PEMERIKSAAN SISTEM AC MOBIL

Print
Category: Otomotif
Last Updated on Friday, 28 February 2014 Published Date Written by Bintoro

PEMERIKSAAN SISTEM AC MOBIL

 

Oleh : Drs. Bintoro, ST, MT
Widyaiswara Madya pada Departemen Otomotif
PPPPTK BOE / VEDC Malang

 

A.     Pengantar

Kenyamanan di dalam ruangan mobil merupakan hal sangat penting bagi penumpang. Penumpang akan merasa nyaman di dalam mobil jika temperatur dan kelembaban udara di dalam mobil sesuai, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, dengan kelembaban dan hembusan udara yang sesuai. Di negara yang mengalami beberapa musim, ketika musim panas maka penumpang akan cenderung merasa kepanasan. Oleh karena itu sistem AC harus mampu mendinginkan panas tersebut sehingga udara terasa sejuk. Hal ini juga berlaku di negara tropis seperti negara kita. Sebaliknya saat musim dingin, temperatur udara dibawah 5oC bahkan bisa mencapai – 200C, maka penumpang mobil pasti merasa kedinginan. Dalam hali ini sistem AC harus mampu memanaskan udara di dalam ruang mobil sehingga udara terasa sejuk.

Pada pembahasan dalam artikel ini yang dimaksud sistem AC mobil adalah sistem AC (Air Conditioning) yang digunakan pada mobil di negara tropis, yaitu untuk mendinginkan udara sehingga udara di dalam ruang mobil terasa sejuk.

Sistem AC mobil memiliki komponen sebagai berikut :

  1. Kompresor
  2. Kondensor
  3. Filter (tabung freon dengan pengering)
  4. Sistem pengaman meliputi saklar tekanan, sensor tekanan tinggi dan sensor temperatur
  5. Katup ekspansi
  6. Evaporator
  7. Saluran dan pipa
  8. Freon (zat pendingin)

 

 

 Gambar 1. Sirkulasi Zat Pendingin Pada Sistem AC Mobil

 

B.    Pengetesan Sistem AC

Berbagai cara dapat dilaksanakan untuk pengetesan sistem AC, antara lain :

·         Tes tekanan        

·         Tes temperatur                   

·         Tes kebocoran

 

1.  Tes Tekanan

 

a.  Sistem AC Bekerja Normal

 

 Gambar 2. Tekanan Manometer Normal

 (Keterangan  :TR  =  Tekanan rendah & TT  =  Tekanan tinggi)

Setelah manometer pengetes di pasang pada sistem AC mobil, kemudian hidupkan mesin sampai putarannya minimal 2000 rpm. Kemudian baca penunjukan tekanan pada manometer. Sistem AC dalam kondisi bekerja normal dan baik jika :

1). pada saluran isap kompresor, zat pendingin harus berupa gas dan dengan tekanan 1,5 – 2 bar (21 – 29 psi),

2). pada saluran tekan kompresor, zat pendingin masih berbentuk gas dengan tekanan 14,5 – 15,4 bar (200 – 213 psi). Besar tekanan ini juga berlaku sampai zat pendingin masuk ke katup ekspansi.  

 

b. Sistem AC Tidak Bekerja Normal

 

1). Tekanan Dibawah Normal

 

 Gambar 3. Tekanan Manometer Dibawah Normal

 

Jika kedua manometer menunjukkan tekanan yang rendah dari semestinya, maka tekanan yang kurang pada saluran tekan dan saluran isap kompresor menunjukkan bahwa zat pendingin yang beredar dalam sistem volumenya sudah berkurang. Jika  tetap  terjadi  kekurangan zat pendingin meskipun sebelumnya dalam sistem freon sudah diisi penuh, hal ini disebabkan kebocoran pada sistem, akibatnya sistem AC bekerja tidak efisien (AC kurang dingin).

Bila setelah filter hasil pengukuran menunjukkan tekanan tinggi, hal ini bisa menunjukkan bahwa filter sudah kotor.

 

2). Tekanan Lebih Besar

 

 Gambar 4. Tekanan Manometer Lebih Besar

 

Kedua manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar. Penyebabnya adalah :

a)  Jika pengisian zat pendingin terlalu banyak, maka  tekanan pada bagian tekanan tinggi akan naik dan volume zat pendingin yang disemprotkan katup ekspansi akan lebih besar. Akibatnya, tekanan akan naik pada saluran tekanan rendah.

b) Pendinginan kondensor yang kurang baik, menyebabkan temperatur evaporator naik dan tekanan pipa kontrol katup ekspansi juga naik, mengakibatkan katup ekspansi akan selalu membuka lebih lebar. Tekanan kedua bagian saluran tekanan tinggi & rendah akan naik.

c)  Bila manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar lagi pada kedua saluran, hal ini  berarti ada uap air yang beredar dalam sistem.

 

3). Tekanan Lebih Tinggi dan Lebih Rendah

 

 Gambar 5. Tekanan Lebih Tinggi dan Lebih Rendah

 

Jika manometer menunjukkan bahwa tekanan lebih tinggi pada manometer tekanan rendah dan tekanan lebih rendah pada manometer tekanan tinggi, maka hal ini menunjukkan adanya kebocoran pada bagian yang bergesekan dari kompresor seperti katup, cincin torak, mengakibatkan langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dan temperatur evaporator naik, katup expansi akan selalu terbuka.

Katup–katup kompresor yang rusak akan menyebabkan zat pendingin yang ditekan akan mengalami kebocoran kebagian saluran isap, akibatnya saluran isap tekanannya akan lebih tinggi dan pada bagian saluran tekanan, tekanannya akan turun rendah.

 

2.     Tes Temperatur

 

a. Mengukur Temperatur Udara Dalam Saluran Evaporator

Pengetesan kemampuan sistem AC dengan cara ini masih pada putaran mesin > 2000 rpm, AC bekerja dengan beban penuh dan pengetesan dengan manometer menunjukkan sistem tidak ada kesalahan.

Tabel perbandingan temperatur udara luar dan temperatur udara dalam saluran evaporator di bawah ini, dapat dijadikan pedoman untuk tes temperatur.

Bila temperatur udara pada saluran evaporator antara 4 - 6ºC, berarti pada waktu kopling magnet menhubung temperaturnya adalah  6ºC dan waktu melepas temperaturnya adalah  4ºC.

b.  Mengukur Temperatur Ruangan AC & Kelembaban Udara

Prosentase kelembaban udara relatif yang lebih besar dapat diturunkan oleh sistem AC, karena udara yang basah/lembab akan dikeringkan oleh evaporator, hal ini terlihat adanya kondensasi di sekitar pipa evaporator.

Dengan Higrometer kita dapat mengukur kelembaban udara dalam ruangan AC, kelembaban udara yang ideal adalah 45 –50% dengan temperatur ruangan 20ºC - 22ºC.

Bila kelembaban udara luar tidak jauh berbeda dengan kelembaban udara dalam ruangan AC, hal ini berarti evaporator terlalu basah & kotor. Gejala ini juga mengakibatkan AC terasa kurang dingin.

 

3.     Tes Kebocoran

Mengetes kebocoran zat pendingin pada sistem dapat dilakukan dengan berbagai cara. Tes kebocoran freon (zat pendingin) dapat dilakukan dengan memakai busa sabun, atau dengan kompor nyala api sipiritus atau dengan alat detektor pada sambungan – sambungan instalasi pipa sistem AC mobil.

 

 

 

   Daftar Pustaka :

  1.  Bohner, Max, Fachkunde Kraftfahrzeugtechnik, Verlag Europa Lehrmittel, Nourney, Vollmer   GmbH & Co., Duesslberger Strasse 23, 42781 Hanan-Gruiten, 27 Auflage 2008.

  2.  Juni Handoko, Merawat dan Memperbaiki AC Mobil, Penerbit PT Kawan Pustaka, Jakarta,   2008.

 

 

 

 

 

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG