Berita

Mahasiswa Asing seriusi batik Malang

Print
Category: BERITA
Created on Tuesday, 16 April 2013 Last Updated on Monday, 22 April 2013 Published Date Written by muharyoso


6 mahasiswa asing dari berbagai negara, seperti Polandia, Madagaskar, Cina, Slovakia, dan Vietnam tidak seperti hari-hari biasanya, wajah ceria tampak dari raut wajah mereka ketika mengawali kegiatan dibulan April  di halaman depan VEDC Malang. Bersama mereka akan belajar seni Batik, seni tradisional masyarakat Indonesia. Dari awal kedatangan program Dharmasiswa, mereka akan belajar Bahasa Indonesia serta seni dan budaya Indonesia, kegiatan inilah yang paling mereka tunggu-tunggu selain belajar Bahasa Indonesia seperti yang telah mereka lakukan pada semester-semester sebelumnya. Berkerjasama dengan SMKN 5 Malang, program belajar seni dan budaya Indonesia ini direncanakan akan berlangsung selama 2 minggu, dari 1 s.d 12 April 2013. Minggu pertama mereka akan belajar seni batik, dilanjutkan dengan seni keramik pada minggu ke dua.

Pak Budi Purwanto HUMAS SMKN 5 mengatakan bahwa

 

kerjasama seperti ini telah ada sejak lama, “ tahun ini saja contohnya selain mahasiswa Darmasiswa dari VEDC Malang ada beberapa orang siswa Kanada yang belajar batik selama 1 tahun” ujar beliau. Menggunakan media berupa selembar kain mori berukuran 40x40 cm mereka membatik dengan motif daun dan bunga. ” Saya tertarik terhadap batik karena motif dan cara pembuatannya yang unik dan menarik, woow ..beautiful” ujar mahasiswa polandia. Para mahasiswa asing dikenalkan beberapa alat  seperti anglo, canting, mori untuk persiapan membatik, dari membuat pola hingga pewarnaan. Proses yang panjang tak membuat lelah 6 mahasiswa asing yang asyik menuangkan canting, meniup malam dan melukiskan ke media kain mori.

Instruktur dalam keterangannya pada para mahasiswa, membatiklah dengan pelan-pelan dan jangan tergesa-gesa (bahasa jawa: grasa-grusu). Aliran malam yang keluar dari bibir canting akan berjalan halus dan lancar jika kita menggoreskannya dengan pelan, hati hati dan sepenuh perasaan. " Jika kita buru-buru dan asal jadi, sering meninggalkan garis yang tidak merata dan bahkan malam cair bisa menetes di atas pola yang tidak kita inginkan" imbuh instruktur."Saya mencoba mempraktekannya", ujar mahasiswa Slovakia, dengan menggoreskan dengan pelan, penuh perasaan namun juga ada yang hasil dari perbuatan grasa-grusu itu, bahkan korban tetesan malam pada tempat yang tak terpola pun ada."It's a very rewarding experience. And it's definitely very nice. Moreover, my teacher was very patient and painstaking. So that the process of learning to be a very happy moment for me," kesan Marina Dobosova mahasiswa Slovakia.(ctr/hmy)

 

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG