Berita

Amati Benda Sekitar Menjadikan Pembelajaran Tematik Intergratif Menjadi Menarik

Print
Category: BERITA
Created on Monday, 22 September 2014 Last Updated on Thursday, 25 September 2014 Published Date Written by Super User

Hadirkan sepeda pancal tua  kelas fisika Diklat Calon Instruktur nasional di PPPPTK BOE Malang. Tentunya membuat suasana Micro teaching semakin menarik dan interaktif, Mateii pada kupasan benda bergerak,

karuan membuat seluruh peserta diklat sangat antusias bahas  dan kemukakan pendapatnya. Tak kalah menarik dengan peserta fisika, mikro teaching  kelas biologipun, jamur  menjadi topik  materi, hal tersebut terlihat ketika para Calon Instrktur Nasional lakukan micro teaching  di kelas sesuai Mapel  masing-masing.

Pentingnya pembelajaran bermakna bagi siswa, maka guru harus mampu mengemas pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Dengan memadukan kompetensi dari berbagai mata pelajaran yang memiliki keterkaitan kedalam sebuah tema, maka pembelajaran akan terkemas menjadi pembelajaran yang utuh, efektif dan efisien serta menghindari ketumpang tindihan.

Pembelajaran tematik integratif menjadi sebuah ciri dalam kurikulum 2013. Pembelajaran tematik integratif bukan hanya diaplikasikan di kelas rendah seperti pada KTSP 2012, tetapi juga diaplikasikan di kelas tinggi. Pengintegrasian ini dilakukan pada seluruh aspek pembelajaran, baik dalam materi atau bahan ajar serta pada keterampilan dan sikap. Semua dikemas menjadi satu kesatuan yang akan menghasilkan pembelajaran yang bermakna.

Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara  parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh  pada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2013: 9)

Kurikulum 2006 (KTSP) dikembangkan Kurikulum 2013 dengan dilandasi pemikiran untuk menjawab tantangan masa depan yang ditandai dengan abad ilmu pengetahuan, knowledge-based society dan kompetensi masa depan. Sehingga pengembangan kurikulum berdasarkan standar nasional pendidikan untuk pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Empat dari  delapan standar nasional pendidikan meliputi Standar Kompetensi lulusan (SKL) Standar Isi (SI), Standar Proses (SP) dan Standar Penilaian (SPen) merupakan acuan dalam mengembangkan kurikulum.

Pengembangan kurikulum berstandar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional tersebut, dan  pemberlakuan Kurikulum 2013 (K 13) Th Ajaran 2013/2014 dan implementasinya yang dilakukan secara bertahap di sekolah mulai kelas I, IV, VII, X dan Tahun ajaran   2014/2015 semua sekolah wajib mengimplementasikan Kurikulum 2013 dari kelas I sampai kelas XII.

Agar pelaksanaan K 13 berjalan dengan baik maka bersumber dari DIPA PPPPTK BOE Malang Th. Anggaran 2014 menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013 bagi Guru SMA/K Mapel  Fisika, Biologi, Kimia  yang  secara resmi dibuka Bp. Sugiarta, MM Kabid Fasningkom di Aula Mitreka Satata Senin, 15/09 s.d 23/09/2014.

Perubahan pola pikir dan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di kelas dari persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajran dan evaluasi hasil pembelajaran merupakan tujuan umum pelatihan, sehingga hasil akhir pelatihan peserta dapat  merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi K 13 di sekolah masing-masing.

Peserta diklat dari provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur. Diklat direncanakan diikuti 250 peserta, dengan rincian  Kelas Fisika A 49 orang, Fisika B 49 orang, Kelas Kimia A 45 orang, Kimia B 37 orang, Kelas Biologi A 32 orang dan Kelas Biologi B 38 orang. Jumlah jam program 72 jam pelajaran @ 45 menit dilaksanakan 7 (tujuh) hari tatap muka. Materi secara garis besar meliputi Konsep kurikulum 2013, Analisis buku, Perancangan pembelajaran dan Penilaian, praktik pembelajaran terbimbing, dan Tes awal dan Tes akhir.Peserta Diklat dibagi enam kelas, perkelas  diampu 2 Instruktur nasional yang telah lulus dalam pelatihan calon narasumber nasional.

Pada akhir pelatihan akan dilakukan beberapa  evaluasi  pada setiap peserta meliputi Penilaian sikap mewakili 28%, Penilaian ketrampilan mewakili 42% dan Penilaian pengetahuan mewakili 30%. Evaluasi fasilitator dilakukan sebagai umpan balik bagi  fasilitator dalam meningkatkan pelayanan pada peserta, Evaluasi penyelenggaraan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta terhadap pelayanan penyelenggaraan pelatihan.(hmy)

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG