Berita

"Kroso Keple – Menteges- Top – Galitop"

Print
Category: BERITA
Created on Friday, 29 March 2013 Last Updated on Sunday, 31 March 2013 Published Date Written by Super User

8 prinsip dasar Sistem Management Mutu (SMM) yang utama adalah Fokus pada pelanggan, Kepemimpinan, Pelibatan, Pendekatan proses, Pendekatan sistem management mutu, Perbaikan berkelanjutan, Pengambilan keputusan berdasarkan fakta, dan Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan.

Suatu organisasi bisa saya gambarkan  “Kroso  Keple – Menteges - Top –Galitop” (istilah jawa) (Merasa-Sok-Selalu-Diatas) maka lakukan Perencanaan Mutu + Penjaminan Mutu (Jamimut) + Peningkatan Mutu (PeningMu) =  sehingga menghasilkan Management  Mutu  (MMT) jelas Astu Widodo (Widyaiswara PPPPTK BOE Malang) sebagai narasumber pada  Workshop Pemahaman  SMM ISO 9001:2008, Rabu 27 s.d 28/03/13 dilingkungan internal, diikuti 42 staf struktural di berbagai unit kerja/seksi.

Workshop dibuka oleh Sugiarta, MM selaku Kabid Fasningkom dilanjutkan Kasi Penyelenggaraan Haryono, MM yang menyampaikan laporan maksud, tujuan dan harapan diadakannya workshop di lingkungan internal PPPPTK BOE Malang.


Materi pemaham diberikan selama 1,5 hari oleh 3 orang  narasumber yang kompeten sebagai fasilitator, Drs Astu Widodo, MM, Drs. Dalono, MT, dan Dra. Agung S, Msi. Tentunya beragam metode  dan gaya penyampaian menjadi ciri khas masing-masing fasilitator, ikut membuat suasana semakin hangat. Dengan bahasa yang ceplas-ceplos ditambah singkatan –singkatan lucu dari Astu membuat semua peserta tersenyum simpul dibuatnya. “Bolehkan seseorang membuat banyak perencanaan? dan bagaimana menentukan tolok ukurnya?”tanya Rochim disela-sela penjelasan  fasilitator.”Manusia tidak dapat hidup dari manusia lain”tambah Astu.

“Supaya kita lebih baik harus ada standar yang kita acu, hanya 8 pasal yang kita pakai dari Sistim Manajemen Mutu” tandas Dalono pada sesi penyampaian persyaratan SMM ISO 9001:2008. ”Tujuan Dokumentasi diantaranya sebagai Komunikasi Informasi, Bukti Kesesuaian dan Berbagi Pengetahuan” jelas Bu. Agung Suprihatin dalam penyampaiannya pada sesi ketiga seputar dokumentasi SMM ISO 9001:2008.

Sesi Workshop diakhiri dengan post test dan dibagikan lembar evaluasi oleh panitia pada masing-masing peserta dimaksudkan untuk mengetahui sampai sejauh mana pemahaman SMM ISO 9001:2008 terserap.(hmy)tentunya implementasi ISO mesti dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.(hmy