Artikel

ANALISIS KARAKTER KATUP NON ARUS BALIK

Print
Category: Tek.Peng.Logam
Last Updated on Wednesday, 11 November 2015 Published Date Written by SUWARDI

ANALISIS KARAKTER KATUP NON ARUS BALIK

Suwardi

Widyaiswara  Program Keahlian Las dan Fabrikasi

di PPPPTK/VEDC Malang

Abstract: the character of a non-backflow valve be determined. The non-backflow valve mounted on hydraulic installation and cooperate with direction control valve. In the valve position 0, trace the flow is from the pressure P gets a work instalation, the return flow from the tank behind the B to T. The number of streams on T1 is 0 l / min, the amount of flow on T2 is an average of 5.1 l / min , the amount of flow T3 = 0 l / min. By looking at the flow resistance of the experimental data to conclude: In non backflow valve flow always in one direction despite changing the position of the flow regulator valve.Rekomendation given is non-backflow valve can be used to prevent backflow from the pump to the hydraulic system.

Key words: non-backflow valve, one direction, , hydraulic system.

1.Pendahuluan

1.1. Latar belakang

Pengalaman telah menunjukkan bahwa hidrolika sebagai cara modern untuk perpindahan energi tidak terelakkan lagi pentingnya.

Penggerak dan pengontrol hidrolik telah menjadi sesuatu yang penting berkenaan dengan otomasi dan mekanisasi.Sekarang sebagian mesin modern dikendalikan oleh sisitem hoidrolik baik sebagian atau seluruhnya. Penggunaan sisitem hidrolik untuk pengendalian dan pengaturan memungkinkan diterapkan otomasi pada berbagai bidang penting.

Meskipun sistem hidrolik dapat diterapkan secara luas, namun karena belum diketahui oleh banyak kalangan maka penggunaannya sampai saat ini masih sangat terbatas. Bagi siapapun yang memutuskan atau mempertimbangkan untuk menggunakan sisitem hidrolik bagi sisitem transmisi tenaga dan gerakan hidrolika tidaklagi merupakan ilmu yang baru.

Didalam sistem hidrolik terdapat satu komponen yang disebut katup non arus balik dimana katup tersebut hanya bisa meneruskan aliran pada satu arah sedang pada arah yang berlawanan akan terblokir.

1.2. Identifikasi masalah

Pada sebuah instalasi hidrolik terutama pada bagian tekan akan selalu terisi minyak pada saat instalasi bekerja, namun apabila pompa berhenti bekerja aliranpun juga berhenti dan mengalir kembali ke pompa sehingga saluran akan kosong dan digantikan oleh udara. Sudah barang tentu hal tersebut tidak diinginkan, untuk itu perlu adanya peralatan yang menahan minyak pada waktu pompa berhenti sehingga tidak terjadi kekosongan pada saluran.

1.3. Rumusan masalah

Untuk menahan arus balik salah satu penyelesaiannya adalah dengan menerapkan katup non arus balik. Namun demikian karakter dari katup non arus balik perlu diselidiki agar karakter yang dimilikinya bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang ada pada instalasi hidrolik terutama untuk menahan arus balik.   

2. Kajian teori

Katup non arus balik yang dioperasikan secara pilot hidrolik digunakan untuk memungkinkan fluida mengalir dalam satu arah dan memblokirnya pada arah sebaliknya.Suatu fluida pengontrol digunakan untuk memungkinkan fluida mengalir pada arah yang berlawanan.Fluida pengontrol digunakan untuk menghilangkan pemblokiran pada katup.

Katup non arus balik yang dioperasikan secara pilot hidrolik terdiri dari bagian komponen penting fungsional bodi, plunger pilot, katup torak, pegas, tutup ujung, perapat.

Fluida mengalir dari A ke B.Aliran menemui hambatan yang sangat kecil(pegas katup piston).Plunger pilot mengambil posisinya pada bagian kiri bodi.

Aliran dari B ke A tidak dimungkinkan sebab katup piston memblokir aliran fluida.9gb. 1).Jika fluida dialirkan dari B ke A katup piston (3) harus diangkat dari dudukannya. Ini dilakukan dengan memukul plunger pilot (2) melalui saluran control x. Plunger pilot (2)  mengangkat katup torak melawan tegangan pegas dan tekanan yang bekerja padanya.Gaya yang meningkat yang diperlukan untuk melakukan ini diperoleh dari tekanan control yang bekerja pada permukaan Ax(gb.2).

Unit tenaga membagikan fluida bertekanan . Dalam posisi netral katup saluran 3/2, aliran fluida bertekanan terblokir ;  dalam kasus katup saluran 4/2 aliran dilepaskan pada silinder sisi batang torak.

Batang torak tidak bergerak masuk sebab Katup non aliran balik yang bekerja secara pilot hidrolik memblokir aliran fluida bertekanan dari silinder ke kalup saluran 4/2.

Setelah menggerakkan katup saluran 3/2, fluida control dilepaskan dan katup piston membuka(tidak terblokir).

Fluida mengalir bebas dari silinder luwat katup saluran 4/2 menuju tangki.

Dalam posisi netral katup saluran 3/2, katup non aliran balik memblokir aliran fluida, torak tetap tinggal diam dalam silinder.

Dengan menggerakkan katup saluran 4/2 (posisi 1) mengijinkan fluida mengalir dengan bebas melalui katup non aliran balik menuju silinder. Batang torak bergerak keluar.

3. Temuan dan pembahasan

 

Untuk menjawab masalah diatas disusun sistem hidrolik seperti tergambar.Pada Pu1 berkuasa tekanan pada motor atau unit tenaga. Dengan pengaturan katup pengatur arah  diperoleh tekanan pada pu2 dan pu3 pada waktu torak bergerak keluar atau masuk.

Data hasil percobaan ditunjukkan pada tabel berikut.

Posisi katup 4/2

Jejak aliran

Jumlah aliran T1(l/min)

Jumlah aliran T2(l/min)

Jumlah aliran T3(l/min)

Pu1(bar)

Pu2(bar)

Pu3(bar)

 

0

PA

B→T

0

5,2

0

50

0

45

0

5,1

0

50

0

44,5

0

5,2

0

50

0

43,8

 

1

P→B

A→T

0

5,1

0

50

41,5

0

0

5,2

0

50

40

0

0

5

0

50

42

0

 

Pada posisi katup 0, jejak alirannya adalah dari bagian tekanan P kebagian kerja A, arus kembalinya dari bagian balik B ke tangki T. Jumlah aliran pada T1 adalah 0 l/min, jumlah aliran pada T2 adalah rata-rata 5,1 l/min, jumlah aliran T3 = 0 l/min. Tekanan pada pu1= 50 bar, pada pu2= 0 bar, dan pada pu3 = 44 bar.

Pada posisi katup 1, jejak alirannya adalah dari bagian tekanan P kebagian kerja B, arus kembalinya dari bagian balik A ke tangki T. Jumlah aliran pada T1 adalah 0 l/min, jumlah aliran pada T2 adalah rata-rata 5,1 l/min, jumlah aliran T3 = 0 l/min. Tekanan pada pu1= 50 bar, pada pu2= 41,5 bar, dan pada pu3 = 0 bar.

4. Kesimpulan dan rekomendasi

Dengan melihat data percobaan terhadap hambatan aliran disimpulkan:

Pada katup non arus balik aliran senantiasa selalu pada satu arah kendati posisi katup pengatur aliran berubah ubah.

Rekomendasi yang diberikan adalah katup non arus balik bisa digunakan untuk mencegah aliran balik dari sistem hidrolik ke pompa.

DAFTAR PUSTAKA

Banathy, B.H. 2005. Hydraulics/Vocational Trainings Course. BEF Berlin.

Bruner, J. 2006. Hydraulics Trainer. Lohr am Mains: Rexroth Bosch Group.

Cunningsworth, A. 1995. Grundlagen und Komponenten der Fluidtechnik. Lohr am Mains: Rexroth Bosch Group.

Copyright 2019. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG