Berita

“Sayur lodeh ala Mahasiswa Dharmasiswa Polandia dan Vietnam”

Print
Category: BERITA
Created on Friday, 26 April 2013 Last Updated on Tuesday, 30 April 2013 Published Date Written by Super User

Kegiatan Darmasiswa merupakan salah satu  program kerjasama multilateral antara Indonesia dengan beberapa negara, PPPPTK BOE Malang sebagai salah unit pelaksana kegiatan Darma siswa telah menjadikan budaya memasak sebagai salah satu mata acara yang menjadi agenda rutin bulanan yang dilaksanakan sehari pada hari Kamis terakhir setiap bulan. Awal pelaksanaan pada bulan  Maret kemarin, April ini untuk kedua kali pelaksanaan kegiatan pengenalan budaya kuliner Indonesia.

Darma siswa merupakan agenda perkenalan sosial  budaya Indonesia kepada negara luar yang diwujudkan melalui  pengiriman mahasiswa dari setiap negara yang berminat untuk mengenal Indonesia secara lebih baik. Dalam kegiatan tahun ini diikuti oleh 6 mahasiswa terdiri dari 2 putra dan 4 putri dari 6 negara.


Sebagai agenda pilihan
non wajib, tidak semua mahasiswa manca peserta Darma siswa diwajibkan untuk mengikuti mata kegiatan memasak ini.  Walau begitu antusiasme mereka ternyata cukup baik, terbukti dengan keikutsertaan mereka yang terwakili oleh para mahasiswa putri sebanyak 4 orang.  Kegiatan ini pun mendapat respon yang cukup baik dari para peserta putri kedua kali pelaksanaan kegiatan pengenalan budaya kuliner Indonesia ini.  Darma siswa merupakan agenda perkenalan sosial  budaya Indonesia kepada negara luar yang diwujudkan melalui  pengiriman mahasiswa dari setiap negara yang berminat untuk mengenal Indonesia secara lebih baik. Dalam kegiatan tahun ini diikuti oleh 6 mahasiswa terdiri dari 2 putra dan 4 putri dari 6 negara 

Kedua mahasiswa ini sangat serius terlihat  dari raut wajahnya,  ketika sedang melembutkan bumbu-bumbu hasil racikan dari chef Saprai pengajar CC perhotelan VEDC Malang. “Saya sedang membuat bumbu sayur lodeh” jawab Praticilia 25 th. mahasiswa Dharmasiswa dari Polandia berzodiak Pisces, ketika ditanya tim data informasi. Dari  menyiapkan bumbu- bumbu khas  Indonesia hingga menggerus mengunakan cobek batu merupakan pengalaman sendiri bagi Pricilia, kenapa tidak ? biasanya mereka menggunakan blender untuk mempercepat masak memasak. Tidak demikian bagi Tami 20 Th nama asli nguyen Thi T yang berzodiak Taurus Mahasiswa Darmasiswa asal Vietnam, dengan wajah keasia-asian, “kalau di Vietnam bumbu ditumbuk hingga halus,”ujar Tam panggilan yang paling dia senangi.

Menurut keterangan Chef Saprai pengajar cooking class saat kami wawancara pagi di Paviliun PPPPTK BOE/ VEDC Malang, mengatakan bahwa untuk pelaksanaan masak memasak ini dilakukan sebulan dua kali, tidak lain untuk mengenalkan menu-menu tradisional Indonesian food yang beraneka ragam dan kaya akan rempah-rempah dengan cita rasa sangat eksoktik dan khas. “awal bulan mereka kita kenalkan menu masakan Rawon”tambah Saprai.

Sebelumnya kedua mahasiswa tersebut dikenalkan bumbu-bumbu seperti kunyit, lengkuas, ketumbar, daun salam dan fungsi dari tanaman tersebut. Sesi awal  mereka sudah memasak nangka muda (jawa:tewel), labu siam (Jawa:manisa) dan kacang panjang, pada sesi kedua Tam dan Patricia  diajarkan membersihkan ikan  kuniran, dan cara membersihkan sisik ikan dengan benar.

Keluguan dan ketidaktahuan cara membersihkan ikan dengan benar dari tingkah polah Patricia   yang belepotan, spontan membuat kami tersenyum simpul kegelian, tidak demikian dengan Tami yang nampak enjoy dan relax saja. Sayang kami tidak sempat mencicipi masakan mereka, karena kami harus meliput kegiatan yang lain. Namun berkat kesigapan arahan Safrai dan kekompakan mereka dalam memasak, olahan sayur lodeh dengan ditemani lauk-pauk Ikan Kunir akhirnya dapat tersaji dengan baik walaupun masih dalam taraf belajar. Dari Perbincangan kami dengan kedua mahasiswa tersebut dapat kami simpulkan bahwa mereka sudah sangat lancar berbahasa Indonesia berkat bimbingan pengajar PPPPTK BOE Malang.(hmy/dp).