PENINGKATAN EFEKTIVITAS DIKLAT SISTEM PENGAPIAN BATERAI KONVENSIONAL MELALUI PENDEKATAN CTL PADA DIKLAT GURU SMK OTOMOTIF DI P4TK BIDANG OTOMOTIF DAN ELEKTRONIK MALANG

Print
Category: Otomotif
Last Updated on Thursday, 26 February 2015 Published Date Written by Rinson Sitanggang

PENINGKATAN EFEKTIVITAS DIKLAT SISTEM

PENGAPIAN BATERAI KONVENSIONAL MELALUI

PENDEKATAN CTL PADA diklat guru SMK otomotif DI P4TK BIDANG OTOMOTIF DAN ELEKTRONIK MALANG

 

RINSON SITANGGANG,ST.,MT

Widyaiswara MADYA  PPPPTK BOE MALANG

 

ABSTRAK

Penelitian ini adalah penelitian tindakan diklat, yang bertujuan bagaimana cara meningkatkan efektifitas pembelajaran Sistem Pengapian Baterai Konvensional dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) pada diklat guru otomotif pada Pusat Pengembanngan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronik (P4TK) Malang.

Subjek penelitian adalah peserta diklat guru otomotif pada Pusat Pengembanngan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronik (P4TK) Malang.

            Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dengan proses penelitian : merencanakan tindakan, melaksanakan tindakan siklus I dan siklus II, mengadakan pengamatan selama berlangsungnya pembelajaran pada siklus I dan siklus II, mengadakan evaluasi pada setiap akhir siklus, menganalisis data hasil evaluasi dan hasil pengamatan serta mengadakan refleksi berdasarkan hasil analisis dan tanggapan peserta diklat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang diperoleh peserta diklat pada tes akhir siklus I adalah 2,52 dan nilai rata-rata pada tes akhir siklus II adalah 3.13 , maka hasil perolehan nilai rata-rata peserta diklat tiap siklus meningkat (0,61).

 Kesimpulan dari hasil penelitian di atas diperoleh bahwa terjadi peningkatan yang cukup, berarti efektifitas pembelajaran sistem pengapian baterai konvensional pada diklat guru otomotif pada Pusat Pengembanngan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronik (P4TK) Malang,melalui pembelajaran dengan pendekatan CTL dapat ditingkatkan.

Key word

CTL,Siklus I,Siklus II,Efektifitas

 

Latar Belakang Masalah.

Sistem pengapian baterai konvensional pada mata Diklat  Kelistrikan Teknik Mekanik Otomotif adalah merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap guru Sekolah Menengah Kejuruan Jurusan Teknik Mekanik Otomotif

Secara khusus tujuan program keahlian  teknik mekanik otomotif adalah membekali peserta diklatnya dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar lebih kompeten. Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum program keahlian teknik mekanik otomotif adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada bidang otomotif perbaikan kendaraan ringan.

Skenario pembelajaran yang selama ini digunakan berupa metode ceramah, dengan media wall chard dan model-model sistem pengapian baterai konvensional, ternyata kurang efektif malah peserta diklat kurang termotivasi dalam meningkatkan prestasi belajarnya

Tahun 2006 hanya  ada 8 orang dari 12 peserta diklat (66,6 %) yang menjawab dengan benar dan pada tahun pelajaran 2007 hanya 9 orang dari 13 peserta diklat (69,2 %) yang dapat menjawab dengan benar.

Berangkat dari kesenjangan-kesenjangan pembelajaran dan kekurang-efektifan hasil belajar peserta diklat tersebut di atas, maka kiranya dapat dipecahkan dengan menggunakan metode pengajaran kontekstual CTL (contextual teaching and learning).

Identifikasi Malasalah

Dengan menggunakan metode ceramah, dan media wall chard dan model-model sistem pengapian baterai konvensional, ternyata kurang efektif malah peserta diklat kurang termotivasi dalam meningkatkan prestasi belajarnya

Pembatasan Masalah

Peneliti membatasi masalah pada proses pembelajaran pada pelatihan otomotif dengan menggunakan trainer sistem pengapian baterai konvensional, wall chard,model-model komponen sistem pengapian baterai konvensional di dalam peningkatan efektifitas pembelajaran pada peserta pelatihan guru SMK Otomotif

Rumusan Masalah

Apakah melalui pendekatan pengajaran kontekstual pada diklat guru otomotif pada Pusat Pengembanngan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronik (P4TK) Malang dapat meningkatkan efektifitas diklat Sistem Penagapian Baterai Konvensional bagi guru SMK Otomotif?”

Tujuan Penelitian

Untuk mengukur peningkatan efektivitas pembelajaran sistem pengapian baterai konvensional pada pada diklat guru otomotif pada Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronik (P4TK) Malang dengan menggunakan pendekatan pengajaran kontekstual.

Manfaat Penelitian

Ø  Dapat meningkatkan, memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas serta mutu pembelajaran

Ø  Peserta diklat dapat terlibat langsung dalam mengaplikasikan pengalaman belajarnya baik mental, fisik, dan sosialnya guna untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

KAJIAN PUSTAKA

 Efektivitas berasal dari kata efektif. Dalam kamus Bahasa Indonesia  efektif berarti : (1) ada efek (akibat, pengaruh, dan kesan), (2)  dapat membawah hasil, berhasil guna, sedangkan efektivitas berarti : (1) berpengaruh, hal berkesan, (2) keberhasilan usaha atau tindakan (Dahlan, 2002 : 284).

Berdasarkan uraian di atas maka, dapat disimpulkan bahwa efektifitas pembelajaran yang dimaksudkan dalam penelitian tindakan diklat ini adalah keberhasilan peserta diklat mencapai tujuan  tertentu akibat adanya proses yang diatur sedemikian rupa sehingga tercipta hubungan timbal balik antara widyaiswara dan peserta diklat.

Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

Pendekatan CTL adalah konsep belajar yang mendorong widyaiswara untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi  dunia nyata  peserta diklat dan juga  mendorong peserta diklat membuat hubungan  antara pengetahuan  yang dimilikinya dan diterapkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pengetahuan dan keterampilan peserta diklat diperoleh dari usaha peserta diklat mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru ketika ia belajar (Nurhadi,  2004 : 103)

Landasan Filosofi Pengembangan CTL

Landasan filosofi CTL adalah konstruktivisme, yaitu filosofi belajar  yang menekankan  bahwa belajar tidak hanya menghafal. Peserta diklat harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.

Hakikat CTL

·         keterlibatan peserta

·         menemukan hubungan

·         menerapkannya dalam kehidupan

Komponen-komponen CTL

Komponen belajar yang melibatkan pembelajaran CTL adalah melibatkan 7 komponen utama pembelajaran produktif, yakni : Konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya (Nurhadi, 2004 : 105)

Kerangka Berpikir

 

Hipotesis Tindakan

Melalui pendekatan kontekstual dapat meningkatkan efektivitas diklat Sistem Pengapian Baterai Konvensional pada diklat guru otomotif pada P4TK BOE Malang.

 

 MET0DE PENELITIAN

Perencanaan Tindakan

Satpel/Lembar Kerja, daftar hadir peserta diklat, dan daftar penilaian peserta diklat.

1.Alat peraga, wall chard, trainer sistem pengapian baterai konvensional.

2.    Bahan dan alat seperti engine stand dan kunci-kunci (kunci ring,pas satu set, kunci sok satu set, obeng plat satu set, obeng bunga satu set).

3.    Instrumen observasi: Lembar Kerja Peserta Diklat, format indikator keberhasilan dan lain-lain.

4.    Evaluasi: soal-soal penilaian.

5.    Refleksi pada setiap siklus

Pelaksanaan Tindakan

Implementasi dan Observasi

a.    Siklus pertama berlangsung lima (5) kali tatap muka dengan kajian sub kompetensi :

(1) cara penyalaan bahan bakar pada motor bakar, bagian-bagian sistem pengapian baterai, dan cara kerja, (2) kontak pemutus dan sudut dwell, (3) kondensator, (4) koil dan tahanan ballast, (5) busi.

b.    Siklus kedua berlangsung empat (4) kali tatap muka dengan kajian sub kompetensi :

(1)  Saat pengapian, (2) advans sentrifugal, (3) advans vacuum.

Analisis dan Evaluasi

Teknik pengumpulan data

1)    Data mengenai perubahan sikap, kehadiran, dan keaktifan peserta diklat di dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diambil dengan cara pengamatan dan observasi

2)    Data tentang hasil belajar sistem pengapian baterai konvensional yang diambil dari hasil tes akhir siklus satu (1) dan hasil tes akhir siklus dua (2)

Teknik analisa data

Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik  analisis kualitatif dan kuantitatif

0,00 – 0.99      dikategorikan sangat rendah

1.00 – 1,99      dikategorikan rendah

2.00 – 2,99      dikategorikan sedang

3.00 – 3.50      dikategorikan tinggi

3.51 – 4.00      dikategorikan sangat tinggi

Evaluasi

Hasil analisis evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh informasi atau balikan dari proses kegiatan penelitian yaitu menilai tahap perencanaan, observasi, dan pelaksanaan tindakan.

Refleksi

Kegiatan dilaksanakan untuk mengoreksi atau mengkaji ulang apa-apa yang sudah dicapai dan yang belum dicapai, apa kendalanya dan bagaimana cara memperbaikinya, apakah ada yang perlu direvisi atau tidak  serta tindakan apa yang perlu dilaksanakan pada siklus berikutnya.

Perencanaan tindak lanjut

diklat secara klasikal belum mencapai 75 % penguasaan materi pembelajaran

kondisi awal,dimana dari 13 orang

hanya 9 orang yang nilai nya diatas 2.0 dengan prosentase 69,23 %

Pengayaan atau pebaikan bertujuan supaya peserta diklat yang belum menguasai materi pembelajaran supaya memperdalam materi tersebut sehingga penguasaan dapat mencapai minimal nilai 2.0.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Melalui pendekatan CTL. Adapun yang dianalisis adalah perubahan sikap, kehadiran, dan keaktifan peserta diklat dalam proses pembelajaran, serta hasil tes akhir siklus I dan hasil tes akhir siklus II.

Perubahan sikap, Kehadiran, Keaktifan dalam Proses Pembelajaran.

Kehadiran→ siklus I sebanyak 92,3 % selama 5 kali pertemuan menjadi 100% dengan 4 kali pertemuan  pada siklus II,  dengan jumlah peserta diklat 13 orang

Perhatian →Dari siklus I sebanyak 7,69% kurang mempuyai keberanian untuk mengajukan pertanyaan dan 0% pada siklus II,pada siklus I punya kemapuan baik untuk mengajukan pertanyaan sebesar 38,46% berkurang menjadi15,38% pada siklus ke II,sedangkan yang yang mempunyai keberanian mengajukan pertanyaan baik sekali dari 53,84% meningkat menjadi 84,61 % pada siklus II,

Keberanian dan  semangat →pada siklus pertama katagori kurang sebesar 53,84% berkurang  menjadi 7,69 % pada siklus II.Sedangkan katagori baik sebesar 38,46% pada siklus I berkurang menjadi 23,07% pada siklus II. Sedangkan katagori sangat baik pada percaya dirinya untuk menjawab pertanyaan widyaiswara pada siklus I sebesar 7,69% meningkat tajam menjadi 84,61% pada siklus II.

Perhatian →katagori baik dari 46,15% menurun drastis menjadi 15,38% pada siklus II,sedangkan katagori baik sekali dari 61,53% pada siklus I meningkat tajam menjadi 84,61% pada siklus II dengan berkurangnya peserta diklat yang keluar masuk ruangan pada saat pelaksanaan metode pembelajaran CTL berlangsung.

Grafik 1 Hasil Belajar Sistem Pengapian Baterai KonvensionalSiklus I

Tabel 1 Deskripsi skor hasil belajar sistem pengapian baterai konvensional pada tes akhir siklus I

Statistik

Nilai Statistik

Subyek

Skor maksimum

Skor minimum

Rentang skor

Skor rata-rata

Median

Standar deviasi

13

3,30

1,80

1,50

2,51

2.30

0,45

Gambar 1 Peserta diklat dibagi dalam kelompok besar siklus I

Tabel 2 Distribusi frekwensi skor hasil belajar peserta diklat pada tes akhir siklus I

Skor

Kategori

Frekwensi

Presentasi (%)

0 – 0,9

1,0 – 1,9

2,0 – 2,9

3,0 – 3,5

3,6 – 4,0

Rendah sekali

Rendah

Sedang

Tinggi

Tinggi sekali

0

1

9

3

0

0

7,692

69,230

23,076

0

Jumlah

13

100,00

 

 

 

 


Gafik 2 Daftar nilai hasil ulangan siklus II

 Tabel 3 Deskripsi Skor Hasil belajar Sistem Pengapian Baterai Konvensional pada tes akhir siklus II.

Statistik

Nilai Statistik

Subyek

Skor maksimum

Skor minimum

Rentang skor

Skor rata-rata

Median

Standar deviasi

13

3,70

2,40

1,30

3,13

3,20

1,76

Tabel 4 Distribusi frekuensi skor hasil belajar peserta diklat pada tes akhir siklus II.

Skor

Kategori

Frekuensi

Presentasi

0 – 0,9

1,0 – 1,9

2,0 – 2,9

3,0 – 3,5

3,6 – 4,0

Rendah sekali

Rendah

Sedang

Tinggi

Tinggi sekali

0

0

3

8

2

0

0

23,076

61,538

15,384

Jumlah

13

100,00

 Gambar 2 Peserta diklat dibagi dalam kelompok kecil siklus II

 Refleksi Terhadap Pelaksanaan Tindakan Dalam Proses pembelajaran Sistem Pengapian Baterai Konvensional

Refleksi Siklus I.

Dengan ketentuan jumlah kelompok terdiri dari 6-7 orang sehingga dapat terbentuk 2 kelompok dari 13 orang peserta diklat.

Ketika menjelang akhir-akhir pertemuan siklus I, sudah menampakan adanya kemajuan. Hal ini dapat di lihat dengan bertambahnya peserta diklat jumlah peserta diklat yang aktif untuk bertanya pada saat penyelesaian tugas-tugas kelompok dan juga menjawab pertanyaan yang di ajukan kepada mereka,dan makin bertambahnya jumlah peserta diklat yang menyelesaikan tugas dalam bentuk kuis. Namun pada umumnya peserta diklat tersebut hanya yang akrab dengan widyaiswara atau peserta diklat yang aktif dalam kelompoknya.

Refleksi siklus II

Dengan ketentuan jumlah kelompok terdiri dari 3-4 orang sehingga dapat terbentuk 4 kelompok dari 13 orang peserta diklat

Dalam siklus II ini, tugas yang diselesaikan secara individu setelah diperiksa dan dikembalikan kepada peserta diklat, maka mereka cenderung saling membandingkan antara hasil yang mereka peroleh, bahkan ada peserta diklat yang meminta penjelasan dari widyaiswara bila mereka kebingungan mengenai siapa diantara mereka yang pekerjaannya benar.

Secara umum, hasil yang telah dicapai peserta diklat setelah pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan CTL ini dapat mengalami peningkatan. Baik dari perubahan sikap peserta diklat, keaktifan, perhatian serta motivasi dalam menyelesaikan tugas/soal-soal sistem pengapian baterai konvensional secara individu sebagai dampak dari pembentukan kelompok. Sehingga tentunya telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan efektivitas hasil belajar sistem pengapaian baterai peserta diklat secara klasikal.

Analisis Refleksi Peserta Diklat

Pendapat peserta diklat terhadap pelajaran sistem pengapian baterai konvensional.

Sebagian besar peserta diklat merasa senang dengan pelajaran sistem pengapian baterai konvensional, dengan alasan bahwa sistem pengapian baterai konvensional merupakan  kompentensi dasar yang harus di kuasai pada mata pelajaran kelistrikan teknik mekanik otomotif, sebelum mempelajari kompetensi yang lainya.

 

Tanggapan peserta diklat Terhadap Pembelajaran dengan Pendekatan CTL

Secara umum tanggapan  yang diberikan peserta diklat dengan metode pembelajaran denga pendekatan CTL sangat bagus.

 

Cara-cara Perbaikan Pembelajaran dengan Pendekatan CTL.

Menyarankan agar widyaiswara lebih menguasai perkembangan dunia otomotif,

sehingga  peserta diklat lebih mudah memahami  dan dapat menghubungkan antara materi yang dipelajari di lembaga diklat dengan pengalaman di luar.

Pada saat pembagian kelompok hendaknya anggota kelompok bersifat heterogen, artinya  peserta diklat yang lebih pandai di gabung dengan peserta diklat yang kurang pandai

Pembentukan kelompok- kelompok belajar yang terdiri dari 3-4 orang telah memberi dampak yang positif

 

Penutup

Simpulan       

Berdasarkan dari hasil penelitian serta kajian baik teoritis maupun empiris mulai dari kondisi awal sampai proses siklus 2 serta pembahasan dan hasil pengamatan serta perbandingan nilai  menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil diklat sistem AC mobil .Dari uraian ini maka peneliti/penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :

1.Hasil pembelajaran sistem pengapian baterai konvensional peserta diklat juga mengalami peningkatan melalui pembelajaran CTL. Hal ini dapat di lihat dari hasil belajar siklus I yang berada pada kategori sedang, dengan skor rata-rata 2,51 dari skor ideal 4,00 dan standar deviasi 0,45 mengalami peningkatan pada siklus II yang berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,13 dari skor ideal 4,00 dengan standar deviasi 1,76, atau meningkat 1,31 ini berarti mengalami peningkatan yang sangat fantastis.

2.Penggunaan pendekatan CTL dalam kegiatan diklat sistem AC mobil pada diklat Guru kejuruan otomotif dapat meningkatkan nilai rata-rata peserta diklat

Implikasi

Dari kesimpulan peneliti/penulis diatas maka penulis/peneliti akan memberikan rekomendasi serta implikasinya.Adapun rekomendasi dari penulis/peneliti adalah pada diklat sejenis atau diklat yang lain akan lebih baik hasilnya bila mana semua widyaiswara yang ada  menggunakan pendekatan CTL untuk meningkatkan hasil serta tingkat keaktifan/partisipasi peserta,sedang implikasi dari itu adalah akan memerlukan biaya yang besar bila mana semua jenis diklat menggunakan trainer serta membutuhkan ruang yang besar.

Saran

1.Bagi PPPPTK BOE Malang

Bisa memfasilitasi perencanaan keperluan biaya untuk pembuatan trainer dalam jumlah yang lebih banyak serta lebih bervariasi untuk meningkatkan kualitas diklat dimasa yang akan datang.

2.Bagi Rekan Widyaiswara

Guna meningkatkan kualitas diklat yang lain peneliti menyarankan untuk memanfaatkan pendekatan CTL dalam memberikan materi kepada peserta diklat

 

DAFTAR PUSTAKA

Battery Ignition system, Robert Bosch GmbH, 1985 Postfack 50. D-7000 Stuttgart

Benttly Robert, Automotive Hand Book UDI – Verlag Germany, 1989

Dahlan M, Aloka. 2002. Kamus Modern Bahasa Indonesia : Yogyakarta

Ignition System, Toyota General Service Training Toyota Motor Corporation

Mulyasa. 2005. Implementasi Kurikulum 2004. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya

Nurkancara, Wayan. 1986. Evaluasi pendidikan. Surabaya Bandung : Sinar Baru

Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta : PT. Gramedia Widia Sarana Indonesia

Pedoman Reparasi Mesin Seri K Februari 1981, Toyota Astra Motor

Petter A. Weller, Fachkunde Fahrzeugtechnik Holland Josenshaus, Germany, 1989

Sardina. 1996. Intekasi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Praja Grafindo Persada

Sagala, Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Sanyaya, Wina. 2005. Pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.    Jakarta ; Kencana

Spuller, Anton Schneider, Sistem Pengapian Konvensional, VEDC – Malang

Suryosubroto. 2002. Belajar Mengajar di Kelas. Bandung : Rineka Cipta

Zundkerzen, BOSCH – Technische Unterrichtung, Stuttgart, 1976

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG