ANALISIS KARAKTER KATUP PENGONTROL ARAH

Print
Category: Tek.Peng.Logam
Last Updated on Thursday, 02 July 2015 Published Date Written by SUWARDI

ANALISIS KARAKTER KATUP PENGONTROL ARAH

Suwardi

Widyaiswara  Program Keahlian Las dan Fabrikasi

di PPPPTK/VEDC Malang

 

Abstract: Characteristics of directions  controlling valve will be determined. In the hydraulic system completed  with directions controlling  valve in front of and behind the piston valve during running and at the time the piston was on the outer death point. At the time the piston moves out, the pressure in front of and behind the valve pressure all comes down to 0 bar, at the time the piston reaches top dead point , outside pressure before the valve is equal to the pressure of work, while the pressure behind the piston is equal to 0 bar as it relates to the tank.

Key words: directions controlling valve, piston, outer death point.

1.Pendahuluan

1.1. Latar belakang

Pengalaman telah menunjukkan bahwa hidrolika sebagai cara modern untuk perpindahan energi tidak terelakkan lagi pentingnya.

Penggerak dan pengontrol hidrolik telah menjadi sesuatu yang penting berkenaan dengan otomasi dan mekanisasi.Sekarang sebagian mesin modern dikendalikan oleh sisitem hoidrolik baik sebagian atau seluruhnya. Penggunaan sisitem hidrolik untuk pengendalian dan pengaturan memungkinkan diterapkan otomasi pada berbagai bidang penting.

Meskipun sistem hidrolik dapat diterapkan secara luas, namun karena belum diketahui oleh banyak kalangan maka penggunaannya sampai saat ini masih sangat terbatas. Bagi siapapun yang memutuskan atau mempertimbangkan untuk menggunakan sisitem hidrolik bagi sisitem transmisi tenaga dan gerakan hidrolika tidaklagi merupakan ilmu yang baru.

Didalam sistem hidrolik terdapat peralatan yang disebut katup pengontrol arah yang berfungsi untuk mengontrol arah aliran fluida sehingga piston bergerak keluar atau bergerak masuk dalam silinder, atau juga untuk menggerakkan motor hidrolik berputar kearah kanan atau kiri.

1.2. Identifikasi masalah

Pada katup pengontrol arah  perlu dicari karakteristiknya sehubungan dengan kecepatan torak pada waktu keluar atau masuk.

1.3. Rumusan masalah

Karakteristik katup pengontol arah ditentukan dengan menerapkannya bersama sama dengan silinder kerja ganda.Pada percobaan dengan katup pengatur arah ini akan diukur tekanan fluidanya didepan dan dibelakang silinder, dan diukur pula tekanan sebelum maupun sesudah katup pengatur arah.

 2. Kajian teori

Katup jalan 4/3 terdiri dari bagian komponen penting fungsional berikut:

Badan, spool,pegas penekan, elemen perapat

 

Spool dalam katup jalan 4/3 (4 sambungan, 2 posisi operasi)mengijinkan aliran dari P>A dan B>T jika dalam posisi netral. Jika tombol digerakkan  aliran dari P>B A>T terbuka. Dengan demikian aliran fluida datang dari A diarahkan lewat saluran didalam badan katup. Jika tombol penggerak dilepaskan pegas tekan mengembalikan spool ke posisi netral.

Katup jalan 4/3digunakan untuk mengontrol silinder kerja ganda.(pemampatan dan pelepasan, aliran umpan dan aliran balik).

3. Temuan dan pembahasan

 

 

Untuk menjawab masalah diatas disusun sistem hidrolik seperti tergambar.Pada Pu1 berkuasa tekanan pada motor atau unit tenaga. Dengan pengaturan katup pengatur arah  diperoleh tekanan pada pu2 dan pu3 pada waktu torak bergerak keluar atau masuk.

Data hasil percobaan ditunjukkan pada tabel berikut.

Silinder

Posisi katup pengatur arah

Pu1(bar)

Pu2(bar)

Pu3(bar)

Bergerak keluar

0

0

0

Mencapai titik mati luar

↑↓

30

30

0

Bergerak kedalam

20

10

20

Mencapai titik mati dalam

30

0

30

 

Pada waktu torak bergerak keluar tekanan tekanan pu1, pu2, dan pu3 semuanya turun menjadi 0 bar, pada waktu torak mencapai titik mati luar tekanan pu1 dan pu2 = 30 bar, sedangkan pu3 adalah 0 bar karena berhubungan dengan tangki.

Pada waktu torak bergerak kedalam pu1 dan pu3 sebesar 20 bar, sedangkan pu2 sebesar 10bar, pada waktu torak mencapai titik mati dalam pu1 dan pu3 sebesar 30 bar, sedangkan pu2 hanya 0 bar karena berhubungan dengan tangki.

4. Kesimpulan dan rekomendasi

Dengan melihat karakteristik data percobaan terhadap katup pengatur arah disimpulkan:

Pada waktu torak bergerak keluar semua tekanan menjadi nol karena hambatan yang terjadi pada silinder kerja ganda sangat kecil, dan setelah mencapai titik mati luar aliran berhenti sehingga tekanan yang mendorong torak meningkat sampai 30 bar, bagian keluaran yang tersambung dengan tangki tekanan menjadi 0bar.

Pada waktu torak bergerak kedalam semua tekanan menjadi turun kendati tidak mencapai  nol karena adanya hambatan yang terjadi pada silinder kerja ganda pada bagian dalaml, dan setelah mencapai titik mati dalam aliran berhenti sehingga tekanan yang mendorong torak meningkat sampai 30 bar, bagian keluaran yang tersambung dengan tangki tekanan menjadi 0bar.

Rekomendasi yang bisa diberikan adalah untuk memperluas bidang penggunaan, katup pengatur arah perlu dikombinasikan dengan peralatan lain dalam operasinya misal dengan selenoid untuk kenyamanan dalam operasinya.

DAFTAR PUSTAKA

Banathy, B.H. 2005. Hydraulics/Vocational Trainings Course. BEF Berlin.

Bruner, J. 2006. Hydraulics Trainer. Lohr am Mains: Rexroth Bosch Group.

Cunningsworth, A. 1995. Grundlagen und Komponenten der Fluidtechnik. Lohr am Mains: Rexroth Bosch Group.

Copyright 2017. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG