Berita

Uji Kompetensi nantinya mengarah ke Sertifikasi peran PPPPTK/VEDC Malang kedepan

Print
Category: BERITA
Created on Tuesday, 13 March 2012 Last Updated on Tuesday, 13 March 2012 Published Date Written by Super User

Dari rembug nasional topiknya adalah guru mulai dari sekolah,proses,siswa,kompetensi dan kualifikasi sangat sentral. Tenaga kerja tamatan SD = 54 %, SMP = 19,1%, SMA = 14,7 % SMK= 8,2% ,D1,D2,D3 = 3 % ,S1/D4 = 5% diharapkan pada tahun 2015 ada peningkatan, 

untuk itu pemerintah akan membuat perintisan menengah wajib belajar 12 tahun ( yang dulu wajib belajarnya 9 th) dengan mengalokasikan dana dari 5 T menjadi 19 T. Permasalahan mencetak guru sma mudah karena banyak lulusan dari universitas ,sedangkan SMK sulit karena mempunyai 1211 program keahlian.Untuk itu P4TK dan Poltek ikut berperan serta didalam menyiapkan  guru baru untuk bidang keahlian bekerjasama dengan LPTK  untuk melaksanakan D4 GK  seperti dulu VEDC pernah meluluskan D3GK. Kompetensi nantinya diperkuat kearah sertifikasi, karena sekarang sertifikasi banyak disorot oleh DPR karena tunjangan yang diberikan tidak signifikan dengan peningkatan kualitas.Kualifikasi guru SD lulusan S1 masih 40%, dari penjelasan  Pak Suwarno Kapus PPPPTK/VEDC Malang dalam acara pembukaan Workshop penyusunan instrumen uji kompetensi  pengembangan direktori diklat dilaksanakan pada Kamis 8 - 10 Maret 2012 di hotel klub bunga batu – Malang.

 

Jumlah Assesor saat ini sangat terbatas termasuk assesor di PPPPTK VEDC Malang, sehingga perlu pengkaderan. bapak kepala pusat menegaskan, "bahwa dari data BPS komposisi tenaga kerja saat ini masih didominasi lulusan SD yaitu 50%, SMP 19,1%, SMK,MA 14,7% dan D1,D2,D3 3 % sedangkan S1 dan D4 5%. Diharapkan pada tahun 2015 sd 2025 ada kenaikan yang signifikan. Untuk menjawab tantangan dunia kerja, sehingga peran Guru menjadi sangat penting. Nah bagaimana dengan kita sebagai lembaga yang mensertifikasi guru?".

 

Beliau menambahkan “Kepala BPSDMP DAN PMP  menugaskan PPPPTK untuk peningkatan kompetensi sehingga  mapping kompetensi merupakan standart yang diharapkan.8 tugas yang harus dikerjakan diantaranya; Mengembangkan standard kompetensi guru, Pengembangan model diklat, Pengembangan standart  diklat dasar,lanjut, menengah dan tinggi, Pengembangan direktori diklat yang belum selesai, Mengembangkan pangkalan data diklat kompetensi, meningkatkan diklat berbasis ICT, Mengembangkan kompetensi widyaiswara, Kemitraan. menghasilkan assessor ,assisten assessor atau master yang akan dicanangkan menempel didada masing masing widyaiswara oleh Kepala BPSDMP DAN PMP (Prof. Dr Syawal Goultom,MPd ).pada saat peringatan 20 tahun VEDC Malang 4 Mei 2012, hal tersebut akan menjadi acuan dari semua PPPPTK karya bersama yang monumental.”

 

 

"Workshop Penyusunan Instrumen Uji Kompetensi ini diharapkan mampu menghasilkan instrumen uji kompetensi sebagai prasyarat/ bahan uji bagi peserta diklat. Dimana nantinya penguji yang telah lulus diklat (memiliki dokumen uji kompetensi) berhak menyandang predikat sebagai assisten assesor, assessor maupun menjadi master assesor, tentunya dengan prasyarat tambahan untuk menjadi master assesor." tambah Pak kabid fasnikom dalam laporannya. Pak Kabid Fasnikom menegaskan ” bahwa diklat ini akan mencetak calon assessor dan asisten assessor yang akan melaksanakan uji kompetensi yang ada di lembaga kita tentang mapping kompetensi untuk pengembangan direktori diklat. Setiap kompetensi keahlian harus  harus ada 6 instrumen/ dokumen  uji kompetensi. uji  kompetensi diwadahi dalam struktur organisasi.   Lembaga kita telah menetapkan LEMBAGA UJI KOMPETENSI GURU.dengan Ketua drs. Tasrial, Msi Sekretaris : drs. Abdul Azis, Msi,Kordinator : semua kepala departemen".

Dari jumlah 60 orang peserta, cukup antusias mengikutinya sampai malam hari, karena masing-masing  peserta mempunyai kewajiban menghasilkan materi uji kompetensi sesuai bidang masing-masing. saat sesi tanya jawab, salah satunya penanya bpk Umar yang juga sebagai fasilitator menanyakan Kenapa instrumen uji kompetensi sangat banyak hingga 13 format ?".

memang itu telah disusun secara berurutan, mulai dari kompetensi dasar, indikator unjuk kerja, domain, kisi-kisi soal, sampai kelembar jawaban”. Jawab nara sumber Jojon Suherman MT sang master assesor dengan tangkas.

Hasil cuplikan diklat penyusunan uji kompetensi ditutup dengan komitmen untuk merampungkan tugas yang berkaitan dengan diklat penyusunan uji kompetensi, semoga hasil diklat tersebut bisa sinkron dengan diklat penyusunan panduan penyelenggaraan uji kompetensi yang akan berlangsung berkisar akhir bulan maret 2012.(Sam/eh/hmy)

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG