Artikel

TEKNIK FINISHING KAYU

Print
Category: Bangunan
Last Updated on Wednesday, 29 January 2014 Published Date Written by Hartiyono

TEKNIK FINISHING KAYU

Hartiyono (Widyaiswara Madya )
Departemen Bangunan PPPPTK BOE / VEDC Malang

 

ABSTRAK

Pekerjaan finishing kayu adalah rangkaian terakhir dari seluruh proses produksi di dalam industri perabot kayu, rotan, dan juga bagian bangunan yang menggunakan bahan dari kayu. Yang dimaksud dengan pekerjaan finishing kayu adalah melakukan pelapisan atau pengolesan resin atau suatu zat ke permukaan kayu sehingga mendapatkan manfaat tertentu.

Manfaat dari pekerjaan finishing kayu adalah meningkatkan nilai: keindahan substrat kayu; keawetan bahan kayu; keteguhan gesek dan pukulan; guna bahan kayu; dan komersial kayu. Agar manfaat finishing dapat dicapai secara maksimal, maka perlu mengantisipasi hal-hal yang sangat merugikan selama proses aplikasi,

 

A.   Latar Belakang

Ketergantungan pada jenis-jenis kayu komersil tersebut menyebabkan penggunaan kayu menjadi tidak efisien dan kurang menguntungkan. Upaya untuk tetap memenuhi jumlah permintaan yang terus meningkat yaitu dengan mengganti jenis kayu komersil dengan jenis kayu lain yang memiliki kualitas sama dengan jenis kayu komersil.

Kelemahan yang dimiliki kayu non komersil yaitu mudah terserang oleh faktor perusak, baik faktor biologis maupun non biologis. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu perlakuan khusus, salah satunya yaitu dengan melakukan finishing. Finishing yaitu melapisi bagian permukaan kayu dengan bahan berasal dari cat. Selain itu dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat tertentu dari jenis kayu non komersil yang diharapkan dapat menjadi produk subsitusi dari jenis kayu komersil yang bermutu tinggi ( Amarullah, 2005).

 

B. Tujuan Finishing Kayu

  1. Memberikan nilai estetika yang lebih baik pada perabot kayu dan juga berfungsi untuk menutupi beberapa kelemahan kayu dalam hal warna, tekstur atau kualitas ketahanan permukaan pada material tertentu.
  2. Melindungi kayu dari kondisi luar (cuaca, suhu udara dll) ataupun benturan dengan barang lain
  3. Memberi nilai tambah pada suatu produk meubel (memperindah produk agar memeliki nilai jual yang tinggi), Dan memberi perlindungan pada meubel tsb.
  4.  Meningkatakan nilai keindahan subtract kayu,keawetan kayu,keteguhan gesek,dan pukulan.

 

C. Pengertian Finishing Kayu

Finishing untuk kayu (wood finish) adalah suatu proses pelapisan akhir pada permukaan kayu atau material lain yang berbahan dasar kayu dengan tujuan untuk : Meningkatkan nilai estetika Melindungi permukaan kayu dari kerusakan memberi lapisan yang mudah untuk pemeliharaan/perawatan. 

 

D.   Aplikasi Finishing Kayu

Bahan yang mahal tidak menjamin hasil finishing yang baik dan berkualitas. Banyak faktor yang ikut menentukan kualitas hasil finishing. Cara aplikasi merupakan  salah satu faktor yang penting menentukan kualitas hasil. Ada beberapa cara aplikasi finishing menyesuaikan dengan jenis bahan dan kualitas akhir yang diinginkan. Satu jenis bahan finishing tidak menutup kemungkinan untuk memakai lebih dari satu cara aplikasi. Berikut ini beberapa cara aplikasi finishing.

 

 

1. Dipping (celup) .Lebih dikenal juga dengan istilah perendaman. Bahan finishing diletakkan dalam suatu bejana/tangki kemudian benda kerja dicelupkan ke dalam tangki tersebut. Proses in bertujuan agar seluruh permukaan benda kerja, terutama pada bagian sudut & tersembunyi bisa terlapisi bahan finishing. Seperti pada gambar 1

                          

 
 

( Gambar 1 ) Finishing Dipping / Celup

 

2. Wiping (pemolesan dengan kain) Proses ini sebaiknya tidak dipakai sebagai proses awal/dasar. Walaupun demikian beberapa bahan finishing tertentu hanya bisa diaplikasikan dengan cara ini, misalnya politur. Kualitas permukaan lebih baik dari proses celup tapi membutuhkan waktu lebih lama. Seperti pada gambar 2.

 

Description: http://2.bp.blogspot.com/-LKlTFoxdblE/T4Jrr1wznFI/AAAAAAAAA7g/mVsDPDGv6mM/s1600/wood.jpg                

 
 

( Gambar 2) Finishing Pemolesan dengan  kain

 
       3. Brush (kuas).Merupakan cara paling murah dan mudah di antara yang lain.      Hanya saja harus hati-hati dalam memilih kuas yang berkualitas. Bahan finishing yang cocok untuk cara ini termasuk cat, varnish dan pewarna. Sebagaimana ujung kuas, hasil permukaan finishing tidak sehalus dan serata aplikasi spray atau poles. Seperti pada gambar 3

Description: http://3.bp.blogspot.com/-OENvzYM7f40/T3lGcCAHXKI/AAAAAAAAA5A/o9_AjngHRAw/s1600/finishing+kayu.jpg               

 

 
 

( Gambar 3 ) Finishing  Brus / Kuas

 
 
 
 
 
 
4.Dengan pengaturan tertentu pada kekuatan tekanan, jumlah material yang disemprotkan, cara ini menghasilkan bidang permukaan yang sangat baik, halus dan cepat. Saat ini metode spray menjadi dasar dari hampir semua jenis bahan finishing lacquer dengan berbagai variasi jenis alat semprot (sprayer), dari yang manual hingga otomatis.Proses yang bisa dilakukan dengan cara spray meliputi lapisan dasar, pewarnaan (lapisan kedua) hingga lapisan akhir. Seperti gambar 4.                       Description: Furniture Finishing Semprot Melamine

                                                                       

 
 

( Gambar 4 ) Finishing Spray /  Semprot

 
 

5. Shower (curah) Metode ini diimplementasikan pada mesin finishing curtain (tirai), bahan finishing dicurahkan ke permukaan benda kerja dengan volume dan kecepatan tertentu sehingga membentuk lapisan tipis di atas permukaan benda kerja. Cara pengeringannya tergantung bahan finishing yang digunakan. Kebanyakan digunakan oleh pabrik flooring (parket) atau furniture indoor lainnya yang memakai papan buatan.

6. Rolling. Prinsipnya sama  dengan roller yang dipakai untuk mengecat tembok, tetapi yang dimaksud disini adalah alat aplikasi sebuah mesin roller yang seluruh permukaannya terbalut dengan bahan finishing cair dan benda kerja (papan) mengalir di bawahnya. Hanya roller bagian atas yang terbalut dengan bahan finishing, sedangkan roller bagian bawah hanya berfungsi untuk mengalirkan benda kerja ke dalam mesin. Jenis bahan finishing yang digunakan adalah UV lacquer,melamine,NC lacquer.Seperti pada gambar 5.

 

 
 

( Gambar 5 ) Finishing  Rolling

 

ESpraygun Sebagai Alat Aplikasi

 

Spraygun atau pistol semprot adalah alat yang biasa digunakan untuk mengaplikasikan bahan finishing pada furnitur. Berbagai jenis pistol semprot yang biasa digunakan untuk aplikasi finishing furnitur kayu, diantaranya adalah pistol semprot bertabung dibawah ( gambar 1), pistol semprot bertabung diatas

 ( gambar 2) dan pistol semprot bertabung sentral berupa tangki ( gambar 3). Masing-masing jenis ada kelemahan dan kelebihannya

 

Jenis Pistol Semprot

Kelebihan

 

Tabung Bawah ( 1 )

Isi tabung 0,5 liter atau 1 liter.

Cocok untuk aplikasi bidang yang agak luas dengan warna yang sama

 

Tabung Atas ( 2 )

Isi tabung 0,2 liter.

Tabung dapat distel atau diatur kemiringannya, artinya semprotan bisa kesemua arah

 

Tabung Sentral ( 3 )

Isi tabung cukup banyak, bisa mencapai 20 liter. atau lebih, jadi cocok untuk produksi massal.

Semprotan kesemua arah

 

 

( Gambar 6 ). Jenis Pistol Semprot

 

F.    Teknik Semprot  Menggunakan Sprigun

Penyemprotan  sangat mempengaruhi  hasil finishing, dimana pistol  semprot yang telah dipersiapkan  dengan baik  tidak akan berarti  apabila tidak disertai  pengendalian yang  benar selama  proses aplikasi.Di samping itu, perlakuan terhadap bermacam-macam bentuk, posisi, dimensi  dan keadaan benda  kerja  harus dikuasai. Agar diperoleh hasil yang optimal dalam aplikasi dengan menggunakan spraygun, haruslah dikuasai hal-hal sbb :

     

a.    Perlengkapan  Pistol Semprot

Perlu diperhatikan  akan kelengkapan  atau  fasilitas  yang dimiliki oleh  pistol semprot, hal ini akan  berguna  bagi  peningkatan kuantitas  maupun kualitas hasil penyemprotan.   Pistol semprot dikatakan  mempunyai  kelengkapan yang  baik jika  memiliki minimal seperti gambar - 7

 
 

( Gambar 7 ) Pistol Semprot

 
 

 

 


Pistol semprot dikatakan mempunyai kelengkapan yang baik bila memiliki:

1. Saluran Udara                                        8. Jarum Pembuka Cairan

2. Katup Penutup Udara                           9. Tudung Semprot Cairan           

3. Pengatur Volume Cairan .                   10.Tudung Semprot Udara

4. Pengatur Bentuk Pancaran                 11.Udara untuk Pancaran Melebar

5. Tingkat Pancar Pengatur                     12.Udara untuk Pancaran Bundar

Bundar-Lebar.                                             13.Pengatur 

6. Tabung Atas Cairan                              14.Penarik Semprotan

7. Aliran Cairan .                                        15.Penutup Udara

b.   Jenis Pancaran

Jenis pancaran  harus sesuai  dengan kedudukan  dan bentuk  benda kerja. Pancaran  datar  dan tegak  dipakai  untuk benda  lebar serta kedudukannya  vertical dan mendatar,  sedang untuk benda  sempit (kecil) digunakan pancaran  yang bundar  atau vertical, dengan  gerakan  penyemprotan  yang cepat seperti gambar-8

 

 
 

c.  Jarak  Semprot

Description: http://4.bp.blogspot.com/-J8u3joRzjdo/UQXmZp2J8-I/AAAAAAAAAKk/449cnc7nxHU/s320/jarak+semprot.JPGJarak semprot  antara  ujung pistol dengan  permukaan benda kerja, umumnya 15-20 cm. Bila  jarak  semprot  terlalu kecil, serta volume  keluaran  tidak disesuaikan, akan timbul cat yang meleleh  atau  mengalir kebawah. Bila jarak pistol  terlalu jauh, partikel cat  menjadi kering  sebelum menempel dipermukaan kayu atau benda kerja, lihat gambar-9

                           

( Gambar 8 ) Jenis Pancaran

 
              (Gambar . 9) Jarak Semprot

d.    Sudut Semprot

Pistol semprot  sedapat mungkin diarahkan  tegak lurus  pada benda kerja. Pistol semprot yang miring  mengakibatkan  penyemprotan cat tidak merata.

Hanya gerakan pistol  yang sejajar dan tegak  lurus  dengan bidang semprot menjamin hasil penyemprotan yang merata, 

gambar - 10

           

 
 

( Gambar 10 ) Sudut Semprot Semprot

 
 

 


e.    Tekanan Angin

Description: http://www.nbyuanding.com/tubig/ac3000.jpgTekanan  angin, diatur sebesar    1 – 5  bar. Bagi  pistol yang tanpa  alat  pengatur  tekanan udara, dapat  dilakukan pengaturan tekanan dengan menyetelan  pada regulator udara, yang pada umumnya  menjadi satu dengan  filter penampung  air pipa instalasi, seperti gambar - 11

                     

 
 

( Gambar 11 ) Regulator Semprot

 
 

 

 


F. Kesimpulan

 

1.    Memilih jenis pistol yang sesuai,  Memeriksa Kelengkapan  Pistol Semprot, Mengatur  Bentuk  Pancaran, Mengatur Bidang Pancaran, Tekanan Angin, Menyesuaikan Jenis Pancaran, Mengatur  Jarak  Semprot, Mengatur Sudut Semprot, Mengatur Kecepatan Semprot, Mengatur Jumlah Volume  Bahan yang Keluar, dan Mengatur Tekanan Angin

 

2.    Pelapis transparan sangat cocok digunakan untuk jenis kayu yang memiliki serat alami yang halus dan indah sehingga dengan menggunakan pelapis transparan ini keindahan dari kayu masih tampak jelas. Tetapi dari ke empat jenis pelapis di atas, Anda perlu memperhatikan sirkulasi udara pada ruangan Anda jika Anda menggunakan pelapis melamine.

 

3.    sedangkan sistem melamine lapisan film bersifat lebih rapat dan

    datar menutup semua permukaan    pori-pori kayu (close pore )

Daftar Pustaka

1.    Agus Sunaryo, (1995). Peningkatan Produktivitas Bagian Finishing Melalui Aspek Aplikasi. Semarang: Pusat Pengembangan & Pelatihan Industri Kayu (PPPIK-PIKA).

2.    Agus Sunaryo. ( 1997).Reka Oles Mebel Kayu, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

3.    Derrick, Crump (1993). The Complete Guide to Wood Finishes. Australia: Simon&         Shuster

4.    http://www.tentangkayu.com/2008/01/jenis-bahan-finishing-kayu.htm

5.    http://www.tentangkayu.com/2008/01/aplikasi-finishing-kayu-saat-ini.html

6.    Dumanauw, J. F. 2003. Mengenal Kayu. Kanisius. Yogyakarta.

7.    H. Lanz. “ Fachkunde Tischler, Mobel fur Buro, Haus und Garten “    Mannheim

8.    Khoilid. Bahan Ajar “ Finishing Sistim Melamin “ PPPPTK Medan

9.    Meiji.  “ Buku Manual Spraygun “

10.Propan Raya. PT. “ Brosur Finishing  Melamin Kayu  dan Rotan “

11.         Sunaryo. Agus.. “ Reka Oles Mebel Kayu “. Kanisius Yogyakarta.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG