TRANSMISI OTOMATIS KONTROL ELEKTRONIK (Bagian-1. Pengantar)

Print
Category: Ototronik
Created on Monday, 10 October 2016 Published Date Written by Sudaryono

TRANSMISI OTOMATIS KONTROL ELEKTRONIK

 (Bagian-1. Pengantar)

 

 

Oleh : Sudaryono, Spd

 (Widyaiswara Muda – P4TK BOE Malang)

 

 

 

ABSTRAK

 

Transmisi merupakan salah satu sistem yang ada pada kendaraan yang berfungsi untuk memindahkan tenga dari mesin ke roda, tanpa transmisi tenaga yang menuju ke roda tidak bisa diatur sesuai kebutuhan.

 Merawat transmisi mobil merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan bagi pemilik mobil. Sebab trasnmsisi adalah salah satu sistem yang penting bagi suatu kendaraan Pengetahuan mengenai transmisi sangat dibutuhkan sebagai dasar untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan.

 Dalam sejarah perkembangan awal mula ditemukannya sistem transmisi, diawali dengan ditemukannya transmisi manual yang merupakan kumpulan pasangan gigi. Kemudian dengan kelemahan/kekurangan yang ada akhirnya ditemukan transmisi otomatis baik itu yang semi otomatis ataupun full otomatis bahkan yang sudah dikontrol secara komputerais.

 Dalam artikel yang ditulis dibawah ini, akan dibahas pengantar tentang sistem transmisi otomatis yang meliputi : sejarah perkembangan sistem transmisi, pengertian transmisi otomatis, macam-macam transmisi otomatis dan keuntungan serta kerugian sistem transmisi otomatis.

 

Kata kunci : transmisi otomatis

 

 

 

KAJIAN

 

 1. Sejarah Perkembangan Transmisi

 

 

 

  2. Pengertian Electronic Control Transmssion (ECT)

       ECT adalah transmisi otomatis yang memanfaatkan teknologi elektronik untuk mengontrol kerja dari transmisi, sehingga pada ECT terdapat komponen elektronik seperti sensor, ECU dan beberapa actuator. Secara prinsip bentuk dasar transmisi kontrol elektronik sama dengan transmisi otomatis biasa, perbedaannya hanya ada atau tidaknya speed sensor. Transmisi otomatis biasa menggunakan governor valve sementara ECT menggunakan speed sensor.

  

 

Gambar 1. Perbandingan transmisi manual dengan transmisi otomatis

 

 Perbandingan transmisi otomatis biasa dengan transmisi otomatis yang dikontrol secara elektronik adalah :

 

Transmisi Otomatis Biasa (dikontrol sepenuhnya secara hidrolik)

         Transmisi otomatis biasa bekerja secara mekanik merubah kecepatan kendaraan menjadi tekanan governor dan pembukaan throttle menjadi throttle pressure.

 Kedua tekanan ini digunakan untuk mengontrol bekerjanya clutch dan brake di dalam unit planetary gear sehingga bisa terjadi upshift dan downshift pada transmisi.

 

       Prinsip kerja :

 

 

 

 Gambar 2. Prinsip kerja transmisi otomatis kontrol hidrolik

 

            Transmisi Otomatis Kontrol Elektronik

         Transmisi otomatis kontrol elektronik bekerja berdasarkan masukan dari  speed sensor (sebagai sinyal kecepatan kendaraan) dan Throttle Position Sensor (sebagai sinyal beban mesin) untuk menentukan pembukaan solenoid valve oleh ECU sehingga akan terjadi perpindahan gigi.

 

 

 

 Gambar 3. Prinsip kerja transmisi otomatis kontrol elektronik

 

 

3. Keuntungan Electronic Control Transmssion (ECT)

 a. Memiliki pilihan pola pengendaraan (Driving Patern).

 

 Gambar 4. Driving Patern

 

Pada transmisi otomatis biasa, pola pengendaraan (saat up-shift dan down shift, saat lock-up clutch menempel dan melepas) sudah ditentukan dan tidak dapat diubah lagi. Sedang di dalam ECT, ECU menyimpan dua pola (mode Normal dan mode Power) yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi penngendaraan. (Model tertentu)

 

 

 

 

 

 

  1. Mengurangi kejutan saat pemindahan gigi

 

Gambar 5. Smooth Shifting

 

ECU mengontrol perpindahan gigi up-shift dan down-shift bekerja sesuai dengan kondisi pengendaraan dan ini akan mengurangi kejutan pada saat pengendaraan.

 

  1. Menghemat bahan bakar

 

 Gambar 6. Penghematan Bahan Bakar

 

Disebabkan ECU secara optimal mengontrol perpindahan gigi up-shift dan down-shift sesuai dengan pengendaraan, maka lock-up clutch masih dapat bekerja pada kecepatan rendah sehingga akan menghemat bahan bakar

 

d. Mempunyai fungsi diagnosa sendiri dan memori

 

 Gambar 7. Self Diagnosis

 

Di dalam ECU terdapat system diagnosa sendiri (Self Diagnostic System). Sistem ini menjaga memorinya atas kerusakan yang terjadi di dalam system elektronik dan bermanfaat untuk teknisi dalam mencari gangguan.

 

  1. Mempunyai fungsi Fail-Self

 

 Gambar 8. Fail Self

 

Di dalam ECU terdapat system (Fail safe) back-up untuk memungkinkan kendaraan tetap bisa dijalankan walaupun ada kelainan pada system elektroniknya . Biasanya ECU akan memakai program darurat untuk mengontrol transmisi sampai kendaraan bisa diperbaiki di bengkel.

 

            Demikian sekilas pengantar tentang transmisi otomatis yang mungkin akan berguna untuk mendasari sebelum belajar lebih jauh tentang komponen dan cara kerja sitem transmisi otomatis.

 

 

 

 Referensi :

Toyibu, Drs, 1987, Modul Pelatihan Sistem Pemindah Tenaga. Malang : Dept. Automotive VEDC

Team : Technical Education for Automotive Mastery, 1993.  Electronically Controlled Transmission.  Jakarta : Pt. Toyota Astra Motor.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG