Berita

Analisis Butir Soal Model RASCH

Print
Category: BERITA
Created on Thursday, 03 March 2016 Last Updated on Saturday, 05 March 2016 Published Date Written by Super User

Dalam laporan pembukaan kegiatan

In House Training (IHT) Analisis Butir Soal menggunakan Model RASCH, Kamis, 3/03/2016, Bima Hall Lt.2, PPPPTK BOE Malang, Bp.Drs.Suprayitno  Kabid.Fasningkom menjelaskan, bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut followup dari kegiatan yang sudah dilaksanakan mulai Bandung, Makasar, Jogyakarta dan Malang, dan juga dari kawan-kawan kita para Widyaiswara yang ditugaskan GTK untuk mengikuti pelatihan di Australia.

Dalam kesempatannya beliau menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini diantaranya adalah mensosialisasikan metode RASCH, Mengenalkan Aplikasi Winstep, Mengenalkan Aplikasi RUMM 2030, dan Menyusun interpretasi hasil analisis dan rekomendasi bahwa hasil aplikasi ini seperti yang dipaparkan bapak Dirjen pada saat worksop di Jogya, akan memaparkan atau melihat hasil UKG dengan menganalisis butir- butir soal yang tentunya berbentuk angka-angka statistik yang harus dibunyikan dan diimplementasikan untuk diolah diperlukan kejelian dan kecermatan.

Dari kajian yang ada apakah soal-soal tersebut bisa dipahami? Ataukan sekedar kita revisi, atau daya pembeda/tingkat pengecohnya tidak merata, terlampau mudah atau terlalu sulit ?, tingkat kesulitan yang dibuat oleh pembuat soal sudah valid atau tidak valid ?, harapannya dengan analis ini dapat memaparkan gambaran secara benar dan utuh tentang kompetensi guru dari soal yang ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam laporannya Kabid Fasningkom menyampaikan bahwa kegiatan ini mengunakan dana DIPA 2016 PPPPTK BOE Malang, yang  diikuti 40 peserta dari Widyaiswara dan dilaksanakan selama 3 hari 3-5 /03/2016 dengan 3 fasilitator internal Dr.Djoko Sugiono, Dr Agung Suprihatin, dan Ribut Effendy, MT.

Kepala Pusat PPPPTK BOE Malang Bp. Dr. Sumarno menegaskan dalam sambutannya, yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, "bahwa ini bukan pertama kali kita melakukan uji kompetensi guru secara bertahap 2012 - 2014 yang saat itu peruntukannya (UKA) Uji Kompetensi Awal dalam rangka sertifikasi guru untuk PLPG".

Komulasi hasil selama 3 th telah menampilkan rata-rata nasional 4,7 dari 1,6 juta guru yang telah mengikuti uji kompetensi guru secara nasional. Th.2015 secara populasi dari 2,6 juta telah mengikuti uji kompetensi nasional, dimana soal UKG telah dikembangkan dan distandarkan dengan baik dan telah dipetakan berdasarkan pola akreditasi, propinsi, kab/kota Kecamatan, dan berdasarkan mapel tematik SD, SMP, SMA.SMK, berdasarkan kelompok nilai dari 10 kompetensi terkait dengan nilai rapor yang diperoleh seorang guru, dan bagaimana strategi peningkatan komptensi guru  melalui diklat  guru pembelajar akan dilaksanakan secara simultan, harus disiapkan pemetaan data, penyiapan moda yang harus dicreate melalui guide line, untuk menentukan mentor, infrastruktur dll, 5 tempat rencana pelaksanaan online di techopark, elektro, bangunan, otomotif dan edukasi.

87 ribu guru dalam sasaran yang akan dilatik, sebanyak 76 ribu guru SD juga akan didiklat melalui TOT di P4TK IPA, P4TK Matematik dan P4TK IPS& PMP.

Kebijakan Direktorat Jenderal pada UKG tahun ini akan melekat pada the end of training yang dilakukan pada evaluasi  ujian akhir training melalui uji kompetensi.

Dalam kesempatan tersebut Bp.Kepala Pusat menyampaikan pokok-pokok pikiran dari hasil study banding di Darwin- Australia ketika benchmark untuk melihat pelaksanaan  on-line training Darwin Univercity, harapannya dengan aplikasi yang sudah ada ini dapat dicloning, agar dapat memproduksi soal sehingga dipercaya kompetensi dan dapat bermanfaat bagi guru itu sendiri.

Beliau berharap dan sekaligus mengajak untuk terus bangkit berkarya, belajar secara individual tapi kita juga belajar secara kolektif. agar dapat memberikan manfaat baik bagi institusi pemerintah dan masyarakat dengan kemauan dan usaha maksimal.(hmy)

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG