Berita

Raih Doktor berkat Inkubator inframerah

Print
Category: BERITA
Created on Tuesday, 20 March 2012 Last Updated on Tuesday, 20 March 2012 Published Date Written by Super User


Menekan kematian bayi lewat Inkubator inframerah mengantarkan Miftahu Sholeh mahasiswa S3 ilmu kedoteran Universitas Brawijaya dari PPPPTK/VEDC Malang memperoleh gelar Doktor melalui penelitiannya berjudul Far Infrared Meregulasi Suhu Tubuh Melalui Degranulasi Mastosit dan atau Vasodilatasi Pembuluh Darah.

Inkubator diciptakan guna menjawab tingginya angka kematian bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). di Indonesia , kematian bayi akibat kedinginan (hipotermia) menempati urutan kedua setelah karena infeksi .

Temuan baru tersebut akan dipatenkan VEDC bersama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk pengembangan inkubator tersebut agar bisa digunakan di beberapa rumah sakit. Patennya oleh UB ,"apabila paten sudah keluar maka kami siap bekerjasama dengan UB untuk memperbanyak inkubator agar bisa dipakai di rumah sakit "tegas Kapus VEDC Malang Suwarno Kelebihan inkubator M.Sholeh adalah mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk membuat suhu internal bayi prematur menuju titik optimal, termasuk tubuh bayi prematur dalam kondisi optimal untuk pertumbuhan (homeostasis) karena menggunakan sinar inframerah gelombang panjang.3 - 25 mikron itu mampu menembus jaringan dibawah kulit sehingga suhu internal meningkat. Mahkhluk yang menjadi objek percobaan adalah tikus wistar (tikus putih untuk percobaan).(eh)

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG