ANALISIS KARAKTER SIRKIT BY-PASS

Print
Category: Tek.Peng.Logam
Last Updated on Monday, 25 May 2015 Published Date Written by SUWARDI

ANALISIS KARAKTER SIRKIT BY-PASS

Suwardi

Widyaiswara  Program Keahlian Las dan Fabrikasi

di PPPPTK/VEDC Malang

 

Abstract:At 4/3 way valve will be determined its character during the neutral position. For this goal an experiments is installed and the pressure on pi, p2, p3 are measured. In the first valve position, trace the flow is from the pressure P gets a job, the return flow from the tank behind the B to T. Pressure on pu1 = 50 bar, on pu2 = 30 bar, and at pu3 = 0 bar. In the second valve position, trace the flow is from the pressure P gets a job B, flow through the return of part A into the tank T. The pressure on pu1 = 50 bar, on pu2 = 0 bar, and the pu3 = 30 bar. In the valve position 0, trace the flow is from the pressure P B to tank T. By the by-pass line pressure rise in the neutral position can be prevented visible of pressure pressure on pu1 = 0 bar, on pu2 = 0 bar, and the pu3 = 0 bar. The recommendations given are by-pass channel suitable for use in installations that use a hydraulic valve which has a neutral position toward, thus the durability of the installation can be protected from damage increased pressure in the neutral position.

Key words: by-pass, one direction, neutral position.

1.Pendahuluan

1.1. Latar belakang

Pengalaman telah menunjukkan bahwa hidrolika sebagai cara modern untuk perpindahan energi tidak terelakkan lagi pentingnya.

Penggerak dan pengontrol hidrolik telah menjadi sesuatu yang penting berkenaan dengan otomasi dan mekanisasi.Sekarang sebagian mesin modern dikendalikan oleh sisitem hoidrolik baik sebagian atau seluruhnya. Penggunaan sisitem hidrolik untuk pengendalian dan pengaturan memungkinkan diterapkan otomasi pada berbagai bidang penting.

Meskipun sistem hidrolik dapat diterapkan secara luas, namun karena belum diketahui oleh banyak kalangan maka penggunaannya sampai saat ini masih sangat terbatas. Bagi siapapun yang memutuskan atau mempertimbangkan untuk menggunakan sisitem hidrolik bagi sisitem transmisi tenaga dan gerakan hidrolika tidaklagi merupakan ilmu yang baru.

Didalam sistem hidrolik sewaktu sistem bekerja pompa terus mensuplai fluida kepada sistem, selanjutnya tenaga fluida dirubah menjadi tenaga mekanik berupa putaran atau gerak lurus. Pada waktu pesawat dalam keadaan diam pompa terus bekerja sehingga tekanan dalam sistem terus meningkat dan menjadi beban pada sistem.

1.2. Identifikasi masalah Pada sebuah instalasi hidrolik terutama pada saat netral tekanan meningkat tinggi sedang pesawat dalam keadaan diam, oleh karena itu tekanan yang terus meningkat akan menjadi beban bagi sistem.

1.3. Rumusan masalah

Pada posisi netral tekanan terus meningkat terlalu tinggi. Untuk itu perlu ada solusi pada instalasi hidrolik yang mencegah peningkatan tekanan secara berkelanjutan.

2. Kajian teori

Katup saluran 4/3 terdiri dari bagian komponen penting fungsional berikut:

Body, spul, pegas penekan.

Katup saluran 4/3 terdiri dari bagian komponen penting fungsional berikut:

Body, spul, pegas penekan.

Sistem ini mempunyai keuntungan berikut:

1.Dalam posisi netral by-pass(posisi kerja 0) fluida dapat mengalir leluasa, sebagai contoh tanpa peningkatan temperature pada tangki.

2.Torak kerja dapat diberhentikan dalam setiap posisi kendati jika gaya luar bekerja padanya.

Jika pada posisi netral by-pass katup saluran 4/3(4 sambungan,3 posisi kerja) membuka aliran dari P ke T, A dan B terblokir. Dengan menarik tongkat (knob) kearah luar diperoleh posisi maju (1, aliran dari P ke A dan dari B keT terbuka. Setelah melepaskan tongkat penggerak (knob) pegas bekerja pada dua sisi spul menyebabkan spul kembali ke posisi netral by-pass(0).

Katup saluran 4/3 dengan posisi netral by-pass dan dua posisi aliran digunakan untuk mengontrol silinder kerja ganda atau motor hidrolik.

3. Temuan dan pembahasan

 

Untuk menjawab masalah diatas disusun sistem hidrolik seperti tergambar.Pada Pu1 berkuasa tekanan pada motor atau unit tenaga. Dengan pengaturan katup pengatur arah  diperoleh tekanan pada pu2 dan pu3 pada waktu torak bergerak keluar atau masuk.

Data hasil percobaan ditunjukkan pada tabel berikut.

Silinder hidrolik

Pu1(bar)

Pu2(bar)

Pu3(bar)

Katup 4/3

Arah aliran

Katup 4/3

Posisi operasi

Gerak keluar

50

30

0

P-A-B-T

1

Behenti

0

0

0

P-T

0

Gerak kedalam

50

0

30

P-B-A-T

2

 

Pada posisi katup 1, jejak alirannya adalah dari bagian tekanan P kebagian kerja A, arus kembalinya dari bagian balik B ke tangki T. Tekanan pada pu1= 50 bar, pada pu2= 30 bar, dan pada pu3 = 0 bar.

Pada posisi katup 2, jejak alirannya adalah dari bagian tekanan P kebagian kerja B, arus kembalinya dari bagian balik A ke tangki T. Tekanan pada pu1= 50 bar, pada pu2= 0 bar, dan pada pu3 = 30 bar.

Pada posisi katup 0, jejak alirannya adalah dari bagian tekanan P B ke tangki T.

4. Kesimpulan dan rekomendasi

Dengan melihat data percobaan terhadap posisi katrup netral disimpulkan:

Dengan saluran by-pass kenaikan tekanan pada posisi netral bisa dicegah terlihat dari tekanan tekanan pada pu1= 0 bar, pada pu2= 0 bar, dan pada pu3 = 0 bar.

Rekomendasi yang diberikan adalah saluran by-pass cocok digunakan pada instalasi hidrolik yang menggunakan katup pengatur arah yang memiliki posisi netral,dengan demikian keawetan dari instalasi bisa dijaga dari kerusakan akiban peningkatan tekanan pada posisi netral.

 

DAFTAR PUSTAKA

Banathy, B.H. 2005. Hydraulics/Vocational Trainings Course. BEF Berlin.

Bruner, J. 2006. Hydraulics Trainer. Lohr am Mains: Rexroth Bosch Group.

Cunningsworth, A. 1995. Grundlagen und Komponenten der Fluidtechnik. Lohr am Mains: Rexroth Bosch Group.

Copyright 2017. Powered by Humas. PPPPTK BOE MALANG