Berita

Pelajaran Berharga Event Bergensi WSC Sao Paulo 2015

Print
Category: BERITA
Created on Thursday, 03 September 2015 Last Updated on Monday, 07 September 2015 Published Date Written by Super User

Ajang Bergensi Event World Skill Competition (WSC) Sao Paulo Brazil 2015 telah berakhir

dengan menyisahkan pengalaman berharga bagi tim Bricklaying,seperti dalam penuturan pak Bambang Sugiyanto  Expert Bricklaying, yang akrab dipanggil Simbah, dimana beliau telah malang melintang dan banyak makan asam garam didunia perbataan yang telah menghantarkan para competitornya meraih penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional.

Terlihat kesedihan dalam penuturannya ketika menceritakan pada admin. Awal saat dimulainya TC Mei hingga Agustus 2015 (3 bulan) “sebelum pemanggilan resmi kompetitor sudah saya panggil ke VEDC” jelas Bambang ketika itu.

Akhir Maret 2015 mengawali training dengan pertimbangan  menjadi kompetitor WSC tidak cukup hanya training dengan waktu 3 bulan. M.yasir Maulidi Kompetitor merupakan juara LKS Nasional 2013 SMK N 2 Kandangan Kalsel.

Kendala training adalah pengadaan bata dengan ukuran sesuai bata di Sao Paulo yaitu tebal 5,8 cm lebar 10,5 cm dan panjang 24 cm, pada akhirnya kami mendapatkan yang mendekati ukuran tersebut tetapi masih harus memotong atau menyesuaikan dengan ukuran yang ditentukan,  yang tidak bisa dipenuhi adalah menyediakan 3 warna bata yaitu merah, kuning dan coklat. Tryout telah dilakukan 10 kali tetapi waktu belum bisa tercapai, bahkan ketika mau berangkat ke Sao Paulo masih kelebihan waktu 4 jam, hal ini dikarenakan MTP yang ada tidak sesuai dengan  kesepakatan, yaitu jumlah bata maksimal 650 bh dan potongan maksimal 20%. yang terjadi adalah jumlah bata 670 bh dengan potongan bata >30%. tentu ini adalah kendala bersama untuk seluruh kompetitor namun benar-benar terjadi.

Pada pelaksanaan WSC, MTP dirubah dengan mengurangi jumlah bata dan potongan yaitu berubah hampir 40%, ternyata ini juga menjadi kendala tersendiri bagi kompetitor kami, ketika memotong bata terjadi kesalahan warna sehingga harus mengulang dan kehilangan waktu 40 menit. Namun kompetitor mampu menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang ditentukan yaitu 22 jam, cukup mengagumkan, tetapi ketika penjurian ternyata hanya mampu mencapai nilai 499 poin dari yang seharusnya minimal 500 poin.

inilah catatan kegagalan Bricklaying di Event WSC Sao Paulo 2015, tentu menjadi pelajaran bagi Expert Bricklaying untuk berbenah dan meraih yang lebih baik pada event-event berikutnya.

Selebihnya kami mohon maaf kepada semua pihak atas kegagalan ini, meskipun kami sudah bekerja keras...gagal tetaplah gagal...tetapi bangkit dan bekerja lebih keras lagi adalah kewajiban...(kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda terus maju teriring doa dan ikhtiar bangkit bimbing kompetitor lebih baik lagi). (bsg)

 

WSC2015_Skill20_VF_5926 _ Flickr - Photo Sharing!
Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG