Hidrasi Semen

Hidrasi Semen

(Oleh: Yusi Arisandi, WI P4TK BOE Malang)

 

Semen merupakan salah satu material anorganik yang banyak dimanfaatkan karena sifat-sifatnya yang memiliki kestabilan tinggi terhadap pengaruh fisis. Semen biasa digunakan sebagai bahan bangunan, selain itu semen juga digunakan sebagai bahan campuran pembuatan beton. Semen adalah hasil industri dari paduan bahan baku: batu kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempung/tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk/bulk, yang mengeras atau membatu pada pencampuran dengan air.  Batu  kapur/gamping  adalah  bahan  alam yang mengandung senyawa kalsium oksida (CaO), sedangkan  lempung/tanah  liat  adalah  bahan  alam  yang mengandung  senyawa:  silika  oksida  (SiO2),  aluminium  oksida  (Al2O3),  besi oksida (Fe2O3) dan magnesium oksida (MgO).  Untuk menghasilkan semen, bahan baku  tersebut  dibakar  pada suhu yang sangat tinggi yaitu antara 1400 - 1600 °C sampai  meleleh,  sebagian  untuk  membentuk  clinkernya, yang  kemudian  dihancurkan  dan  ditambah  dengan  gips  (gypsum)  dalam  jumlah yang sesuai.

 

Kandungan semen berturut-turut mulai dari yang terbanyak yaitu kalsium (II) oksida (CaO), silika (IV) oksida (SiO2), aluminium (III) oksida (Al2O3), besi (III) oksida (Fe2O3)dan komponen minor lainnya, salah satunya adalah kalsium (II) sulfat (CaSO4) (MacLaren, 2003). Akan tetapi, karena proses pembuatan semen dari bahan-bahan bakunya menggunakan temperatur yang sangat tinggi (melebihi 1200 oC), beberapa komponen tersebut bergabung dengan sesamanya menghasilkan bermacam-macam campuran fase padat terutama trikalsium silikat (3CaO.SiO2), dikalsium silikat (2CaO.SiO2), trikalsium aluminat (3CaO.Al2O3) dan tetrakalsium aluminoferit (4CaO.Al2O3.Fe2O3) (MacLaren, 2003).Ahli kimia semen menggunakan penamaan yang disingkat berdasarkan oksida dari beberapa unsur untuk menunjukkan rumus kimia dari senyawa yang bersesuaian, misalnya C = CaO, S = SiO2, A = Al2O3, F = Fe2O3.

Berikut adalah komposisi kimia semen dalam bentuk oksida (tabel 1).

Tabel 1. Rumus kimia dan penamaan semen untuk zat-zat penyusun utama dari semen    portland.

Notasi singkatan: C = CaO, S = SiO2, A = Al2O3, F = Fe2O3.

 

Mineral

Rumus Kimia

Komposisi dalam bentuk oksida

Singkatan

trikalsium silikat

Ca3SiO5

3CaO.SiO2

C3S

dikalsium silikat

Ca2SiO4

2CaO.SiO2

C2S

trikalsium aluminat

Ca3Al2O5

3CaO.Al2O3

C3A

tetrakalsium aluminoferit

Ca4AlnFe2-nO7

4CaO.AlnFe2-nO3

C4AF

 

Semen merupakan salah satu bahan perekat yang jika dicampur dengan air mampu mengikat bahan-bahan padat seperti pasir dan batu menjadi suatu kesatuan kompak. Sifat pengikatan semen ditentukan oleh susunan kimia yang dikandungnyaSetelah semen dicampur dengan air, komponen-komponen tersebut mengalami hidrasi menghasilkan bermacam-macam produk reaksi, terutama 3CaO.2SiO2.nH2O(s), 3CaO.Al2O3.3CaSO4.nH2O(s), 3CaO.Al2O3.nH2O(s), 3CaO.Fe2O3.nH2O(s), dan CaOH2(aq) (MacLaren, 2003). Campuran dari semua produk reaksi ini dan sisa pereaksi yang disebut CSH gel (MacLaren, 2003).

 

Setelah semen dicampur dengan air, komponen - komponen yang terkandung di dalam semen mengalami hidrasi menghasilkan beberapa hasil reaksi sebagai berikut:

2(3CaO.SiO2) + 6H2O   → 3CaO.2SiO2.3H2O + 3Ca(OH)2                                                           

2(2CaO.SiO2) + 4H2O   → 3CaO.2SiO2.3H2O + Ca(OH)2                                                              

3CaO.Al2O3 + 3CaSO4.2H2O + 26H2O → 3CaO.Al2O3.3CaSO4.32H2O                                       

3CaO.Al2O3.3CaSO4.32H2O + 2(3CaO.Al2O3) + 4H2O → 3(3CaO.Al2O3.CaSO4.12H2O)           

3CaO.Al2O3 + 12H2O + Ca(OH)2 → 3CaO.Al2O3.Ca(OH)2.12H2O                                                           

4CaO.Al2O3.Fe2O3 + 10H2O + 2Ca(OH)2 → 6CaO.Al2O3.Fe2O3.12H2O                                                  

Pada reaksi hidrasi semen, C3S dan C2bereaksi dengan air membentuk Trikalsium silikat hidrat yang disebut dengan gel tobermorite atau gel kalsium silikat hidrat (CSH gel) dan Ca(OH)2Reaksi hidrasi C3A dengan adanya kalsium sulfat membentuk kalsium trisulfoaluminat hidrat (disebut dengan AFt atau ettringite), ataukalsium monosulfoaluminat hidrat (disebut dengan AFm atau monosulfate).  Tanpa adanya kalsium sulfat, C3A bereaksi dengan air dan kalsium hidrosidamembentuk tetrakalsium aluminat hidrat. Dan C4AF bereaksi dengan air membentuk kalsium aluminoferrit hidrat (Spence, 2005).

 

Proses hidrasi butir-butir semen berlangsung sangat lambat. Bila dimungkinkan penambahan air masih diperlukan oleh bagian dalam butir-butir semen (terutama yang berbutir besar), untuk menyempurnakan proses hidrasi. Proses dapat berlangsung sampai 50 tahun. Penelitian terhadap silinder beton menunjukkan bahwa beton maih meningkat terus kekuatannya paling tidak untuk jangka waktu 50 tahun. Kekuatan semen yang mengeras tergantung pada jumlah air yang dapat dipakai waktu proses hidrasi berlangsung. Pada dasarnya jumlah air yang diperlukan untuk proses hidrasi hanya kira-kira 35% dari berat semennya, penambahan jumlah air akan mengurangi kekuatan setelah mengeras. Kelebihan air akan mengakibatkan jarak butir-butir semen lebih jauh sehingga kurang kuat dan juga lebih “porous” (berongga). Air kelebihan dari yang diperlukan untuk proses hidrasi pada umumnya memang diperlukan pada pembuatan beton agar adukan beton dapat bercampur dengan baik diangkat dengan mudah dan dapat dicetak tanpa rongga yang besar (tidak keropos). 

Referensi

Austin, G. T., a.b: Jasifi, 1996, Industri Proses Kimia, Erlangga, Jakarta.

Baron, R., Andrew,Chemical Composition of Portland Cement, http://en.wikipedia.org/wiki/Portland_cement.

Bone, et al. 2004. Review of Scientific Literature on The Use of Stabilisation/Solidification for The Treatment of Contaminated Soil, Solid Waste and Sludges. Environment Agency.

 

Gupta, V. K. Mohan, D. Sharma, S. and Park, K. T. 1999. Removal of Chromium VI from Electroplating Industry Wastewater Using Bagasse Fly Ash—A Sugar Industry Waste Material. The Environmentalist, 19 : 129–136.

 

Mac Laren, D. C. and M. A. White. 2003. Cement: Its Chemistry and Properties. Journal of Chemical Education 80, 6, (2003): 623-634.

 

Spence. 2005. Stabilization and Solidification of Hazardous, Radioactive and Mixed Wastes. CRC Press. Boca Raton: CRC Press.

 

Taylor, Harold F. W. 1990. Cement Chemistry. London: Academic Press.

Wayne, S. Adaska, Stewart W. Tresouthick and Presbury B. West. 1998. Solidification and Stabilization of Wastes Using Portland Cement. USA.

 

 

GURU PROFESIONAL

 

 

 

Artikel

Guru Profesional

Hari Amanto (Widyaiswara Departemen Edukasi PPPPTK/VEDC BOE Malang)

 

Abstrak: Tujuan penjelasan  ini untuk mendiskripsikan dari berbagai hasil kajian menunjukan bahwa guru guru profesional memiliki (1) keterampilan bertanya (2) pendekatan dan metode pembelajaran (3) menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan (4) keterampilan membimbing Keberhasilan Peserta Didik (5) keterampilan Memberi Penguatan dan (6) keterampilan Memberi Penguatan

 

 

 

Kata kunci:Guru Profesional

 

Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu, guru harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu, yang mencakup tanggungjawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.

Setiap orang pasti sepakat kalu seorang guru harus menjadi teladan bagi peserta didik  dan masyarakat. Bukahkah guru itu digugu lan ditiru. Namun, apakah guru cukup menjadi teladan? Menurut penulis tidak. Mengapa? Karena guru juga harus sejati dan revolusioner. Artinya, yang perlu disoroti di sini juga semangat guru dalam mengemban tugas mulianya.Secara implist, bisa disimpulkan ada “guru sejati” dan “guru aspal”. Guru sejati adalah meraka yang menjalankan tugasnya dengan penuh semagat keikhlasan dan semangat revolusioner mendidik anak bangsa. Sedangkan guru aspal adalah mereka yang berorientasi pada “rupiah” belaka, mengajar tanpa mendidik, memenuhi presensi tanpa menjadi motivator sejati bagi siswa di sekolah.

Era global seperti ini memang menuntut guru untuk menjadi pragmatis. Artinya, guru butuh kesejahteraan dan kemakmuran. Dan hal itu salah satunya diperoleh dari tugasnya sebagai guru di lembaga pendidikan. Di sisi lain munculnya kebijakan sertifikasi semakin menjadikan guru salah niat dalam mengajar. Padahal kebijakan tersebut seharusnya menjadikan guru lebih kreatif, inivatif, dan profesional dalam mengemban misi mencerdaskan anak bangsa, bukan sekedar mengejar rupiah. Oleh karena itu, hal ini harus segera diluruskan.

Sebagian orang berpendapat, bahwa mengajar yang dilakukan guru adalah proses penyampaian atau mentransfer ilmu dari seorang pendidik kepada peserta didik. Tetapi tampaknya pendapat ini harus jauh-jauh ditinggalkan, karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Kini mengajar harus kita maknai sebagai sebuah kegiatan yang komplek, yaitu penggunaan secara integratif sejumlah keterampilan untuk menyampaikan ilmu. Pengintegrasian keterampilan-keterampilan yang dimaksud di sini harus dilandasi dengan seperangkat teori dan diarahkan oleh suatu pengetahuan/wawasan. Sedangkan penerapannya akan menjadi unik bila dipengaruhi oleh semua komponen belajar mengajar. Komponen yang dimaksud adalah tujuan yang hendak digapai, ilmu yang ingin disampaikan, peserta  didik, fasilitas , lingkungan belajar, dan yang tidak kalah penting adalah keterampilan, kebiasaan serta  wawasan guru tentang dunia pendidikan .

Dalam praktik pendidikan sehari-hari, masih banyak guru yang melakukan kesalahan–kesalahan dalam menunaikan tugas dan fungsinya. Kesalahan tersebut sering kali tidak disadari oleh para guru, bahkan masih banyak di antaranya kesalahan yang dilakukan guru, bahkan masih banyak yang menganggap hal ini biasa dan wajar. Padahal, sekecil apapun kesalahan yang dilakukan oleh guru, khususnya dalam pembelajaran, akan berdampak negative terhadap perkembangan peserta didik.

Jika mengajar dipahami sebagai kegiatan mentransfer ilmu kepada siswa, maka mengajar itu sendiri hanya akan terbatas pada penyampaian ilmu itu saja. Guru di pihak pertama menyampaiakan ilmu dan siswa di pihak kedua akan menerima secara pasif. Prosesnya pun bisa diketahui, pembelajaran akan berjalan secara membosankan. Karena yang mendominasi pembelajaran adalah guru, sedangkan peserta didik  hanya sebagai penerima.

Namun, apabila mengajar dimaknai sebagai segala upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk menciptakan proses belajara pada peserta didik dan mencapai tujuan yang telah dirumuskan, maka jelas bahwa yang menjadi sasaran akhir dari proses pengajaran itu ialah peserta didik belajar. Artinya dalam hal ini segala upaya apapun dapat dilakukan selagi bisa dipertanggungjawabkan, dan bisa menghantarkan peserta didik  menuju pencapaian tujuan belajar yang telah dicanangkan, artinya peserta didik  belajar secara aktif, dan yang mendominasi dikelas adalah peserta didik.

Seorang guru yang professional harus mampu memahami kondisi-kondisi yang memungkinkan dirinya berbuat salah, dan yang paling penting adalah mengendalikan dirinya serta menghindari dari kesalahan-kesalahan  yang mungkin akan dilakukanya.

 

Untuk menjadi guru yang professional seorang guru harus memiliki :

1.  Keterampilan Bertanya

Keterampilan bertanya sangat perlu dikuasai guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hamper  dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.

 

 

2.  Pendekatan dan Metode Pembelajaran

Menjadi guru kreatif dan professional dituntut untuk memiliki metode pembelajaran yang efektif. Hal ini penting terutama untuk menciptakan iklim pembelajaran menyenangkan. Cara guru melakukan suatu kegiatan pembelajaran mungkin memerlukan pendekatan dan metode yang berbeda dengan pembelajaran lainnya. Sedikitnya terdapat lima pendekatan pembelajaran yang perlu dipahami guru professional untuk dapat mengajar dengan baik, yaitu pendekatan kompetensi, pendekatan keterampilan proses, pendekatan lingkungan, pendekatan kontekstual, dan pendekatan tematik.

 

3.  Menciptakan Pembelajaran yang Kreatif dan menyenangkan

Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan diantaranya keterampilan membelajrakan dan keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar merupakan kompetensi professional  sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Turney (1973) mengungkapkan 8 keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, member penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi, mengelola kelas dimana keterampilan tersebut harus utuh dan terintegrasi.

Pembelajaran kreatif  merupakan sebuah konsep pembelajaran yang dipandang sesuai dengan tuntutan pembelajaran mutakhir. Oleh karena itu, setiap sekolah seyogyanya dapat mengimplementasikan dan mengembangkan pembelajaran aktif ini dengan sebaik mungkin. Dengan merujuk pada gagasan dari Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas (2010), berikut ini disajikan sejumlah indikator atau ciri-ciri sekolah yang telah melaksanakan proses pembelajaran aktif ditinjau dari aspek: (a) ekspektasi sekolah, kreativitas, dan inovasi; (b) sumber daya manusia; (c) lingkungan, fasilitas, dan sumber belajar; dan (d) proses belajar-mengajar dan penilaian.

 

4.  Membimbing Keberhasilan Peserta Didik

Keberhasilan pembelajaran adalah keberhasilan peserta didik dalam membentuk kompetensi dan mencapai tujuan, serta keberhasilan guru dalam membimbing peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karena itu guru dalam membimbing dituntut kesabarannya dalam menghadapi peserta didik terutama peserta didik yang lambat belajar.

 

5.  Keterampilan Memberi Penguatan

     Penguatan (reinforcement) merupakan respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal, dan non verbal, dengan prinsip kehangatan, keantusiasan, kebermaknaan, dan menghindari poenggunaan respon yang negative. Penguatan secara verbal  berupa kata-kata dan kalimat pujian seperti bagus, tepat, bapak puas dengan hasil kerja kalian. Sedangkan pujian secara non verbal dapat dilakukan dengan: gerakan mendekati peserta didik, sentuhan, acungan jempol, dan kegiatan yang menyenangkan.

Penguatan dilakukan bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran
  2. Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar
  3. Meningkatkan kegiatan belajar, dan membina perilaku yang produktif.

 

6.  Keterampilan Mengadakan Variasi

Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran dalam upaya untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun, dan penuh partisipasi. Variasi dalam pembelajaran adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik, serta mengurangi kejenuhan.

 

 

Penutup

Hakekat mengajar itu merupakan usaha guru menciptakan dan mendesain proses belajar pada peserta didik. Jadi yang terpenting dalam belajar mengajar itu bukanlah bahan yang disampaikan oleh guru, akan tetapi proses peserta didik dalam mempelajari bahan tersebut  (guru lebih menghargai proses dari pada hasil). Sekali lagi peranan yang menonjol dalam belajar mengajar ada pada peserta didik, ini bukan berarti bahwa peranan guru tersisihkan, hanya diubah saja.
Jadi, guru yang profesional adalah guru yang dapat melakukan tugas mengajarnya dengan baik melalui keterampilan-keterampilan khusus agar tercipta sebuah pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan meyenangkan.

 

 

Kepustakaan :

 

Bobby DePorter (2010).Ways to Make Training Active. Boston

 

Firestone, W.A. (1993). Why Professionalizing Teaching Is Not Enough. No.6 March

 

Joice, Bruce. (1996). Models of Teching. Boston: Allyn and Bacon

 

Kusuma, (2007), Pendidikan Karakter:Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, Grasindo

 

Mulyasa (2008),Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreaktif dan Menyenangkan, Remaja Rosdakarya.Bandung

 

Mark K.Smith,dkk.(2009).Teori Pembelajaran & Pengajaran. Mirza media Pustaka.Yogyakarta

 

Martinis (2005). Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi.Gunung Persada Pers.Jakarta

 

Pusat Kurikulum Balitbang Kemendiknas. 2010. Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif; Buku I Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-Nilai Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta

 

Sardiman.(2005).Interaksi dan Motivasi Belajar mengajar.PT.Raja Grafindo persada.Jakarta

 

Scott D Richman (2013).Successful Teaching. Toronto

 

 

 

MEMBANGUN kOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MENENTUKANKEBERHASILAN PEMBELAJARAN

MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MENENTUKAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN

Oleh: Aris Dwi Cahyono, M.Pd.

Widyaiswara Madya Unit Pengembang Edukasi dan LH

 Abstrak

 

Kata kunci : komunikasi, pembelajaran, Pendidik,bahasa tubuh, efektif.

 

             Komunikasi secara umum merupakan suatu proses penyampaian – penerimaan pesan antar dua orang atau lebih. Pesan yang disampaikan dapat berupa komunikasi lisan, komunukasi tulisan, komunikasi verbal, komunikasi non verbal. Komunikasi tulisan suatu proses penyampaian pesan komunikasi dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan yang memilki makna tertentu. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi tulisan adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan sarana tulisan yang dapat menggambarkan atau mewakili komunikasi lisan termasuk kedalamnya adalah menulis dan membaca.

            Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran.

             Dengan  menguasai dan mengembangkan beberapa strategi serta  teknik berkomunikasi secara otomatis akan meningkatkan kemampuan untuk berhubungan dengan berbagai macam orang.Seorang pendidik bisa menciptakan dan mengembangkan  komunikasi yang efektif melalui materi pembelajaran yang bisa diterima dan mudah dipahami oleh peserta didik.

             Dalam komunikasi pendidikan, seorang pendidik  harus mempunyai komunikasi pribadi yang baik karena ini akan berpengaruh untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didiknya.  Seorang pendidik juga harus mempunyai peranan yang penting untuk bisa mengendalikan kondisi kelas yang sehat karena merupakan tolak ukur keberhasilan.

            Bahasa tubuh merupakan bagian yang sangat penting dalam komunikasi manusia yang merupakan bagian komunikasi nonverbal untuk dapat menyampaikan pesan-pesannya sendiri. Kita bahkan bisa memahami maksud komunikasi seseorang melalui bahasa tubuhnya. Hal lain yang penting dari bahasa tubuh dalam komunikasi umumnya dan komunikasi antar pribadi khususnya adalah membantu efektivitas komunikasi kita.

 A.      Latar Belakang

          Komunikasi pendidikan sangat diperlukan demi keberlangsungan pendidikan. Proses belajar-mengajar merupakan komunikasi antara seorang guru dengan muridnya. Di sini, diperlukan penyampaian pesan yang efektif dengan  tujuan pesan yang berisi topik-topik tertentu dapat diterima dengan  baik oleh peserta didik. Oleh karena itu, seorang guru hendaknya menyadari bahwa dalam kegiatan belajar mengajar itu sesungguhnya ia sedang berkomunikasi.Guru harus pandai dan memilih kalimat yang mudah dimengerti oleh muridnya. dengan demikian pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh muridnyadan kkomunikasi pendidikan dapat berjalan dengan baik. komunikasi pada hakekatnya adalah suatu proses sosial yaitu sesuatu yang berlangsung atau berjalan antara manusia. sebagai proses sosial dalam komunikasi terjadi interaksi individu dengan lingkungannya. inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya proses perubahan prilaku dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak paham menjadi paham. Didalam UU No. 20 Tahun 2003tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 disampaikan tujuan pendidikan nasional. Yang mana tujuan tersebut adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat,  berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawqab.

B, Pembahasan

     1.                     ArtiKomunikasi

 Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.  Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu: Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.  Ada beberapa ahli  menyatakan  beberapa pendapat tentang komunikasi;

 a. Evertt M. Rogers mendefinisikan komunikasi sebagai proses yang di dalamnya terdapat suatu gagasan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima dengan tujuan untuk merubah perilakunya. Pendapat senada dikemukakan oleh Theodore Herbert, yang mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses yang di dalamnya menunjukkan arti pengetahuan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, biasanya dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus

 b. Wilbur Schramm memiliki pengertian yang sedikit lebih detil. Menurutnya, komunikasi merupakan tindakan melaksanakan kontak antara pengirim dan penerima, dengan bantuan pesan; pengirim dan penerima memiliki beberapa pengalaman bersama yang memberi arti pada pesan dan simbol yang dikirim oleh pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima.(Suranto : 2005)

 c.  Mulyana(2000:61-69)mengungkapkanpengertiankomunikasidalampandangan:

 1)KomunikasiSebagaiTindakanSatuArah

 Komunikasisebagaisuatuprosespenyampaianpesandari komunikator ke komunikan,  misalnyatenaga pendidik  kepadapihaklain(peserta didik),  baik  langsung  melalui  suatu  tatap  muka  ataupun  tidak  langsung  melalui  suatu  media.  Peristiwanya: seseorang atau organisas imempunyai suatu informasi kemudian disampaikan kepada orang lain,dan orang lain itu menerima informasi tersebut baik dengan cara mendengarkan atau dengan cara membaca (suatuquiz).

 Komunikasi yang terjadi berorientasi pada pesan: amessage-centered philosophy of communication.Keberhasilan komunikasi  seperti  ini  terletak  pada  penguasaan  fakta  atau  informasi  dan  pengaturan  mengenai  cara-cara penyampaianfaktaatauinformasitersebut.

 2)Komunikasi sebagaiInteraksi

 Komunikasi merupakan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi secara bergantian baik verbal ataupun non-verbal.Misalnya :seseorang menyampaikan informasi kepada pihak penerima yang kemudian  memberikanresponatasinformasiyang diterimanya  ituuntuk  kemudian  pihak  pertama  bereaksi  lagi  setelah  menerimarespon  atau umpanbalikdari orang atau pihak kedua,dan seterusnya.Komunikasi demikian berorientasi pada pembicara:    aspeaker-centeredphilosophyof communicationdanmengabaikan kemungkinanseseorangbisamengirimdanataumenerimainformasipadasaatyangsama.Di siniunsur  umpanbalik  (feed-back) menjadi cukup penting. Bagaimana  pihak pengirim dan penerima suatu informasi bisa silih berganti peran karena persoalan umpan balik.

    Komunikasi sebagai transaksi merupakan suatu proses yang bersifat personal karena makna atau arti yang diperoleh pada dasarnya bersifat pribadi. Penafsiran atas suatu informasi melalui proses penyandian (encoding process)dan melalui penyandian kembali (decoding process)dalam peristiwa komunikasi baik atas perilaku verbal atau punatas perilaku non-verbal bisa amat bervariasi.

 Peristiwanya:melibatkanpenafsiranyang bervariasi dan pembentukan makna yang lebih kompleks.Komunikasi tidak membatasi pada kesengajaan atau respons yang teramati melainkan pula mencakup spontanitas,bersifat simultan dan kontekstual.Komunikasi ini berorientasi pada arti baru yang terbentuk: a meaning-centered philosophy of communication.

Berdasarkan beberapa definisi para ahli  di atas dapat diambil pemahaman bahwa :

 a. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses penyampaian informasi. Dilihat dari sudut pandang ini, kesuksesan komunikasi tergantung kepada desain pesan atau informasi dan cara penyampaiannya. Menurut konsep ini pengirim dan penerima pesan tidak menjadi komponen yang menentukan.

 b. Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan dari seseorang kepada orang lain. Pengirim pesan atau komunikator memiliki peran yang paling menentukan dalam keberhasilan komumikasi, sedangkan komunikan atau penerima pesan hanya sebagai objek yang pasif.

 c. Komunikasi diartikan sebagai proses penciptaan arti terhadap gagasan atau ide yang disampaikan. Pemahaman ini menempatkan tiga komponen yaitu pengirim, pesan, dan penerima pesan pada posisi yang seimbang. Proses ini menuntut adanya proses encoding oleh pengirim dan decoding oleh penerima, sehingga informasi dapat bermakna.

   2.     Tujuan Komunikasi

 a.  Untuk mempelajari secara lebih baik dunia luar,seperti berbagai objek, peristiwa dan orang lain. Meskipun informasi tentang dunia luar itukita kenal umumnya melalui mass-media, tetapi hal itu pada akhirnya seringkali didiskusikan, dipelajari,  diinternalisasi  melalui  komunikasi  dalam  pembelajaran.  Nilai-nilai,  sistem  kepercayaan,  dan  sikap-sikap nampaknya lebih banyak dipengaruhi oleh pertemuan interpersonal dari pada dipengaruhi mediab ahkan sekolah.

 b.   Untuk memelihara hubungan dan mengembangkan kedekatan atau keakraban. Melalui komunikasi kita berkeinginan untuk menjalin rasa cinta dan kasih sayang. Disamping cara demikian mengurangi rasa kesepian atau rasa depresi, komunikasi bertujuan membagi dan meningkatkan rasa bahagia yang pada akhirnya mengembangkan perasaan positif tentang diri kita sendiri. Kita diajari tidak boleh iri,dengki,dendam,saling fitnah dan saling bunuh; kita semua akan mati dan dikuburkan orang lain.

c.Melalui komunikasi, seorang pendidik mencoba mencapai tujuan pembelajaran dengan cara berinteraksi dengan peserta didik; membagi informasi atau gagasan, melakukan tukar pengalaman, mendorong dan saling membentuk sikap- sikapdan kebiasaan-kebiasaan baru yang efektif berdasarkan persepsi yang diperoleh selama pembelajaran.

3.  Jenis-jenis Komunikasi

 a.   Komunikasi intrapersonal

 Komunikasi didalam diri individu yang berfungsi agar adanya kreativitas imajinasi, suatu pemahaman untuk bisa mengendalikan diri, dan adanya kedewasaan untuk bisa mengambil keputusan sesuai dengan kapasitasnya

 b.   Komunikasi interpersonal

 Komunikasi yang terjadi antara dua orang dengan ciri adanya kontak secara langsung dan adanya percakapan

 c.   Komunikasi kelompok

 Komunikasi ini terdiri atas interaksi tatap muka dengan tujuan untuk saling berbagi informasi atau menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam hal ini, setiap anggota dapat saling mengetahui karakteristik pribadi anggotanya

 d.   Komunikasi masa

 Komunikasi ini ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada orang banyak dengan harapan orang lain akan mengikuti pesan yang disampaikan

 4.  Bentuk Komunikasi berdasarkan adanya media atau tidak

 a. Komunikasi langsung

 Komunikasi langsung adalah komunikasi yang dilakukan secara face to face (tatap muka). Selain itu juga, komunikasi langsung dapat dilakukan dengan cara melakukannya melalui telepon. Jadi dapat dikatakan bahwa komunikasi langsung merupakan salah satu cara berinteraksi antara seseorang dengan orang lain secara langsung

 b. Komunikasi tidak langsung

 Komunikasi tidak langsung adalah komunikasi yang dilakukan biasanya melalui perantara, biasanya pengirim pesan menyampaikan pesannya melalui surat atau fax.

 5.  Model Proses Komunikasi

 Secara sederhana komunikasi dapat dipahami sebagai suatu  proses atau aliran mengenai suatu pesan atau informasi bergerakdari suatu sumber(komunikator) hingga penerima  (komunikan) dan berlangsung dinamis.Suatu penyimpangan yang terjadi dalam komunikasi pada dasarnya merupakan hambatan. Bagan dibawah inimenggambarkan  sebuah proses komunikasi :

 

Tujuan sebuah proses komunikasi adalah menyampaikan suatu pesan atau informasi dari komunikator kepada penerima setepat mungkin; apapun bentuk dan cara penyampaiannya. Akan tetapi fakta dilapangan yang sering terjadi bahwa sebuah pesan atau informasi itu berubah arti (distorsi) sampai penerima. Sedangkan distorsi disebabkan karena akibat gangguan (noise) dalam proses komunikasi. Distorsi sebenarnya  tidak boleh terlalu banyak dan sering terjadi dalam sebuah komunikasi.

 Untuk meminimalisasi distorsi yang terjadi dalam sebuah proses komunikasi perlu mencermati 8 komponen yaitu:

 a.         Konteks(lingkungan)merupakan sesuatu yang kompleks  antara dimensi fisik,sosial-psikologis dan dimensi temporal saling mempengaruhi satu sama lain. Kita mesti memahami bahwa kenyamanan ruangan, peranan seseorang dan tafsir budaya serta hitungan waktu, merupakan contoh dari sekian banyak unsur lingkungan komunikasi.

 b.        Komponen sumber-penerima menunjukkan bahwa keterlibatan pendidikdan peserta didik dalam berkomunikasi sama yaitu mereka sebagai penyampai pesan dan juga penerima.Sebagai sumber dalam berkomunikasi menunjukkan bahwa Anda mengirim pesan. Pengirim pesan berarti berbicara, menulis,memberikan isyarat tubuh atau tersenyum.Selain sebagai pengirim pesan, juga menerima pesan. Pada saat Anda berbicara dengan  orang  lain,  Anda  berusaha  untuk  memperoleh  tanggapandukungan,  pengertian,  simpati,  dan sebagainya;   dan   pada   saat   Anda   menyerap   isyarat-isyarat   non-verbal,   Anda   menjalankan   fungsi   penerima   dalam berkomunikasi

 c.     Encoding dan decoding ; seseorang  mengawali   proses komunikasi dengan mengemas sebuah pesan yang dituangkan kedalam gelombang suara atau kedalam selembar kertas.  Kode-kode  yang dihasilkan ini berlangsung  melalui proses pengkodean  (enkoding). Bagaimana  suatu pesan terkodifikasi,  amat tergantung pada keterampilan,sikap, pengetahuan  dan sistem sosial budaya yang mempengaruhi. Artinya, keyakinan dan nilai-nilai yang dianut memiliki peranan dalam menentukan tingkat efektivitas sumber komunikasi. Proses kodifikasi(pengkodean) dipihak sumber komunikasi hingga pesan itu terkode, pada dasarnya mengandung unsur penafsiran subjektifatas simbol-simbol yang terdiri dariperspektif sosial budaya yang bisa menimbulkan distorsi bahkan makna yang berlainan sama  sekali. Sebelum suatu pesan itu disampaikan atau diterimakan dalam berkomunikasi kita berusaha menghasilkan pesan simbol-simbol patut diterjemahkan lebih dahulu kedalam ragam kode atau simbol tertentu oleh si-penerima melalui mendengarkan atau membaca.

d.        Kompetensi Komunikasi; mengacu pada kemampuan Anda berkomunikasi secara efektif (dari SpitzbergdanCupach,1989). Kompetensi ini mencakup pengetahuan tentang peranlingkungan dalam mempengaruhi isi dan bentuk pesan komunikasi. Suatu topik pembicaraan dapat dipahami karena hal itu layak dikomunikasikan pada orang tertentu dalam lingkungan tertentu akan tetapi bisa tidak layakun tuk orang dan lingkungan yang lain.Kompetensi komunikasi juga mencakup kemampuan tentang tata cara perilaku non-verbal seperti kedekatan, sentuhan fisik,dan suara keras.

 e.Pesan dan Saluran : Pesan sebenarnya merupakan produk fisik dari proses kodifikasi.Jika seseorangitu berbicaramakapembicaraanituadalahpesan.Jikaseseorangitumenulismakatulisanituadalahpesan.Bilakitamelakukan suatu gerakan maka gerakan itu adalah pesan.Pesan itu dipengaruhi oleh kode atau kelompok simbol yang digunakan untuk mentransfer makna atau isi dari pesan itu sendiri dan dipengaruhi oleh keputusan memilih dan menata kodedan isi tersebut. Menurut  Sendjaja(1994) mengutip pendapat  Reardon bahwa kendala utama dalam berkomunikasi seringkali  lambang atau simbol yang sama mempunyai makna yang berbeda. Kurangnya kecermatan dalam memilih kode atau mentransfer makna dan menata kode serta isi pesan dapat memunculkan sumberdistorsi komunikasi.  Saluran merupakan medium; lewat mana suatu pesan itu berjalan. Saluran dipilih oleh sumberkomunikasi. Sedangkan sumber komunikasi dapat dibedakan berdasarkan jaringan otoritas dan pelaksanaan yang disebut formal dan saluran informal biasanya digunakan untuk meneruskan pesan-pesan pribadi atau pesan-pesan sosial yang menyertai pesan-pesan yang disampaikan secara formal.

  f.         Umpan balik secara efektif adalah suatu cara  yang  dapat dipertimbangkan untuk  menghindari dan  mengoreksi terjadinya distorsi. Umpan balik merupakan pengecekan sejauh mana keberhasilan yang dicapai dalam mentransfer makna pesan antara komunikator dan komunikan.Setelahsi-penerima pesan melaksanakan pengkodean kembali, maka yang bersangkutansesungguhnya telah berubah menjadi  sumber. Maksudnya bahwayang bersangkutan  mempunyaitujuantertentu,yakni untukmemberikanresponataspesanyang diterima, dan ia harus melakukan  penkodean  sebuah pesan dan mengirimkannya  melaluisalurantertentukepada pihakyang semula bertindaksebagai pengirim. Umpanbalik menentukan apakah suatu pesan telah benar -benar dipahami atau belum dan adakah suatu perbaikan patut dilakukan.

 g.        Gangguan  merupakan komponen yang mendistorsi sebuahpesan.Gangguan dapat terjadi pada kedua belah pihak baik penyampai atau penerima pesan dalam komunikasi. Gangguan ini dapat berupa fisik, psikologis dan semantik ataukebahasaan. Misalnya desingan suara mobil, pandangan atau pikiran yang sempit dan penggunaan istilah yang menimbulkan arti yang berbeda-beda, merupakan contoh dari masing-masing jenis gangguan yang dapat mendistorsi pesan yang dimaksudkan dalam komunikasi.

 h.        Efek Komunikasi. Pada setiap peristiwa komunikasi selalu mempunyai konsekuensi atau dampak atas satu atau lebih yang terlibat. Dampak itu berupa perolehan pengetahuan, sikap-sikap baru atau memperoleh cara-cara gerakan baru sebagai refleksi sikomotorik.

 6.  Persepsi dan Hubungan Interpersonal

 Dalam setiap komunikasi yang melibatkan dua orang atau beberapa orang, akan ditemukan beragam pribadi yang harus dikenali, yaitu dirikita sendiri dan diripihak/orang lain yang menjadi  partner komunikasi. Sedangkan untuk mengenali  orang lain bukanlah perkara mudah dan sederhana. Hal itu akan berhubungan dengan proses psikologis yaitu persepsi.Persepsi merupakan proses internal dalam diri seseorang yang memungkinkan ia memilih, mengorganisasikan,dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan sehingga hal itu mempengaruhi perilaku yang bersangkutan.

 Proses persepsi melibatkan penginderaan atas suatu objek yaitu melalui penglihatan, pendengaran,  penciuman,  perabaan,  dan  pengecapan;  kemudian  perhatian  atas  sesuatu  objek/pesan tersebut dapatmenarikperhatian;daninterpretasi.   Karenaitu,persepsimerupakanintikomunikasisedangkanpenafsiran (interpretasi)merupakaninti persepsi(Mulyana,2000).

 Secara  teoritik  persepsi  baikterhadap  lingkungan  fisik  ataupunterhadap  lingkungan  sosial  (termasuk  lingkungan masyarakat  atau  organisasi    seperti  halnya  sekolah)  tidak  akan  akurat  dan  banyak  memiliki  keterbatasan  untuk  dijadikan perolehanpengetahuan/informasi.Dalammemahamisuatuobjekdanmempersepsiorang lain,kitaharusmembuatkesimpulan berdasarkaninformasiyang tidaklengkap,yaitu informasiyang hanyadiperolehmelaluikelimainderakita.Maka,ketikakita berkomunikasi,kitaakanmendasarkanpersepsiterhadaporang lainatasperilakukomunikasinyayangdapatkita amati.

 Jendela Johariadalah salahsatu modelinovatifuntukmemahamitingkat-tingkat kesadarandan penyingkapan diri dalam komunikasi dalam pelatihan (Tubbsdan Moss; Editor:Mulyana,1996:13).Modelini menawarkan  suatu  cara  melihat  kesaling-bergantungan  hubungan  antara  intrapersonal  dan  hubungan  interpersonal.  Model Jendela Johari digambarkan dalam empat kuadran yang mirip empat kaca pada sebuah jendela seperti gambar dibawah ini.

 

 

Diketahui diri sendiri

 

Tidak diketahui diri sendiri

Diketahui orang lain

Terbuka

1

Gelap

2

Tidak diketahui orang lain

Tersembunyi

3

Tidak diketahui

4

 

 

Gambar jendela Johari

 Kuadranpertamadisebutkuadranterbuka.Tahapini mencerminkanketerbukaanAndapadaduniasecaraumum. KuadraninimencakupsemuaaspekdiriAndayangAndaketahuidandiketahuiolehorang lain.Kuadraninimenjadidasardalam berkomunikasiantar duaorang.

 Kuadrankedua  adalahkuadrangelapmeliputisemuahalmengenaidiriAndayangdirasakanoranglaintetapi tidak andarasakan.Contoh Andaterlalumemonopolipercakapantanpa Andasadari.

 Kuadranketiga,kuadrantersembunyi.Kuadraninimenentukankebijaksanaan.Kuadraninidibangunoleh semuahal yang Andalebihsukatidakmembeberkannyakepadaoranglain.Misalkanpermasalahanperceraianorang tuaAnda,gajiAnda, perasaanAndapadasahabatsekamar.

 Kuadrankeempat, sering disebutkuadrantakterketahui.KuadrangelaptidakAndaketahuimeskipun diketahuioranglain.KuadraninimewakilisegalasesuatutentangdiriAndayangbelumpernahditelusuri,olehAndaatauoleh orang lain.Andahanyadapatmendugabahwahaliniada,ataumenyadarinyadalamretrospeksi.

 a.    Tahapanhubungan interpersonalberlangsungdalambeberapatahap,mulaitahap interaksiawalsampai tahap  pemutusan  (dissolution).  Seorang  kawan  yang  akrab  tidak  begitu  saja  terjadi  setelah  adanya  pertemuan,  untuk menumbuhkankeakraban  dilakukansecarabertahap.TerdapatlimatahapanyangdikemukakanDeVito(1986b)dimanatahapan inidapatmenjadidasardalammenjalinhubungan.Kelimatahapitu adalahkontak,keterlibatan,keakraban,perusakandan pemutusan.

 1)             Tahappertamakitamembuatkontak,adabeberapamacampersepsialatindra,Andamelihat,mendengar dan  membaui  seseorang.  Beberapa  peneliti,  dalam  tahap  ini  selama  empat  menit  pertama  (interaksi  awal),  Anda  akan memutuskanapakahinginmelanjutkanhubunganiniatautidak.Padatahapinipenampilanfisikbegitupenting,karenadimensi fisikbegituterbukauntukdiamatisecaramudah.Namundemikian,kualitas-kualitaslain, sepertibersahabat,kehangatan, keterbukaan,dandinamismejugaterungkapdalam tahapini.JikaAndamenyukaiorang tersebutmakaakanberlanjutketahap kedua.

 2)             PadatahapiniAndamengikatdiriAndalebihjauh.Andamengikatkandiriuntuklebihmengenalorang lain.Andamungkinmembinahubunganprimer,sehinggaoranglainitumenjadisahabatbaikataukekasihAnda.Komitmenini dapatmenjadiberbagaibentuk,perkawinan,membantuorang ituataumengungkapkanrahasiabesarAnda.Tahapinihanya disediakanuntuksedikitorang paling banyakempatorang,karenajarang sekali orang memilikilebihdariempatorang sahabat.

 3)             Dalamtahap berikutnyamerupakanpenurunanhubungan,ketika ikatan diantara kedua pihakmelemah. Padatahapperusakan,Andamulaimerasabahwahubunganinimungkintidaklah sepertiyang Andapikirkansebelumnya.Anda berduamenjadisemakinjauh,makin sedikitwaktusenggangyang AndalaluibersamadanapabilaAndaberduabertemuAnda saling berdiamdiritidaklagibanyakmengungkapkandiri.JikatahapperusakaniniberlanjutAndamemasukitahappemutusan.

 4)             Tahappemutusanadalahpemutusanikatanyangmempertalikankeduapihak.Jikabentukikatanitu adalah perkawinanpemutusanhubungandilambangkandenganperceraian,walaupunpemutusanhubunganaktualdapatberupa hidupterpisah.Dalambentukmateriinilahtahap ketikaharta kekayaandibagidanpasangansuamiistrisaling berebuthak pemeliharaananak.

 7.  Mendengarkan dan Berbicara

  Mendengarkandanberbicaramerupakanhalyang utamadalamberkomunikasisecarainterpersonal. Pendengaraktifadalahmendengaruntukmengertiapayang dikatakandibalikpesanitu.Apabilaterjadikekurangandalam proses mendengarkanmakayang terjadiadalahketidak-mengertianbahasayang digunakandalammenerjemahkanpesanyang disampaikan,kurangnyawaktuuntukmenerjemahkanpesandalam bentuk kata-kata,ataumengabaikanisyaratnonverbal yang mengiringipesanverbal.

 Seseorangyang mendengarkandenganaktifharusdapatmengetahuijugapesan yangditerimasecara keseluruhan  dan dari sudut pandang yang berbeda dariapa yangdikatakan seseorang. Beberapahalyangperludiperhatikanuntukmendengarkansecaraaktif, yaitu:

 a.   Mendengarkandenganmenangkapungkapannonverbalsebaikisyaratverbal.Padasaatmendengarkandenganaktif, penerima  akan  mendapat  umpan  balik  dengan  menguraikan  sendiri  kata-kata  tentangpesan  yangdisampaikan oleh sumber.

 b.  Penerimapesanmengecekkembali(perceptioncheck)yaituapayangterkandung dalam sebuahpesanyangditerimanyauntuk mengertipesanapa yangsesungguhnya.

 c.   Gambaran  perilaku  (behavior  descriptions)  ini  merupakan  gambaran  individu  yang  sangat  spesifik.  Kegiatan pengamatankepadaoranglaintanpamembuatkeputusanataumengeneralisasitentang  apa latarbelakang dan sifat-sifatnya.

 Teknikmendengarkanefektif  dapatmembantupara komunikatormempunyaiinformasiyang akurat.Pastikanbahwa kualitasinformasiyangbaiktidakhanyamerupakantantangandalammendengarkan.Keduanyabaikpengirimmaupunpenerima harus  memastikan  bahwa  mereka  mempunyai  kualitas  ketepatan  dari  informasi  yang  benar.  Brownell  menyatakan  bahwa efektivitasmendengarkandapatdimengertimelaluiindikatorperilaku: seseorang merasaberhubungandenganmendengarkan secaraefektifdalamenamunsuryangdikenalHURIERModel(Hearing,Understanding,Remembering,Interpreting,Evaluating, andResponding).

 

   8. KetrampilanBerbicara

 Ketrampilan  verbal  dalam  berbicara  merupakan  kemampuan  mengekspresikan  bahan  pembicaraan  dalam bahasakata-kata.Tidakadaaturanyangmengikatataustandardalampenggunaannya,baikmenyangkutpanjangkata-kata maupunrincianuraianyangakadisampaikan.Semuanyatergantungpadaunsurtingkatpengalaman,panjangpembicaraan, materipembicaraan,sertawaktu yangtersedia.

 Dalamberbicaratidakbaikmengunakankata-katajargonyaitukata-katayang dibuat dan digunakan  untukkalangan tertentu saja dimana orang lain  tidakmengerti.Untukmenghindari kata-katajargondalamkomunikasi disarankan untuk mengunakan kata-katayang pendek,sederhana,danlangsungpadasasaran. Sedangkan teknikyangdapatdigunakandalammeningkatkaneffektifitaspenampilanberbicaraverbaladalah sebagaiberikut:

 a.      Percayadiri: adalah keyakinan  pada kemampuan dan penilaian diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif.  Hal ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas  pendapatnya.

 b.   Ucapkan  kata-kata  dengan  jelas  dan  perlahan-lahan,  berikan  penekanan dan pengulanganuntuk  hal-halyangdianggap penting.

 c.   Berbicaralah  dengan  wajar sebagaimana biasanya,   jangan  terkesan  seperti  penyair  atau  sedang berdeklarasi.

 d.  Hindari suaramonoton,gunakantekanandaniramatertentuuntukmenampilkanpoin-poin tertentusepertimarahdengannadatinggi,sedihdengansuaramemelas,tetapihindarkankesansepertipemain drama.

 e.   Menarik napas dalam-dalam,dua sampai dua kali untuk mengurangi  ketegangan. Atur napas secara normal jangan terkesan seperti yang sedang dikejar-kejar.

 f.   Hindarisindromem,ah,anu,apadansebagainya.Jikaterpojokdankehabisanbicara.

 g.   Membaca paragraf yang dianggap penting dari teks tulisan.Jangan merasa malu dengan ha lini karena pendengar akan berfikir bahwa kita akan menekankan poin pembicaraan.

 h.  Siapkanairminum(terutamamerekayangsering kali kehabisannapasjikaberbicara).

 9. Pengertian  Komunikasi Nonverbal dan Bahasa Tubuh

             Dalam daftar istilah Cultural and Communication Studies, Sebuah Pengantar Paling Komprehensif dinyatakan, komunikasi nonverbal adalah ”semua eksprsi eksternal selain kata-kata terucap atau tertulis (spoken and written word), termasuk gerak tubuh, karakteristik penampilan, karakteristik suara, dan penggunaan ruang dan jarak (Fiske, 2004;281). Sedangkan Harris (1990:7) menyebutkan komunikasi nonverbal diacukan pada bahasa tubuh, seperti gerak-gerik tubuh. Pengertian yang lebih ringkas diberikan Jandt (1998:97) yang menyebut komunikasi nonverbal sebagai ”pesan yang disampaikan tanpa menggunakan kata-kata”.

           Secara sederhana bahasa tubuh dapat diartikan, ”penyampaian pesan nonlisan yang menggunakan kemampuan seluruh anggota badan untuk menyampaikan pesan”, seperti menggunakan gerak tubuh, mimik wajah, isyarat tangan dan jarak tubuh. Pease (1987) menyebut bahasa tubuh itu mencakup mulai dari isyarat tangan, isyarat mata, posisi tubuh hingga jarak yang dibangun antara dua orang yang berbicara.

 1. Fungsi Komunikasi Nonverbal

      Jandt (1998:100-101) menyebutkan beberapa fungsi komunikasi nonverbal dalam komunikasi manusia, yaitu sebagai berikut.

 Menggantikan pesan lisan, yang biasanya dilakukan bila situasi tak memungkinkan untuk menyampaikan pesan lisan.

  • Menyampaikan pesan-pesan yang enak disampaikan secara lisan, penyampaian dengan menggunakan isyarat tanpa merasa menyinggung perasaan atau mempermalukan.
  • Membentuk kesan yang mengarahkan komunikasi, ada saatnya kita mengelola kesan orang lain terhadap diri kita melalui pesan nonverbal.
  • Memperjelas relasi, mengingat pesan komunikasi itu mengandung isi dan informasi tentang relasi.
  • Mengatur interaksi, ini terjadi, misalnya manakala kita terlibat dalam percakapan antar pribadi.
  • Memperkuat dan memodifikasi pesan-pesan verbal, isyarat-isyarat nonverbal dapat menjadi mata pesan yang mempengaruhi penyandibalikan (decoding) pesan.
  • Sedangkan Wood (1994:152-155) menyebut ada 3 (tiga) fungsi komunikasi nonverbal, yaitu:
  • komunikasi nonverbal melengkapi komunikasi verbal;
  • komunikasi nonverbal mengatur interaksi;
  • komunikasi nonverbal membangun relasi tingkatan makna, yang pada dasarnya terdiri dari tiga dimensi-dimensi primer relasi tingkat makna, yaitu responsivitas, menunjukan suka-tidak suka, dan kekuasaan atau kontrol.

 2. Jenis-Jenis Komunikasi Nonverbal

 Jandt (1998:104-116) mencatat ada (9) sembilan jenis komunikasi nonverbal, yaitu sebagai berikut:

 o   Proxemics (Kedekatan), Istilah ini berasal dari Edward Hall yang mengambilnya dari kata Proximity (kedekatan) untuk menunjukan adanya ruang atau tetorial baku dan ruang personal yang kita gunakan dalam berkomunikasi.

 o   Kinesics (Kinesik), Istilah ini digunakan untuk menunjukan gerak-gerik atau sikap tubuh (gestures), gerak tubuh (body movement), ekspresi wajah, dan kontak mata.

 o   Chronemics (Kronemik), Istilah ini berkaitan dengan waktu. Ada yang memandang waktu itu berjalan linier atau mengikuti garis lurus yang bergerak dari titik awal menuju titik akhir.

 o   Paralanguage (Parabahasa), Istilah ini menunjuk pada unsur-unsur nonverbal sauara dalam percakapan verbal.

 o   Kebisuan, Istilah ini dipandang agak membingungkan karena membisu dipandang tidak berkomunikasi. Namun sebenarnya, dalam kebisuan orang mengkomunikasikan sesuatu.

 o   Haptics, Istilah ini berkaitan dengan penggunaan sentuhan dalam berkomunikasi.

 o   Tampilan Fisik dan Busana, Istilah ini menunjukan pesan nonverbal dapat juga berupa tampilan fisik dan busana yang dikenakan.

 o   Olfactics, Istilah ini berkaitan dengan penggunaan indera penciuman dalam berkomunikasi nonverbal. Bukan hanya bau wangi parfum, tetapi juga bau badan berpengaruh terhadap komunikasi.

 o   Oculesics, Istilah ini menunjuk pada pesan yang disampaikan melalui mata.

      Dengan demikian, komunikasi nonverbal yang menyampaikan pesan-pesan nonverbal merupakan bagian dari setiap bentuk komunikasi manusia. Tanpa ada pesan nonverbal, kita akan merasakan komunikasi berlangsung hambar dan dingin karena fungsi komunikasi nonverbal yang amat penting dalam kegiatan komunikasi.

 3.        Bahasa Tubuh

      Bahasa tubuh pada dasarnya penyampaian pesan dengan menggunakan tubuh kita sendiri sebagai penyampai pesannya diluar mulut kita. Dalam berkomunikasi melalui bahasa tubuh, manusia menggunakan semua unsur komunikasi, kecuali ungkapan lisan. Sebagai bagian dari komunikasi nonverbal, fungsi-fungsi komunikasi nonverbal pun melekat pada fungsi bahasa tubuh.

 a). Ekspresi Wajah

 Baskin dan Aronoff (1980:104) menyebutkan sejumlah kondisi emosional yang tampak pada wajah yang sifatnya universal, seperti berikut ini:

 ·      Tertarik adalah  Emosi yang menunjukan senang yang mungkin terkait dengan observasi atas satu fenomena baru untuk pertama kalinya.

 ·      Gembira adalah  Ekspresi kesenangan atau kegembiraan, yang dekat dengan emosi positif yang sudah ada.

 ·      Terkejut adalah  Ekspresi yang merupakan respons awal terhadap stimulus yang tiba-tiba muncul yang melebihi ambang batas.

 ·      Takut adalah  Ekspresi yang terkait dengan naluri menjaga diri. Pada manusia ada tentang luas kemungkinan rasa takut mulai dari yang ancaman bahaya yang biasa-biasa saja hingga teror total.

 ·      Kesedihan adalah  Ekspresi kekecewaan terhadap beberapa peristiwa yang terjadi saat ini atau pada masa lalu, kekecewaan atas sesuatu yang tak bisa kita kendalikan sepenuhnya hingga hinaan atau cacian tentang diri kita yang sebenarnya bisa kita lakukan dengan lebih baik.

 ·      Marah adalah  Ekspresi yang bersumber sari sesuatu yang mungkin membuat sedih yang ingin kita hindari. Juga merupakan ekspresi terbuka rasa permusuhan yang membentang mulai dari ketidak senangan yang biasa-biasa saja hingga amukan.

 ·      Jijik adalah  Ekspresi tidak bisa menerima atau merendahkan yang sangat kuat. Pengirim pesan ini melihat dirinya jelas lebih unggul dibandingkan penerima pesan.

 b). Mata

      Kepribadian yang kuat diidentikan dengan sorot mata yang tajam. Permainan mata juga dianggap sebagai bagian penting dalam perjuangan hidup. Konon mata manusia, akan membesar atau berkonsentrasi karena sikap dan suasana hatinya berubah dari positif ke negatif (Pease, 1987:93).

 c). Anggota Badan

        Baskin Aronoff (1980:106) memyebutkan beberapa fungsi gerakan anggota tubuh dalam komunikasi. Fungsi tersebut adalah (a) mengilustrasikan apa yang kita komunikasikan, (b) menekankan pada apa yang kita komunikasikan, (c) menata interaksi dalam komunikasi, (d) menunjukan emosi, khususnya tingkat emosi, dan (e) menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kebutuhan emosional. Bahasa tubuh merupakan bagian sangat penting dalam komunikasi manusia. Bahasa tubuh, sebagai bagian komunikasi nonverbal, juga menyampaikan pesan-pesannya sendiri. Kita bahkan bisa memahami maksud komunikasi seseorang melalui bahasa tubuhnya. Bahkan kita pun bisa memperoleh ”bocoran”mengenai kondisi emosi lawan komunikasi kita melalui bahasa tubuhnya. Hal lain yang penting dari bahasa tubuh dalam komunikasi adalah membantu efektivitas komunikasi kita. Pesan verbal diperkuat dengan pesan nonverbal atau bahasa tubuh atau pesan nonverbal  dapat menggantikan pesan verbal. Pesan verbal tersebut dapat dilakukan baik karena situasinya seperti ditengah keramaian atau pun karena memang isi pesannya seperti pesan yang bernada kritik terhadap orang yang dekat dengan kita.

                Dengan demikian, dalam komunikasi antarpribadi, bahasa tubuh memainkan peran penting. Penggunaan zona dalam komunikasi antarpribadi merupakan salah satu aspek penting bahasa tubuh. Kita akan membawa lawan komunikasi kita pada zona intim untuk menunjukan keakraban sehingga suasana komunikasi antarpribadi bisa terbangun. Kita pun menggunakan bahasa tubuh lainnya, seperti tatapan mata dan sentuhan. Ini menunjukan bahasa tubuh sangat penting dalam komunikasi antarpribadi karena bukan hanya membantu menyampaikan pesan tetapi juga menunjukan sikap kita terhadap lawan komunikasi

 B.         Strategi  meningkatkan Komunikasi

 Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan atau planning dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.

 Demikian pula dengan strategi komunikasi yang merupakan perpaduan antara perencanaan komunikasi dengan menajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi ini harus mampu menunjukkan bagaimana operasional praktis yang harus dilakukan, dalam arti bahwa pendekatan bisa berbeda-beda sewaktu-waktu tergantung pada situasi dan kondisi.

 Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan komunikasi yaitu;

 1.             Mengenali sasaran komunikasi

 Sebelum melakukan komunikasi  seseorang  perlu mengetahui dan memahami  siapa saja yang akan menjadi sasaran komunikasi tersebut. Sudah tentu ini tergantung pada tujuan komunikasi, apakah agar komunikan hanya sekedar mengetahui ataukah agar komunikan melakukan tindakan tertentu. Apapun tujuan, metode, dan banyaknya sasaran, pada diri komunikan perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut:

 a.    Kerangka referensi

 Kerangka referensi seseorang terbentuk dalam dirinya sebagai hasil dari perpaduan  pengalaman, pendidikan, cita-cita, gaya hidup, norma hidup, status sosial, ideologi, dan lain-lain.

 b.    Situasi dan kondisi

 Faktor situasi  ini terjadi pada saat komunikan akan menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator. Situasi yang bisa menghambat komunikasi harus bisa diantisipasi sebelumnya. Sedangkan yang dimaksud kondisi adalah keadaan fisik dan psikis komunikan pada saat ia sedang menyampaikan atau   menerima pesan komunikasi. Komunikasi kita tidak akan efektif jika komunikan sedang marah, sedih, bingung, sakit, atau lapar.

 2.      Pemilihan media komunikasi

                  Ada berbagai macam  media komunikasi yang jumblahnya banyak, mulai dari yang tradisional sampai dengan  modern. Untuk mencapai sasaran komunikasi  kita bisa memilih salah satu atau menggabungkan beberapa media  tergantung dari tujuan yang akan dicapai, pesan yang akan disampaikan, dan teknik yang akan dipergunakan. Peran media sangatlah penting untuk membantu proses komunikasi tersebut dan  masing-masing media memiliki  kelebihan atau keunggulan dan kekurangan.

 3.      Pengkajian tujuan pesan

 Penentuan tujuan berkomunikasi sangat penting bagi komunikator dalam berkomunikasi  karena akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan teknik yang akan diambil.

 4.      Peranan komunikator dalam komunikasi

 Ada beberapa faktor  esensi yang harus diperhatikan oleh  komunikator melakukan komunikasi yaitu;

 a.    Daya tarik sumber

 Seorang komunikator akan berhasil dalam komunikasi jika mampu mengubah sikap, opini, dan perilaku komunikan melalui mekanisme daya tarik, yakni ketika pihak komunikan merasa bahwa komunikator ikut serta dengannya. Dengan kata lain, komunikan merasa memiliki kesamaan dengan komunikator sehingga komunikan bersedia taat pada isi pesan yang disampaikan komunikator.

 b.      Kredibilitas sumber

 Faktor kedua yang bisa menyebabkan komunikasi berhasil adalah kepercayaan komunikan pada komunikator. Kepercayaan ini banyak bersangkutan dengan profesi keahlian yang dimiliki seorang komunikator.

 Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran banyak ditentukan oleh keaktifan antara pendidik dan peserta didik dalam bentuk timbal balik berupa pertanyaan, jawaban pertanyaan atau berupa perbuatan baik secara fisik maupun secara mental. Adanya umpan balik ini memungkinkan pembelajar mengadakan perbaikan-perbaikan cara komunikasi yang pernah dilakukan. Keefektifan komunikasi dapat mengambarkan kemampuan orang dalam menciptakan suatu pesan dengan tepat, yaitu pengirim pesan dapat mengetahui bahwa penerima pesan mampu menginterprestasikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim.

 Selain itu keefektifan pembelajaran sangat ditentukan oleh adanya perhatian dan minat pebelajar. Ini sesuai dengan model “AIDA singkatan dari Attention (perhatian ), Interest (minat), Desire (hasrat), dan Action (kegiatan)” . Maksudnya agar terjadi kegiatan pada diri pebelajar sebagai komunikan, maka terlebih dahulu harus dibangkitkan perhatian dan minatnya kemudian dilanjutkan dengan penyajian bahan. Dengan demikian timbul hasratnya untuk melaksanakan kegiatan, sehingga walaupun persepsinya tidak terlalu sama dalam menerima pesan tetapi perbedaannya tidak terlalu banyak. Karena secara psikologis setiap orang akan menanggapi dan memberi makna yang berbeda-beda sesuai dengan karakternya masing-masing.

 Komunikasi yang jelas dalam sebuah pembelajaran adalah salah satu syarat bahwa pembelajaran berlangsung efektif. Jadi bila kita ingin menjadi guru yang efektif, marilah kita bersama-sama memperbaiki kemampuan kita berkomunikasi kepada peserta didik dalam setiap pembelajaran.

 Ada beberapa komponen dalam komunikasi pembelajaran yang efektif, yaitu:

 ·         Penggunaan terminologi yang tepat

 ·         Presentasi yang berkesinambungan dan sistematis

 ·         Sinyal transisi atau perpindahan topik bahasan

 ·         Tekanan pada bagian-bagian penting pembelajaran

 ·         Kesesuaian antara tingkah laku komunikasi verbal dengan tingkah laku komunikasi nonverbal.

 Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi yang efektif:

 1)             Respect adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Jika kita harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Pahami bahwa seorang pendidik harus bisa menghargai setiap peserta didik yang dihadapinya. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam  berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektivitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai tim.

 Menurut Dale Carnegie dalam bukunya “How to Win Friends and Influence People”, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang psikolog yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa “Prinsip paling dalam dari sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai”. Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan.

 Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati akan menggenggam orang dalam telapak tangannya. Charles Schwaab, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuan dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk  membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal–hal terbaik adalah dengan memberikan penghargaan yang tulus.

 Berikan sebuah penghargaan yang tulus kepada masing–masing peserta didik. Sehingga peserta didik dapat membedakan antara perlakuan yang tulus dan tidak tulus. Ketika memberikan penghargaan maka Anda sebagai seorang pendidik akan dihargai oleh peserta didik. 

 2)     Emphaty, kemampuan menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi orang lain. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi didunia pendidikan. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan, perilaku, dan keinginan dari peserta didik. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun sebuah suasana kondusif di dalam proses belajar-mengajar. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologi atau penolakan dari penerima.

 3)        Audible  berarti “dapat didengarkan” atau bisa dimengerti dengan baik.  Sebuah pesan harus dapat disampaikan dengan cara atau sikap yang bisa diterima oleh si penerima pesan.  Raut muka yang cerah, bahasa tubuh yang baik, kata-kata yang sopan, atau cara menunjuk, termasuk ke dalam komunikasi audible.

 4)     Clarity adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi.

 Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme peserta didik dalam proses belajar-mengajar.

 Perjelas maksud Anda dalam mengajar sesuatu, sampaikan secara sistematis dan teratur, gunakan alat bantu peraga jika memang diperlukan. Semakin peserta didik merasakan mendapat banyak ilmu dari Anda, maka peserta didik akan semakin terpacu untuk terus menghadiri dan memperhatikan pelajaran yang Anda sampaikan.

 Dengan cara seperti ini peserta didik tidak akan menganggap lagi proses belajar-mengajar sebagai formalitas tetapi akan mengganggapnya sebagai sebuah kebutuhan pokok bagi kehidupannya.

 5)             Humble atau rendah hati adalah menghargai orang lain, mau mendengar, menerima kritik, tidak sombong, dan tidak memandang rendah orang lain.

      Seperti yang disampaikan Wilbur Schramm, “the condition of success in communication”, yakni kondisi yang harus dipenuhi jikakita menginginkan agar suatu pesan yang membangkitkan tanggapan yang kita kehendaki dengan memperhatikan:

 ·      Pesan harus dirancang dan disampaikan dengan menarik.

 ·      Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman antara komunikator dan komunikan, sehingga dimengerti.

 ·      Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan.

 ·      Pesan  harus  menyarankan  suatu  jalan  untuk  memperoleh  kebutuhan komunikan.

 Langkah pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana  bisa menarik  perhatian komunikan. Dengan  mendapatkan perhatian komunikan  maka kita juga akan membuat komunikan tertarik untuk mengetahui isi pesan yang disampaikan. Penyajian pesan agar menarik, jelas pada awalnya, tergantung pada packaging pesan sesuai dengan media yang akan digunakan.

 Saat  menggunakan  media  cetak  misalnya,  pesan  yang  disampaikan haruslah  disajikan  dengan  menarik.  Baik  dari  segi content,  maupun  tampilan secara keseluruhan. Bisa diakali dengan pemilihan font (jenis huruf), warna ataupun desain grafis secara keseluruhan.  Isi sesuai dengan konsep komunikasi yang dinamakan AIDDA, dikembangkan sekitar dasawarsa 1920-an. AIDDA merupakan singkatan dari Attention   (Perhatian)   Interest   (Minat)   Decision   (Keputusan)   dan   Action (Kegiatan).

Untuk menjadikan sebuah komunikasi akan menjadi lebih effektif maka perlu memperhatikan beberapa hal;

 1.        Berikan kesan bahwa anda antusias berbicara dengan mereka. Ketika anda memberikan kesan bahwa anda sangat antusias berbicara dengan mereka dan bahwa anda peduli kepada mereka, anda membuat perasaan mereka lebih positif dan percaya diri. Mereka akan lebih terbuka kepada anda dan sangat mungkin memiliki percakapan yang mendalam dengan anda.

 2.        Ajukan pertanyaan tentang minat mereka – jenis  pertanyaan terbuka akan membuat mereka berbicara tentang minat dan kehidupan mereka. Galilah sedetail mungkin sehingga akan membantu mereka memperoleh perspektif baru tentang diri mereka sendiri dan tujuan hidup mereka.

 3.        Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan mereka – Rasakan bagaimana perasaan mereka pada saat ini dengan mengamati bahasa tubuh dan nada suara. Dari sudut pandang ini, anda dapat menyesuaikan kata-kata, bahasa tubuh, dan nada suara anda sehingga mereka akan merespon lebih positif.

 4.        Tunjukkan rasa persetujuan: Katakan kepada mereka apa yang anda kagumi tentang mereka dan mengapa – Salah satu cara terbaik untuk segera berhubungan dengan orang adalah dengan menjadi jujur dan memberitahu mereka mengapa anda menyukai atau mengagumi mereka. Jika menyatakan secara langsung dirasakan kurang tepat, cobalah dengan pernyataan tidak langsung. Kedua pendekatan tersebut bisa sama-sama efektif.

 5.        Dengarkan dengan penuh perhatian semua yang mereka katakan – Jangan terlalu berfokus pada apa yang akan Anda katakan selanjutnya selagi mereka berbicara. Sebaliknya, dengarkan setiap kata yang mereka katakan dan responlah serelevan mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa anda benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan dan anda sepenuhnya terlibat di dalam suasana bersama dengan mereka. Juga pastikan untuk bertanya setiap kali ada sesuatu yang tidak mengerti pada hal-hal yang mereka katakan. Anda tentu saja ingin menghindari semua penyimpangan yang mungkin terjadi dalam komunikasi jika anda ingin mengembangkan hubungan yang sepenuhnya dengan orang tersebut.

 6.        Beri mereka kontak mata yang lama – kontak mata yang kuat mengkomunikasikan kepada orang lain bahwa anda tidak hanya terpikat oleh mereka dan apa yang mereka katakan tetapi juga menunjukkan bahwa anda dapat dipercaya. Ketika dilakukan dengan tidak berlebihan, mereka juga akan menganggap anda yakin pada diri anda sendiri karena kesediaan anda untuk bertemu mereka secara langsung. Akibatnya, orang secara alami akan lebih memperhatikan anda dan apa yang anda katakan.

 7.        Ungkapkan diri anda sebanyak mungkin – Salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan seseorang adalah dengan mengungkapkan diri secara terbuka. Bercerita tentang kejadian yang menarik dari hidup anda atau hanya menggambarkan contoh lucu dari kehidupan normal sehari-hari. Ketika anda bercerita tentang diri anda, pastikan untuk tidak menyebutkan hal-hal yang menyimpang terlalu jauh dari minat mereka atau bahkan berlebihan. Anda dapat membiarkan mereka mengetahui lebih jauh tentang diri anda seiring berjalannya waktu.

 8.        Berikan kesan bahwa anda berdua berada di tim yang sama – Gunakan kata-kata seperti “kami, kita ” untuk segera membangun sebuah ikatan. Bila anda menggunakan kata-kata tersebut, anda membuatnya tampak seperti anda dan mereka berada di tim yang sama, sementara orang lain berada di tim yang berbeda.

 9.        Berikan mereka senyuman terbaik anda – Ketika anda tersenyum pada orang, anda menyampaikan pesan bahwa anda menyukai mereka dan kehadiran mereka membawa anda kebahagiaan. Tersenyum pada mereka akan menyebabkan mereka sadar ingin tersenyum kembali pada anda yang secara langsung akan membangun hubungan antara anda berdua.

 10.    Menawarkan saran yang bermanfaat – Kenalkan tempat makan yang pernah anda kunjungi, film yang anda tonton, orang-orang baik yang mereka ingin temui, buku yang anda baca, peluang karir atau apa pun yang terpikirkan oleh anda. Jelaskan apa yang menarik dari orang-orang, tempat atau hal-hal tersebut. Jika anda memberi ide yang cukup menarik perhatian mereka, mereka akan mencari anda ketika mereka memerlukan seseorang untuk membantu membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

 11.    Beri mereka motivasi – Jika orang yang anda hadapi lebih muda atau dalam posisi yang lebih sulit dari anda, mereka mungkin ingin mendengar beberapa kata motivasi dari anda karena anda lebih berpengalaman atau anda tampaknya menjalani kehidupan dengan baik . Jika anda ingin memiliki hubungan yang sehat dengan orang tersebut, anda tentu saja tidak ingin tampak seperti anda memiliki semuanya sementara mereka tidak. Yakinkan mereka bahwa mereka dapat melampaui masalah dan keterbatasan mereka, sehingga mereka akan berharap menjadikan anda sebagai teman yang enak untuk diajak bicara.

 12.    Tampil dengan tingkat energi yang sedikit lebih tinggi dibanding orang lain – Umumnya, orang ingin berada di sekitar orang-orang yang akan mengangkat mereka, bukannya membawa mereka ke bawah. Jika anda secara konsisten memiliki tingkat energi yang lebih rendah daripada orang lain, mereka secara alami akan menjauh dari Anda menuju seseorang yang lebih energik. Untuk mencegah hal ini terjadi, secara konsisten tunjukkan dengan suara dan bahasa tubuh anda bahwa anda memiliki tingkat energi yang sedikit lebih tinggi sehingga mereka akan merasa lebih bersemangat dan positif berada di sekitar Anda. Namun jangan juga anda terlalu berlebihan berenergik sehingga menyebabkan orang-orang tampak seperti tidak berdaya. Energi dan gairah yang tepat akan membangun antusiasme mereka.

 13.    Sebut nama mereka dengan cara yang menyenangkan telinga mereka – nama seseorang adalah salah satu kata yang memiliki emosional yang sangat kuat bagi mereka. Tapi hal itu belum tentu seberapa sering anda katakan nama seseorang, namun lebih pada bagaimana anda mengatakannya. Hal ini dapat terbantu dengan cara anda berlatih mengatakan nama seseorang untuk satu atau dua menit sampai anda merasakan adanya emosional yang kuat. Ketika anda menyebutkan nama mereka lebih menyentuh dibanding orang lain yang mereka kenal, mereka akan menemukan bahwa anda lah yang paling berkesan.

 14.    Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju – Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memajukan persahabatan anda dengan seseorang: tawaran untuk makan dengan mereka, berbicara sambil minum kopi, melihat pertandingan olahraga, dll. Meskipun jika orang tersebut tidak menerima tawaran anda, mereka akan tetap tersanjung bahwa anda ingin mereka menjalani persahabatan ke tingkat yang lebih dalam. Di satu sisi, mereka akan memandang anda karena anda memiliki keberanian untuk membangun persahabatan bukan mengharapkan persahabatan yang instan.

C. Melaksanakan Komunikasi dalam Pembelajaran (Melaksanakan komunikasi efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik)

1. Proses Komunikasi

       Komunikasi adalah suatu proses, bukan sesuatu yang bersifat statis. Komunikasi memerlukan tempat, dinamis, menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai hasil, melibatkan interaksi bersama, serta melibatkan suatu kelompok.

 Pengirim pesan melakukan encode, yaitu memformulasikan pesan yang akan disampaikannya dalam bentuk code yang sedapat mungkin dapat ditafsirkan oleh penerima pesan. Penerima pesan kemudian menafsirkan atau men-decode code yang disampaikan oleh pengirim pesan. Jika dilihat dari prosesnya, komunikasi dibedakan atas komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa, baik bahasa tulis maupun bahasa lisan. Sedangkan komunikasi nonoverbal adalah komunikasi yang menggunakan isyarat, gerak gerik, gambar, lambing, mimik muka, dan sejenisnya.

        Menurut Endang Lestari G dalam bukunya yang berjudul “Komunikasi yang Efektif” ada dua model proses komunikasi, yaitu :

 a. Model linier

 Model ini mempunyai ciri sebuah proses yang hanya terdiri dari dua garis lurus, dimana proses komunikasi berawal dari komunikator dan berakhir pada komunikan. Berkaitan dengan model ini ada yang dinamakan Formula Laswell. Formula ini merupakan cara untuk menggambarkan sebuah tindakan komunikasi dengan menjawab pertanyaan: who, says what, in wich channel, to whom, dan with what effect.

 b. Model sirkuler

 Model ini ditandai dengan adanya unsur umpan balik (feedback). Pada hakekatnya model sirkuler ini merupakan proses komunikasi yang berlangsung dua arah. Melalui model ini dapat diketahui efektif dan tidaknya suatu komunikasi, karena komunikasi dikatakan efektif apabila terjadi umpan balik dari pihak penerima pesan.

      Proses komunikasi dapat berlangsung satu arah dan dua arah. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang terjadi adanya arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan. Dalam proses komunikasi yang baik akan terjadi tahapan pemaknaan terhadap pesan (meaning) yang akan disampaikan oleh komunikator, kemudian komunikator melakukan proses encoding, yaitu interpretasi atau mempersepsikan makna dari pesan tadi, dan selanjutnya dikirim kepada komunikan melalui channel yang dipilih. Pihak komunikan menerima informasi dari pengirim dengan melakukan proses decoding, yaitu menginterpretasi pesan yang diterima, dan kemudian memahaminya sesuai dengan maksud komunikator. Sinkronisasi pemahaman antara komunikan dengan komunikator akan menimbulkan respon yang disebut dengan umpan balik.

 b.        Desain Pesan dalam Pembelajaran

 Pembelajaran merupakan sebuah proses komunikasi yang dilakukan secara sengaja dan terencana, karena memiliki tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Agar pesan pembelajaran yang ingin ditransformasikan dapat sampai dengan baik, maka  perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut; Malcolm sebagaimana disampaikan oleh Abdul Gaffur dalam handout kuliah Teknologi Pendidikan PPs UNY (2006) menyarankan agar pendidik perlu mendesain pesan pembelajaran tersebut dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

 a. Kesiapan dan motivasi.

 Kesiapan disini mencakup kesiapan mental dan fisik. Untuk mengetahui kesiapan peserta didik dalam menerima belajar dapat dilakukan dengan tes diagnostik atau tes prasyarat. Ada dua jenis motivasi yaitu internal dan eksternal, yang dapat ditumbuhkan dengan pemberian penghargaan, hukuman, serta deskripsi mengenai keuntungan dan kerugian dari pembelajaran yang akan dilakukan.

 b. Alat Penarik Perhatian

 Pada dasarnya perhatian manusia adalah sangat flrksibel dan cenderung sering berubah-ubah. Sehingga dalam mendesain pesan belajar, pendidik harus pandai-pandai membuat daya tarik  guna mengendalikan perhatian peserta didik pada saat belajar.  Sedangkan penarik perhatian dapat dilakukan melalui: warna, efek musik, pergerakan/perubahan, humor, kejutan, ilustrasi verbal dan visual, serta sesuatu yang aneh.

 c. Partisipasi Aktif Peserta didik

 Pendidik  harus mampu dan berusaha untuk membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu cara untuk menumbuhkan keaktifan peserta didik dapat melakukan rangsangan-rangsangan berupa : tanya jawab, praktik dan latihan, drill, membuat ringkasan, kritik dan komentar, serta pemberian proyek (tugas).

 d. Pengulangan

 Agar peserta didik dapat menerima dan memahami materi dengan baik, maka penyampaian materi sebaiknya dilakukan berulang kali.

 e. Umpan Balik

 Dalam proses pembelajaran sebagaimana yang terjadi pada komunikasi perlu adanya umpan balik yang tepat dan sesuai oleh pendidik. Sehingga Umpan balik tersebut dapat memotivasi dan memberikan semangat bagi peserta didik. Umpan balik yang diberikan dapat berupa : informasi kemajuan belajar peserta didik, penguatan terhadap jawaban benar, meluruskan jawaban yang keliru, memberi komentar terhadap pekerjaan peserta didik, dan dapat pula memberi umpan balik yang menyeluruh terhadap performansi peserta didik.

 f.  Materi relevan degan peserta didik

 Agar materi pelajaran yang diterima peserta belajar tidak menimbulkan kebingungan atau bias dalam pemahaman, maka sedapat mungkin harus dihindari materi-materi yang tidak relevan dengan topik yang dibicarakan. Dalam mendesain pesan perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : materi yang disajikan hanyalah informasi yang penting, memberikan outline materi, memberikan konsep-konsep kunci yang akan dipelajari, membuang informasi distraktor, dan memberikan topik diskusi.

 3.   Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran

      Komunikasi yang efektif terjadi apabila terdapat aliran informasi dari dua arah antara komunikator dengan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut memahaminya. Ada 5 aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu :

 a. Kejelasan

 Komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas sehingga mudah diterima dan dipahami.

 b. Ketepatan

 Ketepatan atau akurasi ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan.

 c. Konteks

 Konteks atau sering disebut dengan situasi, adalah bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi.

 d. Alur

 Bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap

 e. Budaya

 Komunikasi tidak hanya berhubungan dengan bahasa saja tetapi perlu memperhatikan tatakrama dan etika. Artinya dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan budaya orang yang diajak berkomunikasi, baik dalam penggunaan bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. (Endang Lestari G : 2003)

          Menurut Santoso Sastropoetro (Riyono Pratikno : 1987) berkomunkasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan, atau sering disebut dengan “the communication is in tune”. Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif, harus dipenuhi beberapa syarat :

 o  menciptakan suasana komunikasi yang menguntungkan

 o  menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti

 o  pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat bagi pihak komunikan

 o  pesan dapat menggugah kepentingan komunikan yang dapat menguntungkan

 o  pesan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi pihak komunikan.

             Dalam sebuah proses pembelajaran, komunikasi dikatakan efektif jika pesan yang merupakan materi pelajaran yang disampaikan oleh pendidik dapat diterima dan dipahami, serta menimbulkan umpan balik yang positif dari peserta didik. Komunikasi efektif dalam pembelajaran harus didukung dengan keterampilan komunikasi antar pribadi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang berlangsung secara informal antara dua orang individu. Komunikasi ini berlangsung dari hati ke hati, karena diantara keduabelah pihak terdapat hubungan saling mempercayai. Komunikasi antar pribadi akan berlangsung efektif apabila pihak yang berkomunikasi menguasai keterampilan komunikasi antar pribadi.

             Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan yang harmonis antara pengajar dengan peserta didik. Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini sangat tergantung dari kedua belah pihak. Akan tetapi seorang pengajar memiliki tanggung jawab terhadap keefektipan berkomunikasi dalam proses pembelajaran. Keberhasilan pengajar dalam mengemban tanggung jawab tersebut dipengaruhi oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini.

             Sokolove dan Sadker seperti dikutip IGAK Wardani dalam bukunya membagi keterampilan antar pribadi dalam pembelajaran menjadi tiga kelompok, yaitu :

 a. Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan peserta didik.

 Kemampuan yang berkaitan dengan penciptaan iklim yang positif dalam proses belajar mengajar. Pendidik mampu memotivasi peserta didik untuk dapat mengungkapkan perasaan atau masalah yang dihadapinya tanpa merasa dipaksa atau dipojokkan. Iklim semacam ini dapat ditumbuhkan oleh pendidik dengan dua cara, yaitu menunjukkan sikap memperhatikan dan mendengarkan dengan aktif. Untuk menumbuhkan iklim semacam ini, pendidik harus bersikap: 1) memberi dorongan positif; 2) bertanya yang tidak memojokkan; dan 3) fleksibel.

 b. Kemampuan menjelaskan perasaan yang diungkapkan peserta didik.

Apabila peserta didik telah bebas mengungkapkan problem yang dihadapinya, selanjutnya tugas pendidik adalah membantu mengklarifikasi ungkapan perasaan mereka tersebut. Untuk kepentingan ini, pendidik perlu menguasai dua jenis keterampilan, yaitu merefleksikan dan mengajukan pertanyaan inventori. Pertanyaan inventori adalah pertanyaan yang menyebabkan orang melacak pikiran, perasaan, dan perbuatannya sendiri, serta menilai kefektifan dari perbuatan tersebut. Pertanyaan inventori dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu pertanyaan yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya, pertanyaan yang menggiring peserta didik untuk mengidentifikasi pola-pola perasaan, pikiran, dan perbuatannya, dan pertanyaan yang menggiring peserta didik untuk mengidentifikasi konsekuensi/akibat dari perasaan, pikiran, dan perbuatannya.

 Agar dapat merefleksikan ungkapan perasaan peserta didik secara efektif, pengajar perlu mengingat hal-hal berikut :

 §    Hindari prasangka terhadap pembicara atau topik yang dibicarakan.

 §    Perhatikan dengan cermat semua pesan verbal maupun nonoverbal dari pembicara.

 §    Lihat, dengar, dan rekam dalam hati, kata-kata/perilaku khas yang diperlihatkan pembicara.

 §    Bedakan/simpulkan kata-kata/pesan yang bersifat emosional.

 §    Beri tanggapan dengan cara memparaphrase kata-kata yang diucapkan, menggambarkan perilaku khusus yang diperlihatkan, dan tanggapan mengenai kedua hal tersebut.

 §    Jaga nada suara, jangan sampai berteriak, menghakimi, atau seperti memusuhi.

 §    Meminta klarifikasi terhadap pertanyaan atau pernyataan yang disampaikan.

 §    Mendorong Peserta didik untuk Memilih Perilaku Alternatif.

             Komunikasi dan interaksi didalam kelas dan diluar kelas sangat menentukan efektivitas dan mutu pendidikan. Pendidik mempunyai peran untuk menjelaskan sedang peserta didik yang bertanya, berbicara dan mendengarkan yang terjadi silih berganti, semuanya itu merupakan bagian dari pendidikan yang penting serta berlaku dalam kehidupan. Bertanya pun harus jelas serta menggunakan bahasa yang baik dan benar, supaya diperoleh jawaban yang baik dan benar pula. Mereka yang pandai mendengarkan sangatlah beruntung karena dapat belajar dan mendapatkan informasi lebih banyak. Peserta didik hendaknya diberi motivasi untuk bertanya tentang sesuatu yang belum jelas atau masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. Dengan demikian pendidik dipacu untuk senantiasa mengikuti perkembangan dan peserta didik memahami semua materi yang dibahas.

             Keberhasilan pendidikan salah satu faktornya tidak lepas dari keberhasilan proses pembelajaran. Ketika proses pembelajaran didukung oleh kemampuan pendidik dalam memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi dan berkontribusi serta keterlibatan dalam pembelajaran. Jika proses pembelajaran sangat menarik maka peserta didik akan merasa senang  dan merasa perlu mengikuti proses belajar mengajar. Secara tidak langsung pendidik akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta dapat membaca pikiran atau gagasan peserta didik. Jika dalam pembelajaran terjadi komunikasi yang efektif antara pengajar dengan peserta didik, maka dapat dipastikan bahwa pembelajaran tersebut berhasil.

D.           Kesimpulan

            Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian atau penerimaan pesan antara dua orang atau lebih.  Sedangkan pesan bentuknya berupa komunikasi lisan, komunukasi tulisan, komunikasi verbal, komunikasi non verbal. Komunikasi tulisan adalah proses penyampaian pesan dengan menggunakan kata-kata dalam bentuk tulisan yang memilki makna tertentu. Dengan kata lain bahwa komunikasi tulisan adalah kegiatan komunikasi yang menggunakan sarana tulisan yang dapat menggambarkan atau mewakili komunikasi lisan termasuk kedalamnya adalah menulis dan membaca.

            Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi yang disampaikan  pendidik kepada peserta didik, sehingga  peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi untukmenciptakan  perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pendidik merupakan orang yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran.

            Pendidik yang menguasai beberapa strategi dan teknik komunikasi dan mampu mengembangkanya maka secara otomatis akan meningkatkan kemampuan untuk berhubungan dengan berbagai macam orang.Seorang pendidik bisa menciptakan dan mengembangkan  komunikasi yang efektif melaluipenyusunan dan pembuatan materi pembelajaran yang bisa diterima dan mudah dipahami oleh peserta didik.

            Dalam komunikasi pendidikan, seorang pendidik  harus mempunyai komunikasi pribadi yang baik. Dengan demikian ia akan  berpengaruh dalam menciptakan hubungan harmonis antara pendidik dan peserta didiknya.  Seorang pendidik juga harus mempunyai peranan yang penting untuk bisa mengendalikan kondisi kelas yang sehat karena merupakan tolak ukur keberhasilan.

            Bahasa tubuh merupakan bagian yang sangat penting dalam komunikasi manusia yang merupakan bagian komunikasi nonverbal. Untukdapat menyampaikan pesan-pesannya sendiri maka  harus bisa memahami maksud komunikasi seseorang melalui bahasa tubuhnya. Hal lain yang penting dari bahasa tubuh dalam komunikasi umumnya dan komunikasi antar pribadi khususnya adalah membantu efektivitas komunikasi kita.

 

RUJUKAN

 Devito,  Joseph  A.  (1996).  Human  Communication.  Alih  bahasa  oleh  Maulana,  Agus.  (1997).  Komunikasi  Antar Manusia.Jakarta:ProfessionalBooks.

 Devito,Joseph A.(1992).TheInterpersonalCommunicationBook.SixthEdition.NewYork:HarperCollinsPublishers.

 Gurnitowati,EndangLestari;Maliki,M.A.(2001).KomunikasiYangEfektif.BahanAjarDiklatPrajabatanGolonganIII. Jakarta:LembagaAdministrasiNegaraRepublikIndonesia.

 Mulyana,Deddy.(2002).MetodologiPenelitianKualitatif:ParadigmaBaruIlmuKomunikasidanIlmuSosialLainnya.Bandung:PT.RemajaRosdakarya.

 Mulyana,Deddy.(2000).IlmuKomunikasi:Suatu Pengantar.Bandung:PT.RemajaRosdakarya.

 Pepper,GeraldL.(1995).CommunicatingInOrganizations:ACulturalApproach.InternationalEditions.NewYork: McGraw-Hill,Inc.

 Sastrodiningrat,Soebagio;dkk.(1986).Perilaku Administrasi.  Jakarta:KarunikaUniversitasTerbuka. Sendjaja,Djuarsa;dkk.(1994).TeoriKomunikasi,Jakarta:UniversitasTerbuka.

 Soeprapto,H.R.Riyadi.(2002).InteraksiSimbolik;PerspektifSosiologiModern.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

 Triguno.(2000).BudayaKerja;MenciptakanLingkunganyangKondusiveUntukMeningkatkanProduktivitasKerja.

 Jakarta:PT.GoldenTerayon Press.

 Tubbs,StewartL.;Moss,Sylvia;EditorMulyana,Deddy.(1996).HumanCommunication:Konteks-KonteksKomunikasi.

 BukuKedua.Bandung:PT.RemajaRosdakarya.

 Veeger,K.J.Redaksi:Bertens,K.danNugroho,A.A.(1993).RealitasSosial;refleksifilsafatsosialatashubungan individu-masyarakatdalamsejarahsosiologi.Jakarta:PT.GramediaPustakaUtama.

 http://grandmall10.wordpress.com/2010/10/20/peran-komunikasi-terhadap-lancarnya-proses-belajar-mengajar/ diakses pada tgl.12 Februari  2015 pkl.19.00.

 

 http://yogoz.wordpress.com/2011/02/12/komunikasi-pembelajaran/#more, diakses pada 11 Maret  2015, pkl.20.00.

 Gafur, Abdul. (2006). Handout Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan. PPs UNY. Yogyakarta

 Lestari G, Endang dan Maliki, MA. (2003). Komunikasi yang Efektif. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta.

 Wardani, IGAK. (2005). Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar. PAU-DIKTI DIKNAS. Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

---o0o---

 



 

 

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK MELALUI DIKLAT PEDAGOGIK LEVEL DASAR

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK, KEPRIBADIAN DAN SOSIAL GURU KEJURUAN SMK MELALUI DIKLAT PEDAGOGIK  LEVEL DASAR  DI PPPPTK BOE MALANG TANGGAL 2 S.D. 8 JULI 2015

 

 

Hari Amanto (Widyaiswara Departemen Edukasi PPPPTK/VEDC BOE Malang)

 

 

Abstract: The objective of this research is to describe competency profile mapping, on vocational high school in PPPPTK BOE Malang .This research employs descriptive-quantitative approach, with technic sampling metod. The subject are the certified teachers from SMK Indonesian area. Data collection techniques include observation, questionnaire, and documentary study. Data is analyzed with statistic tools. Result of this research shows that pedagogical competency profile, social, professional variables are categorized as “good” variables. The category used in this research is reviewed from Laws No. 14 year 2008 concerning Teacher and Lecture.

 

                                                                                     

ABSTRAK

 

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan profil kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, metode yang digunakan teknik sampling dengan subyek penelitian guru SMK yang mengikuti diklat di PPPPTK BOE Malang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan, lembar observasi berupa angket dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: profil kompetensi pedagogik, kepribadian,sosial, professional dari tidak kompeten menjadi kategori “kompeten ditinjau dari Undang-Undang No.14 tahun 2008 tentang Guru dan Dosen.

 

Kata kunci: Peningkatan Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial

                       

 

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan; karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakuan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pemikiran ini mengandung konsekuensi bahwa penyempurnaan atau perbaikan pendidikan menengah kejuruan untuk mengantisipasi kebutuhan dan tantangan masa depan perlu terus menerus dilakukan, diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha/dunia industri, perkembangan dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Penyelenggaraan SMK pada saat ini tentunya diperlukan kualitas Mutu Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang telah menjadi tantangan yang kita hadapi pada saat ini. Sebuah tantangan yang tidak mengenal batas waktu dan tidak mengenal asal usul negara. Hanya bangsa yang memiliki SDM  yang unggul dan Kinerja yang baik yang akan memenangkan kompetisi global . Untuk hal ini tentunya diperlukan  sistem manajemen pengelolaan sekolah yang efektif yang tentunya diperlukan sekolah yang setandar.

Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, keterampilan dan keahlian, sehingga kelulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Sejalan  dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 menyebutkan bahwa tujuan SMK adalah meningkatkan kemampuan peserta didik untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja dan mengembangkan sikap profesional. Dua hal yang menjadi kelebihan dari pendidikan kejuruan adalah: (1) lulusannya dapat mengisi peluang kerja di industri dan dunia usaha, karena terkait dengan sertifikasi yang dimiliki oleh lulusannya melalui uji kompetensi, (2) lulusannya dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, apabila lulusan itu memenuhi persyaratan.

            Tenaga pengajar merupakan faktor dominan dalam pelaksanaan proses pengajaran, dengan demikian kompetensi guru betul-betul sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kemampuan peserta didik. Kompetensi guru kejuruan selalu dituntut berhubungan dengan penguasaan keterampilan yang diajarkan dan peningkatan kualitas proses belajar mengajar.

            Data kelayakan guru mengajar secara nasional untuk SMK jumlah guru yang layak mengajar sesuai dengan kompetensinya adalah 56,7 % sehingga masih ada 43,3 % yang tidak layak sesuai dengan kompetensinya berdasarkan standar yang telah ditetapkan pada PP No .19 Tahun 2005 (Rencana Strategis Departemen Pendidkan Nasional 2005-2009:27).

Penyelenggaraan pendidikan kejuruan harus mengacu dan berorientasi pada karakteristik yang dimiliki, yaitu: (1) pendidikan kejuruan diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik memasuki lapangan kerja, (2) pendidikan kejuruan didasarkan atas “ demand-driven”, (3) fokus isi pendidikan kejuruan ditekankan pada penguasaan pengetahuanketerampilan, sikap dan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh dunia kerja, (4) penilaian yang sesungguhnya terhadap  kesuksesan peserta didik harus pada keterampilan atau performa pada dunia kerja, (5)  hubungan yang erat dengan dunia kerja merupakan kunci sukses pendidikan kejuruan, (6) pendidikan kejuruan yang baik adalah responsif dan antisipatif terhadap kemajuan teknologi, (7) pendidikan kejuruan  lebih ditekankan pada “ learning by doing” dan “hands-on experience”, (8) pendidikan kejuruan memerlukan fasilitas yang mutakhir untuk praktik, dan (9) dibutuhkan tenaga pendidik yang berkualifikasi sesuai dengan bidang keahlian yang diampunya. Untuk mendukung keterlaksanaan proses pendidikan tersebut dibutuhkan guru yang kompeten dan bersertifikat kompetensi (Djoyonegoro, 1998:37).

Sudarwan (2010:17) menjelaskan guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal. Tingkat utama itu  akan efektif  jika guru memilki derajat profesionalitas tertentu yang tercermin dari kompetensi, kemahiran, kecakapan, atau keterampilan yang memenuhi standar mutu atau norma etik tertentu. 

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 (3) dijelaskan bahwa kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: (1) kompetensi pedagogik, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi profesional, dan (4) kompetensi sosial.

Guru harus memiliki kompetensi pedagogik yaitu kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, dan pengembangan peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya (Usman, 1995: 35) .

Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan kompetensi pedagogik, guru kejuruan.

 

 

Metode Penelitian

Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif ini untuk menggambarkan peningkatan kompetensi guru kejuruan sebelum dan sesudah mengikuti diklat dan uji kompetensi. Proses pelaksanaan pengumpulan data menggunanakan instrument yang berupa instrument pengamatan, angket dan hasil uji kompetensi.Populasi pada penelitian ini adalah guru kejuruan SMK program keahlian Mesin CNC dan Las Pabrikasi yang belum pernah mengikutin uji kompetensi. Adapun Jenis analisis statistik yang digunakan menggunakan prosentase.

Penelitian ini dilakukan terhadap guru-guru  kejuruan se-Indonesia yang dilaksanakan  pada tanggal 2 sampai dengan 8 Juli 2015 tempat PPPPTK BOE Malang.

 Hasil Penelitian

Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel untuk  melihat kategori kecenderungan tiap-tiap sub variabel penelitian, mean, dan persentase.

 

Tabel.1  Nama Peserta dan Nilai Kompetensi Pedagogik

 

 

No

 

Nama

Program Keahlian

 

Nilai Sebelum duklat

 

Nilai Setelah Diklat

1

ERWANTO,ST

Mesin CNC

75

94

2

MUHAMMAD SUPANTO, S.Pd

Mesin CNC

69

96

3

SADAKA,S.Pd

Mesin CNC

79

96

4

JAKA WIDAYA,S.Pd.T

Mesin CNC

82

97

5

AMBAR BOROWATI,S.Pd

Mesin CNC

83

93

6

MACHMUD ARIF,ST

Mesin CNC

77

95

7

MACHYUDIN AFTOR,ST

Mesin CNC

77

90

8

IMMAWAN ARHAM,S.Pd

Mesin CNC

79

91

9

MUHAMMAD HATTA,S.T

Mesin CNC

72

92

10

Drs. JOBERTH FRANS LENA

Mesin CNC

55

78

11

JAYA, S.Pd, M.Pd

Mesin CNC

61

92

12

ERWANTO,ST

Mesin CNC

65

94

13

SISWANTO

Las Fabrikasi

73

88

14

SUKARDI SANTOSA,S.Pd

Las Fabrikasi

66

94

15

KAMARUDIN,S.Pd

Las Fabrikasi

61

87

16

SUPRIYADI,S.Pd

Las Fabrikasi

61

92

17

KARTIKO HADI, S.Pd

Las Fabrikasi

61

92

18

YUDI SUSANTOSO,S.Pd,S.T

Las Fabrikasi

77

90

19

DORKAS SEPTIANA PADABAIN,ST

Las Fabrikasi

81

97

20

MARSIDIK SUPRIHATIN,S.T

Las Fabrikasi

79

96

21

MARKUS SALEH,S.T

Las Fabrikasi

77

85

22

Drs. RUBEN

Las Fabrikasi

70

86

 

 Dari hasil penilaian pretes, dijumlah dan diambil nilai rata-rata, maka diperoleh komposisi nilai hasil pengamatan siklus I  sebagai berikut :

1). Nilai 50,00- 65,00, klasifikasi kurang = 4,64 %

2). Nilai 65,01 - 75,00,  klasifikasi cukup = 81,82  %

3). Nilai 75,01- 90,00,  klasifikasi baik  = 13,64 %

4). Nilai 91,01 -100, klasifikasi sangat baik = 0,00 %

 

 Dari hasil penilaian postes, dijumlah dan diambil nilai rata-rata, maka diperoleh komposisi nilai hasil pengamatan siklus II  sebagai berikut :

1). Nilai 50,00- 65,00 klasifikasi kurang = 0  %

2). Nilai 65,01 -75,00,  klasifikasi cukup = 4,64  %

3). Nilai 75,01- 90,00, klasifikasi baik  = 40,90 %

4). Nilai 90,01 -100, klasifikasi sangat baik = 54,46 %

 

Tabel.2  Nilai Kompetensi Kepribadian dan Sosial

 

 

No

 

Nama

 

Program Keahlian

 

Nilai Kompetnsi Kerpibadian

 

Nilai Kompetnsi Sosial

1

ERWANTO,ST

Mesin CNC

86

85

2

MUHAMMAD SUPANTO, S.Pd

Mesin CNC

88

85

3

SADAKA,S.Pd

Mesin CNC

85

85

4

JAKA WIDAYA,S.Pd.T

Mesin CNC

90

88

5

AMBAR BOROWATI,S.Pd

Mesin CNC

90

85

6

MACHMUD ARIF,ST

Mesin CNC

86

88

7

MACHYUDIN AFTOR,ST

Mesin CNC

85

85

8

IMMAWAN ARHAM,S.Pd

Mesin CNC

85

85

9

MUHAMMAD HATTA,S.T

Mesin CNC

85

88

10

Drs. JOBERTH FRANS LENA

Mesin CNC

85

85

11

JAYA, S.Pd, M.Pd

Mesin CNC

88

85

12

ERWANTO,ST

Mesin CNC

85

85

13

SISWANTO

Las Fabrikasi

85

88

14

SUKARDI SANTOSA,S.Pd

Las Fabrikasi

85

85

15

KAMARUDIN,S.Pd

Las Fabrikasi

85

88

16

SUPRIYADI,S.Pd

Las Fabrikasi

88

88

17

KARTIKO HADI, S.Pd

Las Fabrikasi

88

88

18

YUDI SUSANTOSO,S.Pd,S.T

Las Fabrikasi

86

87

19

DORKAS SEPTIANA PADABAIN,ST

Las Fabrikasi

85

88

20

MARSIDIK SUPRIHATIN,S.T

Las Fabrikasi

85

85

21

MARKUS SALEH,S.T

Las Fabrikasi

85

85

22

Drs. RUBEN

Las Fabrikasi

84

85

NILAI RATA-RATA

86,09 (BAIK)

86,18 (BAIK)

 

 Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis nilai postes pedagogik dapat diinterprestasikan nilai katagori “BAIK”=40,90 %,  nilai kategori “SANGAT BAIK” =54,46%. Seperti yang diungkapkan oleh Mulyasa (2008:75) bahwa setiap guru harus memiliki kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan pesrta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya

Berdasarkan hasil analisis profil kompetensi kepribadian dapat diinterprestasikan dengan  nilai=86,09 termasuk kategori “BAIK.” Dalam Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28 ayat (3) butir b  dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan mulia.

Berdasarkan hasil analisis profil kompetensi sosial dapat diinterprestasikan dengan nilai=86,18  termasuk kategori ” BAIK”. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mulyasa (2008:173) bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua murid, dan masyarakat sekitarnya.

 

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pengolahan data dari kegiatan Penelitian Tindakan Diklat di PPPPTK/VEDC Malang tentang diklat pedagogic level dasar guru SMK dapat ditarik kesimpulan :

1.    Minat belajar terhadap materi kompetensi pedagogik dari peserta diklat ada peningkatan, terbukti dari pengamatan keaktifan, keseriusan, dan kerja sama kelompok selama penelitian.

2.    Ketrampilan berdiskusi dan menggali informasi secara mandiri dalam diri peserta diklat terjadi peningkatan pula.

3.    Hasil belajar materi kompetensi pedagogik ada perubahan yang lebih  terlihat dari perolehan nilai sebelum diberi materi dan setelah diberi materi.

Kondisi awal pada siklus I peserta diklat pedagogik bagi guru SMK mempunyai    nilai yang sangat beragam, untuk itu perlu diadakan pre tes, dari hasil pre tes tersebut diketahui kondisi awal peserta  mempunyai nilai masih rendah, yaitu 4,64 % nilainya nya kurang, 81,82 % nilainya cukup, dan 13,64% nilainya baik.

Dari hasil pengamatan siklus II tersebut dapat diketahui nilai  peserta  diklat pedagogik  secara individu sudah meningkat dibanding dengan kondisi pada akhir siklus I. Nilai kompetensi  pedagogik bagi guru SMK menjadi,0,00 % kalsifikasi kurang, 4,64% klasifikasi cukup,  40,90 % klasifikasi baik, dan 54,46  % sangat baik, nilai kompetensi kepribadian =86,08 dengan katagori ”BAIK” dan nilai kompetensi Sosial=86,18 dengan katagori ”BAIK”.

Terbukti bahwa melalui praktik analisis, kerja kelompok dan kerja individu  pada diklat kompetensi pedagogik dapat meningkatkan nilai kompetensi pedagogik bagi guru kejuruan SMK.

Demikian kesimpulan yang dapat kami uraikan berdasarkan kajian teori serta dari hasil penelitian dalam penelitian tindakan diklat ini.

 

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S. 2005. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Departemen Pendidikan Nasional. 2010. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional tahun 2010-2014. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Dirjen PMPTK. 2009. Pedoman Pelaksanaan Guru dan Pengawas. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Djoyonegoro, W. 1998. Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). PT. Jayakarta Agung Ofset.

Mulyasa,E. 2008. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. P.T. Remaja Rosdakarya, Bandung

Mulyasa, E. 2010. Menjadi Guru Profesional . Surabaya: Remaja Rosdakarya, Bandung

Peraturan Pemerintah, Nomor 19 Tahun 2005. Tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Peraturan pemerintah, Nomor 74 Tahun 2008, Tentang Guru, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Sudarwan, D. 2010 . Provesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. 2002. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfa Beta

Sugiono.2008. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfa Beta

Undang-Undang No. 20, Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Usman, Uzer. 1995. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Yamin, M. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.

NILAI DIRI PRIBADI SEBAGAI MODAL MEMULAI MENJALANKAN BISNIS

NILAI DIRI PRIBADI SEBAGAI MODAL MEMULAI MENJALANKAN BISNIS

(Seri lanjutan dari artikel Naluri Wirausaha)

 

Oleh : Drs. Suryanto, M.Pd

Widyaiswara Madya, PPPPTK BOE Malang

 

ABSTRAK

Dunia bisnis makin lama makin ketat dalam persaingan. Jika kita tidak terlibat didalamnya selamanya kita akan jadi komsumen para pebisnis. Untuk itu dalam tulisan ini disajikan beberapa teknik untuk memulai usaha dalam rangka pembelajaran berwirausaha. Jangan takut dengan kegagalan, kegagalan adalah awal dari sebuah kesuksessan. Seperti para ilmuwan dalam menemukan hasil karyanya tentu tidak sekedar mencoba dan berhasil, tetapi telah mengalami berkali-kali percobaan, Tomas Alfa Edison penemu listrik itu seribu kali gagal, namun hasilnya bisa dinikmati sampai sekarang. Dalam tulisan ini juga disebutkan ada beberapa karakter pribadi sebagai penunjang berwirausaha diantaranya adalah, berani mengambil risiko, motivasi maupun nilai kerja keras serta memiliki keterampilan dan kemampuan. Disamping itu juga disajikan jenis-jenis usaha dan strategi untuk memulai usaha pada skala kecil terlebih dahulu dan bagaimana beraktivitas yang bisa membiasakan diri untuk mengontrol proses berbisnis yang lancar dan sukses.

Kata-kata kunci : Komitmen, motivasi, kejujuran, mengambil risiko, reputasi, membuat keputusan, kekeluargaan, keterampilan dan kemampuan, grosir, eceran, manufaktur, jasa, supervisi, bahan baku, produksi, promosi, mengendalikan biaya dan mengelola kantor dan tempat kerja.

 

A.   Rasional Berbisnis

Memulai suatu bisnis merupakan masalah yang besar bagi pemula bisnis, namun kalau sudah mulai merupakan langkah besar yang akan mengubah tatanan kehidupan baru. Pelaku bisnis bertanggung jawab atas keberhasilannya dan ini berarti ada unsur kerja keras untuk mencapai suatu kesuksessan bisnis, apabila bisnis yang dijalankan sukses maka akan memberikan kepuasan tersendiri dan memberikan keuntungan yang sepadan dengan kerja kerasnya.

Oleh karena itu ada berbagai alasan mengapa orang memulai suatu bisnis. Beberapa orang memulai bisnis karena alasan tertentu, misalnya mencari tambahan penghasilan, karena mereka karyawan di suatu perusahaan lain atau pegawai di kantor pemerintah atau bahkan sebagai hobi yang memberikan kepuasan tersendiri. Sedangkan yang lainnya, mungkin karena tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan maka mereka memulai suatu bisnis. Namun demikian, apapun alasannya, memulai suatu bisnis mempunyai beberapa keuntungan, yaitu antara lain :

  • Tidak diperintah oleh orang lain;
  •  Bekerja sesuai dengan irama kerja sendiri;
  •  Mendapat pengakuan, martabat, atas pekerjaan yang telah dilakukan dengan sangat baik;
  •  Mempunyai kendali yang lebih besar atas kehidupan sendiri dan
  • Menikmati perasaan menjadi orang yang kreatif dan dapat menyumbangkan sesuatu kepada masyarakat dan bangsa.

 

B.   Menilai Diri Sendiri sebagai Pengusaha

Keberhasilan suatu bisnis tergantung dari karakteristik pribadi, keterampilan, dan kemampuan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memulai suatu bisnis, harus berpikir dan menilai secara jujur tentang diri sendiri apakah memiliki keterampilan dan kemampuan serta berkarakter. Dengan demikian dapat memutuskan apakah kita orang yang tepat untuk memulai suatu bisnis.

Para pemilik bisnis yang berhasil, bukan karena keberuntungan, tetapi berhasil karena mereka memiliki salah satu karakter bekerja keras dan didasari dengan memiliki keterampilan dalam menjalankan bisnis. Sehubungan dengan hal itu, perhatikan hal-hal tersebut di bawah ini dan putuskan apakah bisnis dapat kita jalankan atau tidak berdsarkan unsure-unsur dibawah :

a.    Komitmen : Untuk keberhasilan suatu bisnis diperlukan komitmen. Ini berarti kita harus berpikir bahwa bisnis kita sangat penting. Apakah kita bersedia untuk bekerja dengan jam kerja yang panjang ?

b.    Motivasi : Keberhasilan suatu bisnis akan lebih tercapai apabila kita betul-betul ingin menjadi pengusaha. Jika hanya karena ingin melakukan sesuatu, maka peluang kita untuk berhasil kecil.

c.      Kejujuran : Apabila kita tidak menjaga nama baik, maka hal itu akan segera diketahui oleh banyak orang, dan kita akan memperoleh reputasi buruk yang tidak baik bagi bisnis kita.

d.   Mengambil resiko : Tidak ada satupun bisnis yang mutlak aman. Bisnis kita pun mempunyai resiko kegagalan. Dengan demikian, kita harus bersedia untuk mengambil resiko, apapun resikonya kita tanggung, dan resiko apa yang sebaiknya kita ambil hendaknya dipikirkan masak-masak.

e.  Membuat keputusan : Apabila kita menjalankan bisnis, maka kita akan banyak membuat keputusan. Membuat keputusan yang sulit yang dapat mempengaruhi bisnis kita merupakan hal yang sangat penting dan harus dipikirkan secara serius. Misalnya, kita harus memberhentikan karyawan kita yang bekerja keras dan setia. Lakukan hal itu apabila perlu, dan jangan mempertahankan karyawan yang tidak dapat kita bayar.

f.  Keadaan keluarga : Menjalankan bisnis banyak menyita waktu. Oleh karena itu dukungan dari keluarga sangat penting. Mereka perlu sependapat dengan gagasan kita dan siap untuk mendukung rencana bisnis kita.

g.   Keterampilan mengelola bisnis : Ini adalah keterampilan yang kita perlukan untuk menjalankan bisnis, dalalm bidang penjualan adalah yang paling penting, tetapi keterampilan dalam bidang lain juga diperlukan seperti keterampilan dalam pengelolaan biaya dan pembukuan.

h.    Keterampilan teknis : Ini adalah keterampilan yang kita perlukan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa. Keterampilan ini tergantung dari jenis bisnis yang kita rencanakan untuk dimulai.

 

C.   Jenis Bisnis yang dapat kita gunakan untuk memulai bisnis

Ada banyak jenis bisnis, tetapi pada umumnya dapat dikelompokkan sebagai berikut:

·       Perusahaan dagang : Bisnis ini membeli barang dari pedagang grosir atau pabrik, dan menjual barang tersebut kepada pelanggan dan konsumen lain. Pedagang eceran membeli barang dari pedagang grosir atau pabrik dan menjualnya kepada pelanggan. Pada umumnya, semua toko adalah pedagang eceran. Pedagang Grosir membeli barang dari pabrik dan menjualnya kepada pedagang eceran.

·      Perusahaan manufaktur : Bisnis ini bergerak dalam pembuatan barang. Apabila kita berpikir untuk menjalankan bisnis pembuatan batu bata, mebel, kosmetik atau jenis produk lainnya, maka kita akan mempunyai bisnis manufaktur.

·      Perusahaan jasa : Bisnis ini tidak menjual atau membuat barang. Bisnis layanan jasa memberikan konsultasi/nasehat atau menyediakan tenaga kerja, contohnya adalah mekanik bengkel, tukang listrik, tukang kayu atau pembersih kaca.

·         Bisnis dalam bidang pertanian atau kehutanan : Bisnis ini memproduksi sesuatu yang berasal dari tanah. Petani atau penangkap ikan termasuk dalam usaha pertanian, tidak tergantung hanya pada yang tumbuh dari tanah atau binatang yang dipelihara, namun bisa jadi merupakan persawahan ataupun suatu peternakan unggas.

 

Kita akan menemukan bahwa ada beberapa bisnis yang tidak secara persis sesuai dengan pengelompokkan jenis usaha tersebut di atas. Misalnya, apabila Kita membuka bisnis bengkel mobil maka Kita akan mempunyai bisnis jasa karena kita akan menyediakan tenaga kerja untuk servis dan perbaikan mobil. Pada waktu yang sama, bengkel kita mungkin akan menjual bensin, oli ban atau suku cadang, dan ini berarti kita juga menjalankan bisnis dagang eceran.

Jadi ketika merencanakan bisnis baru, berpikirlah secara cerdik dan mulailah dengan bisnis skala kecil. Kita harus ingat akan apa yang tercakup pada langkah pertama, yaitu uang yang kita sediakan untuk memulai suatu bisnis. Pada umumnya, bank tidak akan memberikan pinjaman kepada perusahaan baru, kecuali kita mempunyai tabungan dan jaminan yang dapat diterima.

Suatu contoh pikiran yang tidak rasional apabila kita membuka 5 toko dengan mempekerjakan 40 orang dan membeli 10 kendaraan, tetapi tidak mempunyai uang untuk membiayainya. Oleh karena itu, berpikirlah secara cerdik dan mulailah dari bisnis skala kecil terlebih dahulu.

  Berikut disajikan keuntungan-keuntungan yang akan didapat apabila kita mulai bisnis     kecil.

  • Tetaplah bekerja di tempat kerja kita sekarang, dan bekerja paruh waktu di bisnis baru kita, atau suami kita sampai bisnis tersebut benar-benar stabil.
  • Pada tahap awal bisnis, istri kita dapat bekerja di tempat kerja yang lama, dan bergabung dengan bisnis kita di waktu kemudian.
  •  Pada tahap awal, kita dapat menyewa peralatan daripada membeli.
  •  Kita dapat mempekerjakan karyawan paruh waktu sebelum mempekerjakan pegawai penuh waktu.
  • Kita dapat membeli peralatan bekas pakai (second hand)
  • Kita dapat memperluas jumlah bisnis tanpa menemui kesultian keuangan
  • Kita dapat merencanakan perluasan bisnis ketika keuntungan kita meningkat.
  • Kita dapat meminjam atau menyewa peralatan sebelum membeli sendiri.

 

D.   Memulai berbisnis

Sekali bisnis berjalan, maka akan banyak kegiatan yang harus diselesaikan setiap harinya. Pada Langkah ini, kita akan belajar tentang kegiatan sehari-hari yang paling umum yang harus dikerjakan oleh pemilik usaha. Namun demikian, terlepas dari apa yang kita pelajari pada langkah ini, kita harus banyak belajar lagi tentang menjalankan suatu usaha. Pemilik usaha yang berhasil pasti melalui proses belajar sesuatu hal yang baru setiap harinya.

      Kegiatan sehari-hari suatu usaha akan bervariasi, tergantung dari jenis usaha yang dijalankan. Contoh yang paling umum tentang variasi kegiatan tersebut disajikan di bawah ini:

  • Pada perusahaan yang bergerak dalam penjualan eceran, kegiatan sehari-harinya sebagian besar tergantung dari penjualan, pembelian barang untuk stok, serta mencatat tentang apa yang telah terjadi, disamping mengelola staf.
  • Pada perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, kegiatan sehari-harinya adalah mencari pekerjaan (order), menyelesaikan tugas, dan mengelola staf untuk menjamin agar mereka bekerja dengan efektif dan efisien. Kita mungkin harus membeli bahan baku untuk usaha kita, mengendalikan biaya dan menetapkan harga ketika kita mendapat order baru.
  • Pada perusahaan pembuat barang, kegiatan sehari-harinya lebih komplek. Kita harus menerima pesanan dan menjamin agar kita dapat memenuhi pesanan tersebut serta mengatur kegiatan pabrik untuk memproduksi barang tersebut. Ini berarti bahwa kita perlu membeli bahan baku dan menjamin peralatan telah siap untuk kegiatan pabrik. Kita harus memeriksa kualitas kerja staf kita.

 

Kegiatan keseharian perlu dibiasakan atau budayakan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

1.    Melakukan Supervisi terhadap Staf

          Ingat keberhasilan usaha kita tergantung pada kinerja staf kita. Bahkan betatapun bagusnya gagasan usaha kita, usaha tersebut akan gagal apabila staf kita tidak memiliki keterampilan atau motivasi. Karena itu, sangatlah penting mempertimbangkan secara cermat bagaimana melatih dan memotivasi staf.

2.    Membeli Bahan Baku sebagai Stok

          Kegiatan pokok setiap usaha adalah membeli dan menjual. Penjual eceran membeli dari grosir kemudian menjualnya kepada pelanggan. Grosir membeli dari pabrik kemudian menjualnya kepada pedagang eceran. Pabrik membeli bahan baku dari berbagai sumber untuk membuat barang kemudian barangnya dijual kepada pelanggan. Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa membeli peralatan dan bahan baku, dan dengan asset itu perusahaan tersebut menjual jasa. Membeli bahan baku secara cermat berarti mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan.

3.    Mengendalikan Produksi

            Pengawasan terhadap produksi adalah kegiatan sehari-hari yang dilaksankaan terutama dalam perusahaan manufaktur dan jasa. Pengawasan terhadap produksi berarti memutuskan :

·         Apa yang diproduksi

·         Dimana diproduksi

·         Bagaimana untuk memproduksi

·         Berapa harus diproduksi

·         Bagaimana kualitas produksinya, dan

·         kapan memproduksi

        Dalam mengawasi produksi, tujuan kita adalah memutuskan bagaimana mengatur usaha kita untuk menjamin agar usaha kita dapat memberikan produk dengan kualitas dan kuantitas yang baik kepada pelanggan.

4.    Promosi

          Pemasaran atau mempromosikan usaha kita berarti meyakinkan pelanggan yang potensial dan yang ada sekarang agar mereka tahu apa yang kita jual. Kita dapat memasarkan dan mempromosikan usaha kita dengan cara-cara sebagai berikut :

·         Pasang iklan di surat kabar atau majalah.

·         Sebarkan selebaran dan pamphlet.

·         Menggunakan radio atau televise dan

·         Pasang atau peragaan barang di jendela toko atau tempat-tempat umum.

5.    Mengetahui dan Mengendalikan Biaya

          Sebagai pemilik usaha maka kita harus mempunyai pengetahuan mendalam tentang biaya dalam membuat atau membeli produk yang kita jual kepada pelanggan. Pengetahuan tentang biaya akan memungkinkan kita untuk menetapkan harga dan mendapat keuntungan. Karena itu, menjaga agar biaya serendah mungkin adalah penting.

         Informasi ini didapat dari system pencatatan atau pembukuan keuangan kita. Bahkan betapapun sederhananya catatan keuangan kita, hal ini akan memberikan informasi yang kita perlukan untuk menghitung biaya usaha kita.

Biaya usaha adalah jumlah uang yang keluar dari usaha kita. Dengan pengendalian biaya yang baik, maka usaha kita akan mendapat keuntungan yang lebih baik.

6.    Menetapkan Harga Jual

          Menetapkan harga jual berarti menentukan harga jual untuk produk kita. Banyak pemilik usaha tidak mengetahui berapa biaya untuk usaha merekak. Mereka membuat kesalahan berpikir bahwa biaya usaha terutama biaya produksi, itu rendah. Keuntungan yang diterima dari penjualan adalah perbedaan antara biaya produksi dan harga jual produk tersebut. Untuk menetapkan harga jual. Kita harus tahu berapa biaya usaha kita, terutama biaya pembuatan barang atau jasa. Apabila kita tidak tahu, maka kita tidak dapat mengetahui apakah kita akan mendapat keuntungan atau kerugian.

7.    Catat Apa yang Terjadi di Perusahaan Kita

         Sebagai pemilik usaha harus mengetahui apakah usaha kita berjalan dengan baik. Apabila usaha kita mendapat masalah, catatan yang terpelihara dengan baik akan membantu kita untuk menunjukkan apa yang terjadi pada saat itu. Apabila usaha kita berjalan dengan baik, catatan itu akan membantu kita untuk mengidentifikasi cara-cara untuk bekerja dengan lebih baik. Ini akan membuat usaha kita lebih kompetitif.

8.    Mengatur Kantor Kita

           Kantor kita adalah pusat informasi. Kualitas dalam mengatur dan mengerjakan tugas-tugas kantor kita akan mempengaruhi keberhasilan usaha kita. Kita mungkin memerlukan mesin dan peralatan kantor, alat tulis kantor dengan logo yang menarik dan ruang resepsionis yang baik untuk menerima pelanggan dan pengunjung lainnya.

Kantor usaha Kita adalah tempat dimana kita bekerja. Oleh karena itu, kita perlu mempunyai inventaris kantor yang diperlukan untuk mengelola usaha kita.

 

E.   Penutup

Dari uraian teori di atas jika kita tidak terlibat didalam area bisnis selamanya kita akan jadi komsumen yang dibilang orang tidak kreatif. Mulai awal disajikan diri pribadi yang unggul dan tangguh dalam berkarya merupakan modal utama dalam memulai berwirausaha atau bisnis. Selanjutnya dituangkan jenis-jenis usaha yang umum dilakukan didunia bisnis. Namun dalam ide yang cerdik tidak dilakukan bisnis yang langsung besar-besaran sebelum memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mengelola bisnis. Bisnis yang baik bila dilakukan dari mulai berbisnis kecil-kecilan, seperti buka bengkel service atau las, dimana baik tempat dan tenaga kita bisa sewa. Disinilah sarana belajar berbisnis dan disinilah tempat menguji proses bisnis bisa berjalan dan tidak. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana kita bisa membiasakan mengelola suatu bisnis yang mulai dari supervisi sampai menilai kejadian-kejadian yang terjadi dalam bisnis.

Semoga dengan artikel yang singkat ini membawa berkah untuk memulai berbisnis dan sebagai saran mencoba untuk memulai dari hal yang kecil, tidak lupa sering mengikuti training dan seminar yang berkaitan dengan bisnis. Banyak dunia usaha yang saling menawarkan workshop atau seminar, hal ini akan menambah wawasan dalam berbisnis, disamping itu kita mengetahui bagaimana mereka melakukan bisnis.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aly Abu, Miftahussalam Saleh, (2009), Jual Diri untuk Impian, Elex Media Komputindo, Jakarta.

Widoatmodjo Sawidji, (2009), Remodeling the Business, Elex Media Komputindo, Jakarta

Hardanto SS, (2007), Manajemen Risiko, Elex Media Komputindo, Jakarta

http://wikipedia.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG