yang sesuai, tak akan terbentuk kompetensi yang diharapkan. Salah satu metode yang dikembangkan adalah metode saintifik. Dalam metode ini pencapaian kompetensi lulusan meliputi ranah keterampilan melalui metode ilmiah (mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji,  menalar, mencipta), kemampuan pikir serta tindak yang produktif  dan kreatif, dalam ranah konkret dan  abstrak, sesuai dengan yang  ditugaskan kepada peserta didik. (Mohammad Abduhzen, “Urgensi Kurikulum 2013”)

 

 2.   Kurikulum 2013

 Kurikulum 20013 dibangun dari pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dirilis tahun 2004 dan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) tahun 2006. Kurikulum 20013 mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan secara terpadu untuk setiap mata pelajaran. Inti kurikulum 2013 adalah adanya upaya penyederhanaan kurikulum KTSP dan mempunyai sifat tematik integratif. Kurikulum 2013 ini disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi tantangan masa depan. Titik berat kurikulum 2013 adalah bertujuan agar peserta didik atau siswa memiliki kemampuan yang lebih dalam melakukan:

  •  observasi  atau pengamatan
  • menanya atau wawancara
  • menalar atau mengasosiasikan
  • mengkomunikasikan atau mempresentasikan apa yang diperoleh

 Sedangkan obyek pembelajaran kurikulum 2013 adalah meliputi fenomena alam, sosial, teknologi, seni dan budaya. Melalui pendekatan saintifik dan penilaian otentik diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan dan pengetahuan yang jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan produktif sehingga dapat menghadapi berbagai persoalan dan tantangan untuk memasuki masa depan yang lebih baik.

Sebagaimana kurikulum 2006, kurikulum 20013 dalam pelaksanaan mengacu kepada delapan standar pendidikan dengan empat elemen mengalami perubahan. Keempat elemen yang mengalami perubahan tersebut adalah : 1). Standar kompetensi lulusan, 2). Standar proses, 3). Standar isi dan 4) Standar penilaian.

 Dalam standar proses menerapkan model pendekatan pembelajaran saintifik dan kontekstual. Dalam pendekatan saintifik Kemampuan kreativitas diperoleh melalui Observing [mengamati], Questioning [menanya], Associating [menalar], Experimenting [mencoba] dan Networking [Membentuk jejaring]. Dalam penilaian autentik meliputi Penilaian Kinerja, Penilaian Proyek, Penilaian Portofolio dan Penilaian Tertulis

 

 Gambar 1.Diagram Proses Metode Scientifik-Eksperimen Ilmiah Kurikulum 2013

 

 3.      Sekilas Departemen TI

 Untuk menjawab tantangan dalam latar belakang, P4TK BOE VEDC Malang menyelanggarakan program diklat kompetensi bidang keahlian TI. Program diklat TI diawali tahun 2002 dibawah naungan LABO TI departemen listrik dan elektronika. Pada tanggal 1 februari 2005 secara resmi kegiatan program diklat TI dikelola oleh departemen TI yang terpisah dari departemen Listrik elektronika.

 Visi departemen TI 2014 adalah “Menjadi pusat unggulan Teknologi Informasi yang mampu sebagai penggerak perubahan di era globalisasi bagi pendidikan dan pelatihan kejuruan di Indonesia dengan standar internasional” sedangan misinya antara lain adalah senbagai berikut :

  1.  Melatih tenaga kependidikan, tenaga industri dan masyarakat dengan pengetahuan dan ketrampilan kejuruan, manajerial, enterpreneurship, pembuatan teaching aid (software dan hardware ).
  2. Mengembangkan dan melaksanakan sistem sertifikasi dan uji kompetensi di bidang Teknologi Informasi.
  3. Mengembangkan dan melaksanakan teaching factory dengan memanfaatkan idle capacity melalui Unit produksi dan Jasa ( PROJAS ).
  4. Berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan kejuruan  melalui pengembangan kemampuan manajerial, SDM, pengembangan program dalam penyelenggaraan pendidikan dan training yang ada di pemerintahaan Pusat, Daerah, Industri dan Masyarakat.
  5. Melaksanakan perbaikan secara terus menerus ( continual improvement) dalam pelayanan dan penyelenggaraan program serta aktivitas institusi.

 Selama kurang lebih sembilan tahun semenjak berdirinya, departemen TI telah mengadakan pengembangan dan perubahan meliputi struktur organisasi, pengembangan staf maupun konten materi diklat. Saat ini jumlah staf di departemen TI adalah 19 orang yang terdiri dari 8 widyaiswara, 8 pengelola Laboratoriun dan 2 pengadministrasi umum. Dalam strukturnya Departemen TI terdiri dari 1 kadep, 1 wakadep dan enam kepala laboratorium. Keenam laboratorium beserta diklat yang dikembangkan tersebut adalah :

  1.  Laboratorium grafik dan kecerdasan buatan, mempunyai tugas pengembangan konten materi dan sertifikasi dibidang multimedia, kecerdasan buatan dan pengolahan citra. Meliputi diklat animasi 2D dan 3D, bahan ajar interaktif, pemorgraman Flash, pengolahan citra vedio dan audio.
  2. Laboratorium jaringan komputer, mempunyai tugas pengembangan konten materi dan sertifikasi dibidang perangkat keras dan jaringan komputer. Meliputi diklat sistem operasi open source, close source, cisco networking (discovery, exploration), microtik, IT essential, administrasi jaringan.
  3. Laboratorium basis data, pengembangan konten materi dan sertifikasi dibidang pengolahan basis data. Basis data dasar, basis data lanjut, administrasi basis data, sertifikasi OCA.
  4. Laboratorium Pemrograman, pengembangan konten materi dan sertifikasi dibidang teknik pemorgraman, seperti pemrograman java, C, dot Net, android, pemrograman mobile, web mobile, dan sertifikasi JENI (1,2,3,4,5,6) .
  5. Laboratorium rekayasa perangakat lunak, pengembangan konten materi dan sertifikasi dibidang rekayasa perangkat lunak, meliputi : pemodelan perangkat lunak, rekayasa kebutuhan, manajemen proyek perangkat lunak dan e-learning.
  6. Laboratorium common computing, pengembangan konten materi dan sertifikasi dibidang TIK, meliputi diklat aplikasi perkantoran, TIK bagi pendidik, TIK bagi tenaga kependidikan, simulasi digital, sertifikasi KKPI dan sertifikasi simulasi digital.

 Disamping program penyelenggaraan diklat dan uji komptensi juga pogram praktek industri bagi Siswa SMK, workshop bidang TIK, magang guru SMK, pembimbingan kompetensi guru dan proyek pengembangan teaching aid, software aplikasi, vedio shooting dan lain-lain.

 

 4.   Strategi penyiapan dan penyelenggaraan program

 Pada tingkat institusi penyiapan program melalui koordinasi dengan unit kerja yang terkait. Penyusunan rencana program, penentuan judul diklat, kapasitas kelas dikoordinasikan dengan seksi program. Pelaksanaan diklat seperti penjadwalan, panduan, penggunaan ruang, bahan dan ATK diklat dikoordinasikan dengan seksi penyelanggara. Penyiapan, pemanggilan dan verifikasi peserta dikoordinasikan dan seksi data dan informasi.

 Pada tingkat departemen persiapan dan penyeleanggaran program dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi antar laboratorium. Penanggung jawab  program adalah kadep, wakadep dan kalab sesuai programnya masing-masing. Sedangkan pelaksana program dapat dilakukan melalui kolaborasi antar laboratorium. Secara umum beberapa startegi yang dilakukan dalam penyelenggaraan program diklat didepartemen TI antara lain ialah :

  1.  Personal intersection. Kegiatan ramah tamah ini dilaksanakan sesaat sebelum diklat dimulai dan selelah acara pembukaan. Kepala departemen mengenalkan staf yang terlibat dalam program dan menjelaskan teknis pendukung program.
  2. Model pembelajaran mengintegrasikan model project base learning. problem base learning, Project Oriented Learning, dan Colaborative Learning. Dalam setiap topik peserta diberikan permasalahan dan dengan metode saintifik memecahkan masalah tersebut. Diakhir kegiatan  peserta merapkan semua topik yang dipelajari untuk mengerjakan proyek-proyek kecil.
  3. Collaboratif learning diterapkan dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian tugas dan proyek. Diskusi, akses materi dan ineteraksi diantara pendidik dan peserta menggunakan perangkat e-learning, digital library internet, chatting, diskusi forum.
  4. Model evaluasi pembelajaran menggunakan perangkat test online yang terintegrasi dengan sistem e-learning.
  5. Pengadministrasian peserta dan rekap hasil penilaian dikelola menggunakan aplikasi SIM diklat.
  6. Ragam program yang dijalankan meliputi diklat, uji kompetensi diklat dan uji sesuai dengan paket program yang tesedia. Peserta atau instansi dapat memilih program diklat sesuai dengan kebutuhan melalui program kerja sama (tailor made).

 

 Gambar 2. Tahapan dalam collaborative learning

 

   

 

Gambar 3. Situs e-learning internal departemen TI

     

 

Gambar 4. Situs digital library untuk sharing, unggah, unduh file

 

Program kegiatan departemen TI tahun 2014 sesuai dengan program kemendikbud  banyak diwarnai sosialisasi kurikulum untuk pengawas, kepala sekolah dan guru sasaran. Beberapa diklat kompetensi swadana yang diusulkan meliputi diklat pemrograman mobile, simulasi digital, DBMS, bahan ajar interaktif dan e-learning manajemen system. Pemrograman mobile membekali peserta didik kompetensi untuk pembuatan aplikasi yang berjalan di perangkat mobile. Simulasi digital mempelajari membekali peserta didik tentang simulasi visual, vedio presentasi, kelas virtual, dan buku digital. DBMS mempelajari tentang perancangan dan pembuatan aplikasi sistem manajemen basis data. Bahan ajar interaktif membekali peserta didik kompetensi dalam pembuatan media pembelajaran interaktif. E-learning mempelajari tentang perancangan dan implementasi e-learning dalam proses belajar mengajar.

 

 Gambar 5. Rencana Program diklat dan IHT departemen TI 2014

  Diklat literasi TIK merupakan diklat yang membekali peserta ketrampilan mengoperasikan program aplikasi komputer dan aplikasi internet. Aplikasi komputer meliputi paket program microsoft office (MS word, Ms exell, dan MS Power point). Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu guru dalam pembuatan silabus, GBPP, SAP bahan ajar, bahan tayang dan laporan penilaian. Aplikasi internet dimanfaatkan sebagai implmenetasi collabortive learning yang menggunakan layanan surat elektronik, blog, jejaring sosial, dan browsing sebagai mesin pencari sumber belajar diinternet. Diklat leterasi TIK yang telah dilaksanakan di tahun 2013 tesebut diperuntukkan bagi guru-guru sekolah dasar dari berbagai daerah dengan prioritas pada daerah yang terjauh dan tertinggal.

 

 

Gambar 6. Diklat TIK Guru SMA dan SMK

 

Diklat kompetensi sistem operasi diperuntukkan bagi guru-guru produktif bidang keakhlian TIK dari SMK / MAK. Diklat ini membekali peserta pengetahuan dan ketrampilan yang meliputi identifikasi dan mengoperasikan personal komputer, instalasi sistem operasi, konfigurasi dasar sistem operasi, administrasi sistem operasi, trouble shooting sistem operasi. Perangkat lunak sistem operasi yang digunakan berbasis open source (Linux) dan closed source (windows). Di akhir program peserta diklat melakukan uji kompetensi yang meliputi pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat diklat dan sertifikat kompetensi bagi yang lulus uji kompetensi. Peserta dinyatakan lulus uji kompetensi jika mempunyai nilai rata-rata 80 dari kedua asessor dan hanya ada satu komponen nilai (pengetahuan, sikap dan ketrampilan) memiliki nilai minimal 76.

 

 

Gambar 7. Diklat dan uji kompetensi sistem Operasi Guru SMK

 

 

 

Gambar 8.Aktifitas Belajar Dalam Project Based Learning dan Problem  Based learning

 

  5.         Daftar Pustaka

 

 ............... “Pengembangan kurikulum 20013”, bahan penyegaran nara sumber pelatihan Guru untuk implementasi kurikulum 20013, kementrian pendidikan dan Kebudayaan/

 

 Mohammad Abduhzen, 2013, “Urgensi Kurikulum 2013”, kementrian pendidikan nasional Republik Indonesia

 

 ..............., http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi, diakses 10 Maret 2014; 10:07

 

 ..................”.Rencana strategis jangka pendek Departemen TI”, PPPPTK Bidang otomotif dan elektronika, kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2014.

 

 ..................”,Dokumen penyelenggaraan diklat kompetensi 2013”, Departemen TI PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika, Kementrian pendidikan dan kebudayaan, 2013.

 

 

 

 

Sistem Pendukung Keputusan AHP Dengan Perangkat Lunak Expert Choice

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

DENGAN PERANGKAT LUNAK EXPERT CHOICE

 

Eko Subiyantoro Widyaiswara Muda Departemen Teknologi Informasi email: ekovedc@gmail.com

Abstrak

Pada dasarnya pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis pada hakekat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi, dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.Pembuat keputusan kerap kali dihadapkan pada kerumitan dan lingkup pengambilan keputusan dengan data yang begitu banyak. Untuk kepentingan itu, sebagianbesar pembuat keputusan dengan mempertimbangkan resiko manfaat/biaya, dihadapkan pada suatu keharusan mengandalkan seperangkat sistem yang mampu memecahkan masalah secara efisien dan efektif, yang kemudian disebut Sistem Pendukung Keputusan (SPK).

Prinsip  kerja  AHP  adalah penyederhanaan  suatu  persoalan kompleks yang tidak terstruktur, stratejik,  dan  dinamik  menjadi bagian-bagiannya,  serta  menata dalam  suatu  hierarki.  Kemudian tingkat  kepentingan  setiap variabel  diberi  nilai  numerik secara  subjektif  tentang  arti penting  variabel  tersebut  secara relatif  dibandingkan  dengan variabel  lain.  Dari  berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan  sintesa  untuk menetapkan  variabel  yang memiliki  prioritas  tinggi  dan berperan  untuk  mempengaruhi hasil pada sistem tersebut.

Expert Choice adalah sebuah perangkat lunak yang bisa membantu pembuat keputusan memeriksa dan menyelesaikan masalah yang melibatkan beberapa kriteria evaluasi . Perangkat lunak ini menggunakan metodologi Analytical Hierarcy Process (AHP) untuk memodelkan masalah keputusan dan mengevaluasi keinginan alternatif. Hirarki fungsional dengan tujuan keseluruhan luas ( atau tujuan ) pada tingkat tertinggi ( dikenal sebagai level nol ) . Tingkat lebih rendah sesuai dengan kriteria dan subkriteria masing-masing digunakan untuk memilih di antara alternatif

Keyword : Sistem Pendukung Keputusan(SPK),Analytical Hierarcy Process(AHP),Expert Choice

A.     Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini sangat pesat tidak hanya teknologi perangkat keras dan perangkat lunak saja, tetapi metode komputasi juga ikut berkembang. Salah satu metode komputasi yang cukup berkembang saat ini adalah metode sistem pengambilan keputusan (Decisions Support System). Dalam teknologi informasi, sistem pengambilan keputusan merupakan cabang ilmu yang letaknya diantara sistem informasi dan sistem cerdas.

Sistem pengambilan keputusan juga membutuhkan teknologi informasi, hal ini dikarenakan adanya era globalisasi, yang menuntut sebuah perusahaan untuk bergerak cepat dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Dengan mengacu kepada solusi yang diberikan oleh metode AHP (Analytical Hierarcy Process) dalam membantu membuat keputusan, seorang decision maker dapat mengambil keputusan tentang pemilihan supplier secara objektif berdasarkan multi kriteria yang ditetapkan.

Expert Choice adalah sebuah perangkat lunak yang bisa membantu pembuat keputusan memeriksa dan menyelesaikan masalah yang melibatkan beberapa kriteria evaluasi . Perangkat lunak ini menggunakan metodologi Analytical Hierarcy Process (AHP) untuk memodelkan masalah keputusan dan mengevaluasi keinginan relatif alternatif . Dr Saaty ( pengembang AHP ) adalah co - founder of Expert Choice Inc dan masih aktif dalam perusahaan , sehingga ada keyakinan penuh terhadap stabilitas dan pengembangan teknis perangkat lunak Expert Choice dengan metodologi AHP.

 

B.     Sistem Pendukung Keputusan

Pengertian sistem pendukung keputusan yang dikemukan oleh Michael S Scott Morton dan Peter G W Keen, dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 1998) menyatakan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah yangharus dibuat oleh manajer.  Menurut Raymond McLeod, Jr mendefinisikan sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya (McLeod, 1998).

Definisi menurut Litlle mengemukakan bahwa sistem pendukung keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data atau model.

  1. Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

Gambar 1. Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan

Karakteristik dan kemampuan sebuah sistem pendukung keputusan sebagai berikut :

Ø  Sistem Pendukung Keputusan menyediakan dukungan untuk pengambil keputusan utamanya pada keadaan-keadaan semistruktur dan tidak terstruktur dengan menggabungkan penilaian manusia dan informasi komputerisasi.

Ø  Menyedikan dukungan untuk tingkat manajerial mulai dari eksekutif sampai manajer.

Ø  Menyedikan dukungan untuk kelompok individu, problemproblem yang kurang terstruktur memerlukan keterlibatan beberapa individu dari departemen-departemen yang lain dalam organisasi.

Ø  Sistem pendukung keputusan menyediakan dukungan kepada independen atau keputusan yang berlanjut.

Ø  Sistem pendukung keputusan memberikan dukungan kepada semua fase dalam proses pembuatan keputusan inteligence, design, choice dan impelementasi.

Ø  Sistem pendukung keputusan mendukung banyak proses dan gaya pengambilan keputusan.

Ø  Sistem pendukung keputusan  adaptive  terhadap waktu, pembuat keputusan harus reaktif bisa menghadapi perubahan-perubahan kondisi secara cepat dan merubah sistem pendukung keputusan harus fleksibel sehingga pengguna dapat menambah, menghapus, mengkombinasikan, merubah dan mengatur kembali terhadap elemen-elemen dasar.

Ø  Sistem pendukung keputusan mudah digunakan. Pengguna merasa berada dirumah saat bekerja dengan system, seperti user friendly, fleksibelitas, kemampuan penggunaan grafik yang tinggi dan bahasa untuk berinteraksi dengan mesin seperti menggunakan bahasa inggris maka akan menaikan efektifitas dari sistem pendukung keputusan.

Ø  Sistem pendukung keputusan menaikkan efektifitas pembuatan keputusan baik dalam hal ketepatan waktu dan kualitas bukan pada biaya pembuatan keputusan atau biaya pemakaian waktu komputer.

Ø  Pembuat keputusan dapat mengontrol terhadap tahapan-tahapan pembuatan keputusan seperti pada tahap intelegence, choice dan implementation dan sistem pendukung keputusan diarahkan untuk mendukung pada pembuat keputusan bukan menggantikan posisinya.

Ø  Memungkinkan pengguna akhir dapat membangun sistem sendiri yang sederhana. Sistemyang besar dapat dibangun dengan bantuan dari spesialis sistem informasi.

Ø  Sistem pendukung keputusan menggunakan model-model standar atau buatan pengguna untuk menganalisa keadaankeadaan keputusan. Kemampuan modelingmemungkinkan bereksperimen dengan strategiyang berbeda-beda dibawah konfigurasi yang berbeda-beda pula.

Ø  Sistem pendukung keputusan mendukung akses dari bermacam-macam sumber data, format, dan tipe, jangkauan dari sistem informasi geografi pada orientasi obyek.

C. Metode AHP

Metode AHP dikembangkan oleh Thomas L. Saaty, seorang ahli matematika. Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan efektif atas persoalan yang kompleks dengan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagian-bagiannya, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, member nilai numerik pada pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel yang mana yang memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada situasi tersebut. Metode AHP ini membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menstruktur suatu hirarki kriteria, pihak yang berkepentingan, hasil dan dengan menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan logika yang bersangkutan pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang beragam menjadi hasil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat. (Saaty, 1993).

Proses hierarki adalah suatu model yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masing-masing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan darinya. Ada dua alasan utama untuk menyatakan suatu tindakan akan lebih baik dibanding tindakan lain. Alasan yang pertama adalah pengaruh-pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang tidak dapat dibandingkan karena sutu ukuran atau bidang yang berbeda dan kedua, menyatakan bahwa pengaruh tindakan tersebut kadang-kadang saling bentrok, artinya perbaikan pengaruh tindakan tersebut yang satu dapat dicapai dengan pemburukan lainnya. Kedua alasan tersebut akan menyulitkan dalam membuat ekuivalensi antar pengaruh sehingga diperlukan suatu skala luwes yang disebut prioritas.

Prinsip Dasar dan Aksioma AHP

AHP didasarkan atas 3 prinsip dasar yaitu: 

Ø  Dekomposisi

Dengan prinsip ini struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian-bagian secara hierarki. Tujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus. Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan, kriteria dan level alternatif. Tiap himpunan alternatif mungkin akan dibagi lebih jauh menjadi tingkatan yang lebih detail, mencakup lebih banyak kriteria yang lain. Level paling atas dari hirarki merupakan tujuan yang terdiri atas satu elemen. Level berikutnya mungkin mengandung beberapa elemen, di mana elemen-elemen tersebut bisa dibandingkan, memiliki kepentingan yang hampir sama dan tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok. Jika perbedaan terlalu besar harus dibuatkan level yang baru. 

Ø  Perbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments). 

Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen. Penilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka. Perbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas. 

Ø  Sintesa Prioritas

Sintesa prioritas dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke tiap elemen dalam level yang dipengaruhi kriteria. Hasilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas global yang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya. 

Persoalan yang akan diselesaikan, diuraikan menjadi unsur-unsurnya, yaitu kriteria dan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki seperti Gambar 2. di bawah ini :

 

Gambar 2. Struktur Hierarki AHP

 

 

D.     Expert Choice

Expert Choice Pro adalah sebuah aplikasi Windows yang membutuhkan minimal 8 MB RAM dan 10 MB ruang disk . Sebagai bagian dari review ini , program ini berjalan di bawah Windows dan Windows 95 tanpa menghadapi masalah di bawah lingkungan baik . Versi 9.0 bermigrasi DOS rilis sebelumnya ke Windows dan , menurut literatur produk, menggabungkan 15 kemampuan dan fitur baru , termasuk meningkatkan kemampuan interface dan modul Penataan baru .

Gambar 3. Distributor perangkat lunak Expert Choice

Expert Choice model keputusan Pro mengikuti format standar AHP , hirarki fungsional dengan tujuan keseluruhan luas ( atau tujuan ) pada tingkat tertinggi ( dikenal sebagai level nol ) . Tingkat lebih rendah sesuai dengan kriteria dan subkriteria masing-masing digunakan untuk memilih di antara alternatif .

E.      Penyelsaian Permasalahan dengan Expert Choice

Eljava Mifzal Herbiyan berulang tahun yang ke-17, Kedua orang tuanya janji untuk membelikan sepeda motor sesuai yang diinginkan. Elja memiliki pilihan yaitu motor Ninja, Tiger dan Vixsion . Elja memiliki criteria dalam pemilihan sepeda motor yang nantinya akan dia beli yaitu : sepeda motornya memiliki desain yang bagus, berkualitas serta irit dalam bahan bakar.

 

Tahap 1

Ø  Membuat projek : menentukan tujuan dan kreteria

   

Gambar 4. Penetuan tujuan, kreteria dan alternatif dalam Expert Choice

 Tahap 2

Ø  Menentukan botot dari masing – masig kriteria Desain lebih penting 2 kali dari pada Irit. Desain lebih penting 3 kali dari pada Kualitas Irit lebih penting 1.5 kali dari pada kualitas

Gambar 5. Penetuan pair comparation matrix dan pengujian kosistensi

Tahap 3

Ø  Penentuan alternatif berdasarkan penilaian kreteria pair-wire comparation

Gambar 6. Penilaian alternatif berdasarakan kreteria desaian dan irit

 

Gambar 7. Penilaian alternatif berdasarakan kreteria kualitas

Tahap 4

Ø  Pengujian sintesis dan penyajian analisa data penentuan alternatif


 Gambar 8. Penyajian pengujian sintesis

Berdasarkan table di atas maka dapat di ambil kesimpulan bahwa yang memiliki skor paling tinggi adalah Ninja yaitu 0,525 , sedangkan disusul tiger dengan skor 0,294 dan yang terakhir adalah Vixsion dengan skor 0,191. Akhirnya Eljava  akan membeli motor Ninja.

 F.      Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:

  • Metode  AHP ini mampu untuk menghasilkan suatu keputusan yang tepat.
  • Dengan memakai metode ini, kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika pengambilan keputusan seperti keterlambatan dalam mengambil keputusan dapat berkurang.
  • Perangkat lunak Expert Choise merupakan aplikasi yang fleksibel sehingga dapat memungkinkan personal maupun departemen untuk dapat mengubah nilai dari kriteria-kriteria yang ada bahkan dapat digunakan untuk multiple kreteria.

G.     Daftar Pustaka

Andi, 2003, Pengembangan Sistem Pakar Menggunakan Visual Basic, Andi Offset, Yogyakarta

Kuswara Setiawan,2003, Paradigma Sistem Cerdas, Bayumedia Publishing, Malang

____________,2012, Expert Choice Desktop Powerful Performance for Organizational Decision-Making ,http://expertchoice.com/products-services/expert-choice-desktop,@2012 Expert Choice. All Rights Reserved.

 

 

 

 

Menapak di Era Digital dengan Memasyarakatkan Buku Digital

MENAPAK DI ERA DIGITAL DENGAN MEMASYARAKATKAN BUKU DIGITAL

    (Eko Subiyantoro Widyaiswara Muda Departemen Teknologi Informasi PPPPTK BOE Malang)

 

ABSTRAK

Tantangan era digital di Indonesia adalah harus berusaha menyetarakan atau mengikuti perkembangan zaman akan perkembangan teknologi dunia, karena perkembangan teknologi dan informasi sangatlah pesat. Bangsa Indonesia harus meningkatkan kreatifitasnya dalam dunia teknologi agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang sekarang ini dalam kondisi yang serba mutakhir. Perkembangan era digitalisasi hanya membutuhkan waktu tiga dekade. Media informasi menjadi ranah pertama yang terambah oleh gelombang revolusi teknologi, diantaranya dengan dunia penerbitan buku, yang dewasa ini disibukkan dengan mengkonversi buku-bukunya ke dalam format digital: e-book, enhanced book, interactive book dan lain-lain. Media informasi memang selalu menjadi gerbang yang mengantarakan sebuah zaman dari suatu era menuju era lainnya. Media informasi merupakan salah satu alat provokasi paling ampuh dan efektif guna mengubah pola pikir seseorang atau bahkan publik secara kolektif.

Buku digital adalah masa depan. Kapan konsumen di Indonesia terbiasa untuk mengonsumsi buku digital memang masih jadi pertanyaan yang harus dijawab. Namun, inovasi tidak boleh berhenti walau mungkin pasar buku digital sendiri saat ini belum terbentuk.  Pada Juli 2010, toko online Amazon.com melaporkan bahwa penjualan ebooks(buku digital) di perangkat Kindle mereka untuk pertama kalinya melebihi buku dengan hardcover. Di tahun yang sama, penjualan ebooksdi Amerika baru mewakili sekitar 8,5% dari total penjualan buku. Namun, pada kuartal pertama 2012, total penjualan ebooks di Amerika sudah mengungguli penjualan buku biasa.

Fakta ini menunjukkan seberapa cepatan perubahan gaya hidup, serta penerimaan konsumen terhadap buku digital. Proses membaca, membeli, serta mengoleksi buku seharusnya dapat dilakukan dengan mudah. Dengan beralih ke buku digital,masyarakat dapat mengoleksi ratusan bahkan ribuan buku di perangkat smartphone atau tablet mereka dengan praktis.

 

Keyword : Digitalisasi, buku digital, e-book, smartphone 

 

A.     Perkembangan Era Digital

 

Perubahan pesat teknologi ke arah kemajuan globalisasi berdampak ke hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Apabila pemanfaatan teknologi tidak diatur dengan baik, maka ada kecenderungan pemanfaatan teknologi tersebut menjadi tidak terkendali yang berakibat pada pelanggaran hukum. Era globalisasi saat ini menjadi sangat tergantung pada kemajuan teknologi yang dapat menciptakan efisiensi dengan jangkauan wilayah yang luas tanpa dihalangi oleh batas-batas negara. Salah satu wujud teknologi yang berhasil menjawab kebutuhan tersebut adalah teknologi internet. Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki berupa jaringan yang dapat menjangkau ke seluruh pelosok dunia, internet berhasil merambah seluruh bidang aktifitas manusia. Hal tersebut menempatkan internet sebagai media informasi yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat global. Meluasnya pemakaian internet di segala aspek kehidupan manusia ternyata membawa konsekuensi tersendiri. Perdana Menteri Perancis François Fillon mengungkapkan bahwa era globalisasi bukan hanya sekadar era yang terkait dengan pasar bebas dan kebebasan untuk memperkaya negara masing-masing, melainkan era globalisasi adalah era ketika hak asasi manusia dan demokrasi dijunjung tinggi. Yang mendasari revolusi era digital adalah perkembangan computer elektronik digital khususnya mikro prosesor dengan kinerjanya terus meningkat, yang memungkinkan teknologi komputer dapat ditransmisi ke berbagai objek seperti yang saat ini menjadi trend kamera pemutar musik pribadi. Tidak kalah pentingnya adalah perkembangan teknologi transmisi termasuk jaringan komputer berakses internet penyiaran digital, ponsel berbasis Third-Generation Technology atau 3G, yang berkembang pesat pada tahun 2000, juga memainkan peran yang sangat besar dalam revolusi digital karena secara bersamaan media digital tersebut memenuhi kebutuhan masyarakat modern akan informasi, komunikasi, dan konektifitas online. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi. Perkembangan era digitalisai hanya membutuhkan waktu tiga dekade. Media informasi menjadi ranah pertama yang terambah oleh gelombang revolusi teknologi, diantaranya dengan dunia penerbitan buku, yang dewasa ini disibukkan dengan mengkonversi buku-bukunya ke dalam format digital: e-book, enhanced book, interactive book dan lain-lain. Media informasi memang selalu menjadi gerbang yang mengantarakan sebuah zaman dari suatu era menuju era lainnya. Media informasi merupakan salah satu alat provokasi paling ampuh dan efektif guna mengubah pola pikir seseorang atau bahkan publik secara kolektif. Tanda yang signifikan dalam era digital saat ini adalah perkembangan yang sangat cepat pada sektor ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan era digital di Indonesia utamanya dimana bangsa Indonesia harus berusaha menyetarakan atau mengikuti perkembangan zaman akan perkembangan teknologi dunia, karena perkembangan teknologi dan informasi sangatlah pesat. Bangsa Indonesia harus meningkatkan kreatifitasnya dalam dunia teknologi agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang sekarang ini dalam kondisi yang serba mutakhir.

1.     Masyarakat Digital

Pelajar saat ini sudah sangat berbeda dengan pelajar pada jaman dulu dimana pola belajar hanya dilakukan secara off line atau tatap muka. Perlu di ketahui bahwa pelajar saat ini adalah masyarakat digital (digital society ), masyarakat dimana terlahir ketika teknologi sudah hadir dikehidupan mereka. Namun, perubahan teknologi yang begitu masiv ini membuat pelajar mengalami kesulitan untuk adaptif mengikuti trend mengingat masing-masing memiliki kondisi ekonomi dan budaya yang bervariasi. Di dunia baru mereka yang disebut world of technology , anak-anak bagaikan ‘bolang’ (bocah petualang) yang tersesat di hutan yang sangat liar namun juga sangat menyenangkan bagi mereka, jika mereka tidak diberi pedoman serta bimbingan yang intensif mereka akan menjadi penghuni dunia teknologi yang hidupnya penuh simulasi dan representasi. Untuk itu, mereka sangat membutuhkan bimbingan dan instruktur yang baik agar mereka dapat menjadi masyarakat digital yang mandiri, cerdas, kreatif dan ‘melek’ teknologi.

 Bukankah pelajar akan banyak menemui kesulitan serta masalah jika mereka tidak memiliki instruktur yang peduli dengan mereka? Untuk itu peran pendidik adalah memberi bimbingan dengan membuat rencana konkret guna membentuk siswa menjadi masyarakat digital yang baik dan kontributif. Dalam implementasinya, proses bimbingan bisa dilakukan dua cara yaitu cara konvensional off line(langsung/tatap muka) dan on line (virtual guidance). Perlu diketahui bahwa kehidupan mereka saat ini dihabiskan dengan berinteraksi di dunia digital dengan memanfaatkan media-media komunikasi on line seperti media sosial Facebook, Twitter, Whatsup, BBM (Blackbeery Massanger ), Yahoo Massanger dan masih banyak lagi. Dengan demikian, mereka tidak cukup mendapat bimbingan secara tatap muka saja (langsung) namun mereka juga butuh bimbingan via digital (virtual/on line) mengingat mereka adalah masyarakat digital.

 

 

 B.     Kelebihan dan Keuntungan Membaca Buku Digital

E-book atau electronic book (atau juga digital book) adalah evolusi dari buku cetak yang biasa kita baca sehari-hari. Dibandingkan dengan pendahulunya, e-book menawarkan berbagai macam manfaat yang memudahkan kita menimba ilmu dan menambah wawasan. E-book adalah buku elektronik yang bisa disimpan dengan mudah di perangkat elektronik kita. Kapasitas memori sebesar 1 GB sekalipun bisa memuat ratusan e-book. Jika kita punya ratusan buku cetak, sudah pasti kita butuh rak buku yang cukup besar untuk menyimpannya.E-book kini sudah semakin mudah didapat dan diakses. Apalagi untuk keperluan pendidikan. E-book adalah buku yang dipublikasikan dalam format digital berisi tulisan, gambar, yang dapat dibaca memalui perangkat komputer atau perangkat digital lainnya. E-book ini biasanya merupakan salah satu format alternatif dari buku cetak. Ada banyak kelebihan e-book yang tidak dimiliki buku cetak. Buku elektronik adalah bagian dari gaya hidup modern yang didukung perangkat elektronik. Di Amerika Serikat, kehadiran e-book semakin menggeser buku cetak.

Gambar 1. Cara Mengakses Digital Book

E-book Lebih Praktis dan Mudah Dibawa

Jika anda ingin membaca e-book dimanapun anda berada, anda cukup menyalakan perangkat elektronik anda (entah itu smartphone, tablet, atau e-book reader). Selama anda memegang perangkat elektronik itu, anda bisa membawa ratusan bahkan ribuan buku elektronik dengan mudah. E-book adalah buku digital sehingga tidak memerlukan wadah penyimpanan dalam bentuk fisik.

E-book Ramah Lingkungan

Buku cetak bisa menghabiskan banyak sekali pohon yang kita perlukan untuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Jika semua pohon habis ditebang untuk membuat buku cetak, tentunya kita sendiri akan merugi. Sebaliknya, e-book tidak memerlukan pohon karena bentukya digital. E-book bisa disalin sebanyak yang Anda suka hanya dengan mengklik tombol “copy” di perangkat elektronik. Sementara itu, pencetak buku membutuhkan ratusan lembar kertas hanya untuk membuat satu salinan buku.

E-book Tahan Lama

E-book adalah buku yang tahan lama atau bahkan abadi (everlasting). Ia tak akan mudah rusak dimakan usia. Berbeda dengan buku cetak yang makin lama akan makin menguning dan rusak. Selama data kita tidak terserang virus, dan hal ini bisa dicegah dengan penggunaan computer yang hati-hati dan pemasangan software anti virus, maka e-book kita akan tetap bagus kondisinya meski usianya sudah puluhan tahun. Bandingkan dengan buku, yang mudah rusak, sobek, hilang, tulisannya pudar dan berjamur bila usia buku sudah tahunan.

E-book Lebih Simple

E-book dinilai lebih simple untuk dibawa dan disimpan, dibandingkan dengan buku cetak. Dengan format e-book, anda tak butuh lagi tas besar untuk membawa beberapa buku atau rak buku berderet-deret untuk menyimpan koleksi buku anda. Anda hanya butuh e-book readers untuk membawa atau menyimpan buku-buku anda.

E-book Lebih Murah

Ebook tidak perlu proses pencetakan hingga penerbitan yang memakan banyak biaya, sehingga e-book bisa menjadi lebih murah daripada buku cetak. Selain itu ada beberapa e-book yang kami memberikan secara gratis.

E-book Lebih Portable

Asalkan ada hardware yang kompatibel untuk mengoperasikan ebook yang berekstensi .pdf dan .exe ini, mau dimanapun dan kapanpun juga kita akan tetap bisa menikmati bacaan di dalam e-book dengan nyaman. Apa hardware yang dimaksud? Laptop bisa. Tablet bisa. Handphone jenis tertentu juga bisa. Sangat portable bukan?

 

C.     Jenis Format Buku Digital

Berikut beberapa format yang tersedia untuk buku dalam format digital

Ø  AZW Amazon World. Sebuah format proprietary Amazon, yang menyerupai format MOBI kadang-kadang dengan dan kadang-kadang tanpa menyertakan Digital Rights Management (DRM). DRM pada format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.

Ø  EPUB – Electronic Publication. Format terbuka didefinisikan oleh Forum Open digital book dari International Digital Publishing Forum (idpf). EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML. Ini adalah standar yang sedang berkembang. Spesifikasi untuk EPUB dapat ditemukan di situs web IDPF, Adobe, Barnes & Noble, dan Apple, masing-masing memiliki DRM mereka sendiri. Format tersebut tidak kompatibel antara satu dengan yang lainnya. Saat ini sudah ada versi terbaru yaitu ePub 3, tetapi belum digunakan secara luas.

Ø  KF8 -Format Kindle Fire dari Amazon. Hal ini pada dasarnya sama dengan prinsip ePub yang disusun dalam pembungkus Palm File Database (PDB) dengan Digital Right Management (DRM) milik Amazon.

Ø  MOBI  Format MobiPocket, ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia pada hampir semua PDA dan Smartphone. Aplikasi Mobipocket pada PC Windows dapat mengkonversi Chm, doc, Html, OCF, Pdf, Rtf, dan Txt file ke format ini. Kindle menampilkan format mobipocket juga.

Ø  PDB - Palm File Database. Dapat menyertakan beberapa format buku digital yang berbeda, yang ditujukan untuk perangkat berbasiskan sistem operasi Palm. Pada umumnya digunakan untuk buku digital berformat PalmDOC (AportisDoc) dan format eReader juga.

Ø  PDF - Portable Document Format yang diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat mereka. Format ini secara tidak langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen. Dukungan perangkat lunak untuk format ini hampir mencakupi semua platform komputer dan perangkat genggam. Beberapa perangkat memiliki masalah dengan PDF karena kebanyakan konten yang tersedia akan ditampilkan baik untuk format A4 atau surat, yang keduanya tidak mudah dibaca ketika diperkecil sesuai layar kecil. Beberapa aplikasi pembaca buku digital dapat menyusun ulang tampilan beberapa dokumen PDF, termasuk Sony PRS505, untuk mengakomodasi layar kecil.

Ø  PRC - Palm Resource File, Sering menyertakan alat baca Mobipocket tetapi kadang-kadang menyertakan eReader atau alat baca AportisDoc.

Ø  HTML - Hyper Text Markup Language adalah tulang punggung dari World Wide Web. Banyak teks yang didistribusikan dalam format ini. Selain itu, beberapa pembaca e-book mendukung Cascading Style Sheets (CSS) yang pada dasarnya gaya utama panduan untuk halaman HTML.

Ø  CHM - Compressed HTML, sering digunakan untuk file bantuan Windows. Hal ini telah menjadi sangat populer untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.

Ø  XHTML - versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML. Ini adalah format standar untuk data epub.

Ø  XML - tujuan umum markup language untuk pertukaran data. Dalam konteks digital book umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang telah ditetapkan.

 

D.    Aplikasi Pemformat Buku Digital

Sigil merupakan sebuah software editor untuk epub yang bersifat open source. Untuk mengunduh Sigil, anda dapat mengakses websitenya di https://code.google.com/p/sigil/. Beberapa fitur dari Sigil adalah sebagai berikut:

Ø  Gratis dan Open Source dengan lisensi GPLv3

Ø  Multiplatform: dapat dijalankan di Windows, Linux dan Mac

Ø  Multiple view: Book view, Code View dan Preview

Ø  Dapat langsung mengedit tampilan epub di book view

Ø  Generator daftar isi dengan support untuk heading multi-level

Ø  Editor metadata.

Sigil sudah mendukung import file video dan audio semenjak versi 0.7.0. Dalam buku ini kita akan menggunakan Sigil versi 0.7.2. Untuk mengunduh Sigil, siswa dapat meng-akses websitenya di https://code.google.com/p/sigil/.

 

Gambar 2. Tampilan Awal Sigil

 

Panel sebelah kiri merupakan file browser untuk file-file yang terdapat di dalam epub, panel tengah merupakan editor, dan panel sebelah kanan untuk daftar isi dari dokumen epub yang sedang dikerjakan. File instalasi perangkat lunak Sigil dapat ditemukan dan dapat diunduh pada laman Sigil. Proses instalasi perangkat lunak Sigil sebagai berikut.

 

Gambar 3. Proses Instalasi Perangkat Lunak Sigil

 

Terdapat berbagai macam perangkat lunak (software) untuk membaca epub, namun hanya sebagian yang dapat memutar file multimedia, antara lain:

Ø  Melalui komputer :

ü  aplikasi desktop -> GHP Reader

ü  Google Chrome -> Readium -> install dari chrome store -> beberapa video tidak dapat diputar

Ø  Melalui tablet / smartphone:

ü  Android -> Ideal Reader atau moon+reader -> install dari google play

ü  iOS -> iBooks

 

Gambar 4.  Perangkat Lunak Pembaca Buku Digital

 

2.     Membaca Buku Digital Melalui Readium

Untuk melakukan instalasi plugin Readium di Google Chrome, cukup buka halaman web http://readium.org dari Google Chrome, kemudian tekan tombol “install from chrome web store”, dan pilih “add”.

Gambar 5.  Memasang Plugin Readium

Untuk mengakses Readium, ketikkan chrome://apps/ di address bar Google Chrome Anda, dan silahkan pilih Readium dari daftar aplikasi GoogleChrome Anda.

 

 

Gambar 6.  Icon Readium Yang Sudah Terinstal

 

Untuk menambahkan buku ke dalam readium, tekan tombol “add new book” di pojok kanan atas Google Chrome, maka buku akan ditambahkan ke dalam pustaka Readium.

 

Gambar 7. Tampilan Buku-Buku Digital di Readium

 

Untuk mulai membaca buku, silahkan klik di gambar buku atau tombol “read”.

 

Gambar 8. Tampilan Buku Digital Ketika di Buka

E.     Kesimpulan

 

1.  Perkembangan era digitalisasi hanya membutuhkan waktu tiga dekade. Media informasi menjadi gerbang yang mengantarakan sebuah zaman dari suatu era menuju era lainnya. Media informasi merupakan salah satu alat provokasi paling ampuh dan efektif guna mengubah pola pikir seseorang atau bahkan publik secara kolektif. Tanda yang signifikan dalam era digital saat ini adalah perkembangan yang sangat cepat pada sektor ilmu pengetahuan dan teknologi.

2.  Buku digital adalah versi elektronik dari buku.   Jika     buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar. Terdapat berbagai format buku elektronik yang populer, antara lain adalah teks polos, pdf, jpeg, doc lit dan html.

 

3.      IBook, Google Play Books, Kindle Fire, Kobo, adalah sederet pilihan cara baru dalam membaca buku. Qbaca adalah aplikasi Android yang dikembangkan oleh Telkom, pengembang aplikasi ini menggunakan format EPUB3 yang akan membawa pengalaman membaca buku menjadi lebih nyaman dibaca, baik di layar smartphone yang kecil maupun di layar tablet yang lebih lebar, dengan fasilitas pengubahan ukuran dan jenis font, dan setting lain.

F.      Daftar Pustaka

Lintang Suharto Rivai, 2007, "Widyaiswara Menapak di Era Digital," PT. Sarana Komunikasi Utama, 2007

 

Tim Seamolec, 2013Simulasi Digital”, Jakarta  Seamolec 2013

 

Firdaus Azwar Ersyad, “Mendidik Masyarakat Digital ” 17 Maret 2014  https://www.academia.edu/5002586/Mendidik_Masyarakat_Digital

 

________________, “Buku Digital untuk Masyarakat Digital ” 4 Maret 2014 http://koran-sindo.com/node/332259

 

 ________________, “ Learning with E-book”  30 April 2014 http://www.pendidikankarakter.com/newsletter/

 

MEMBERI EFEK DRAMATIS PADA FOTO (bag.1)

MEMBERI EFEK DRAMATIS PADA FOTO (bag.1)
OLEH :

 

PENY ISWINDARTI (Widyaiswara Madya)

 

 

 

Adobe Photoshop adalah salah satu software untuk mengolah foto atau gambar berbasis bitmap yang populer saat ini. Dengan Adobe Photoshop, Anda dapat memperindah, memperbaiki, dan memanipulasi foto yang ingin dicetak dengan menambah beberapa efek. Terdapat banyak  fitur yang menarik untuk memanipulasi atau memberi efek dramatis hasil foto kita.

Dalam tulisan ini ada 3 (tiga) manipulasi/efek  yang akan kita lakukan, yaitu :

 

I. Efek Wajah Retak

Caranya :

1. Buka 2 (dua) buah foto di Photoshop,  pertama adalah pasfoto dan kedua adalah wallpaper yang bergambarkan tekstur tanah kering pecah-pecah.

 

Pas foto

wallpaper

 

2. Klik gambar wallpaper. Buat seleksi dengan Rectangular Marquee Tool seluas kira-kira kalau dipindah ke pas foto akan menutupi seluruh bagian kulit yang tampak, lalu copy dengan menekan Ctrl+C atau Edit > Copy. Sekarang buka gambar pas foto, paste dengan menekan Ctrl+V atau Edit > Paste. Atur posisinya hingga tampak seperti berikut :

 

 

 

 

3. Ubah opacity layer tanah pecah menjadi 60% dan mengatur posisinya diatas layer pasfoto pada palet layer. Lakukan masking pada layer tanah pecah, dengan cara :

  • klik add vector mask

  • set foreground menjadi putih dan background menjadi hitam, kemudian klik Eraser Tool.

 

 

4. Lakukan masking pada layer tanah pecah untuk menghapus sebagian yang tidak perlu, sehingga yang tinggal hanya bagian yang menutupi kulit saja, kurang lebih akan kita dapati gambar seperti ini :

 

5. Kembalikan opacity layer tanah pecah menjadi 100%. Berikutnya adalah langkah terakhir dan yang paling penting, ubah blending mode dari layer tanah pecah dari Normal menjadi Multiply.

6. Hasilnya adalah :

 

Read more: MEMBERI EFEK DRAMATIS PADA FOTO (bag.1)

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG