• BERITA

    Article Count: 1
  • Top Menu

    Article Count: 7
  • Memorandum

    Article Count: 0
  • katalog training

    Article Count: 9
  • sertifikasi

    Article Count: 3
  • SDM

    Article Count: 10
    • SDM

      Article Count: 12
  • link katalog

    Article Count: 0
  • Lowongan

    Article Count: 18
  • ARTIKEL

    Article Count: 5
  • E-Menu

    Article Count: 1
  • Link Pendidikan

    Article Count: 2
  • NEWS LETTER VEDC

    Article Count: 1
  • Denah vedc

    Article Count: 1

    Denah vedc

  • Diklat

    Article Count: 3
  • KAL

    Article Count: 1
  • Redaksi

    Article Count: 5
  • Publikasi

    Article Count: 2
  • Purna tugas

    Article Count: 101
  • Video

    Article Count: 0

    Video

  • DIES NATALIS

    Article Count: 1

    DIES NATALIS

  • Pengumuman

    Article Count: 1
  • Guru Pembelajar

    Article Count: 9

    PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU PEMBELAJAR

    Print
    Category: BERITA Created on Tuesday, 26 July 2016 Published Date Written by Super User

    Program Guru Pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka

    meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Dari kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata perubahan perilaku tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

    Guru sebagai pembelajar menjadikan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar sebagai salah satu cara untuk memenuhi standar kompetensi guru sesuai dengan tuntutan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar menjadi bagian penting yang harus selalu dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan untuk menjaga profesionalitas guru.

    Ada beberapa alasan mengapa seorang guru harus terus belajar selama dia berprofesi sebagai pendidik, sebagai berikut.

    1. Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

    2. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menuntut guru untuk harus belajar beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini. Dalam kondisi ini, seorang guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang baru.

    3. Karakter peserta didik yang senantiasa berbeda dari generasi ke generasi menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan pada peserta didik generasi terdahulu akan sulit diterapkan pada peserta didik generasi sekarang. Oleh karena itu, cara ataupun metode pembelajaran yang digunakan guru harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik

    saat ini. Berdasarkan alasan tersebut di atas, guru pembelajar harus terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan, dan dapat menginspirasi peserta didik menjadi subjek pembelajar mandiri yang bertanggungjawab, kreatif, dan inovatif.

    Guru yang telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) akan terpetakan kompetensinya berdasarkan sepuluh kelompok kompetensi sesuai dengan mata pelajaran atau paket kompetensi yang diampu oleh guru yang bersangkutan. Sepuluh kelompok kompetesi dimaksud adalah penjabaran dari Standar Kompetesi Guru (SKG) yang kemudian diturunkan menjadi Indikator Pencapaian Kompetesi (IPK). IPK pada satu mata pelajaran atau paket keahlian dibagi menjadi sepuluh kelompok kompetensi. IPK pada sepuluh kelompok kompetensi ini dituangkan menjadi soal-soal uji kompetesi guru yang digunakan sebagai alat uji atau alat check up kompetensi guru. Disisi lain sepuluh kelompok kompetensi juga dijabarkan dalam bentuk sepuluh modul guru pembelajar. Modul – modul inilah yang digunakan sebagai obat untuk meningkatkan kompetensi guru.

    Guru-guru yang telah melaksanakan UKG hasilnya akan terpetakan dalam rapot guru. Masing-masing guru memiliki rapot yang berbeda sesuai dengan tingkat kompetensinya pada sepuluh kelompok kompetensi. Didalam rapot juga tergambar kelompok kompetensi yang mana yang telah dikuasai (warna hitam/nilai di atas standar yang diharapkan), dan kelompok kompetensi mana yang belum dikuasai (warna merah/nilai di bawah standar yang diharapkan). Pada tahun 2015, kementerian pendidikan dan kebudayaan telah menentapkan standar capaian minimal yang diharapkan sebesar 55 dan pada tahun 2016 diharapkan meningkat menjadi 65.

    Sebagai contoh seorang guru mengikuti UKG dan mendapatkan rapot dengan kategori empat kelompok kompetensi yang merah atau empat kelompok kompetensi yang belum dikuasai. Misal kelompok kompetesi (yang dituangkan dalam modul guru pembelajar) yang dia belum kuasai adalah modul A, E, H, dan J. Maka guru yang bersangkutan memprioritaskan diri untuk mempelajari modul A, E, H, dan J. Walaupun demikian sebagai guru pembelajar tetap terbuka untuk mempelajari modul-modul yang lain yang menjadi tanggungjawabnya pada mata pelajaran/paket keahlian yang diampu.

    Untuk meningkatkan kompetensi guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan menyarankan pelaksanaan peningkatan kompetensi menjadi tiga moda. Moda tatap muka disarankan bagi guru yang belum menguasai 8 s.d 10 modul atau ditunjukkan pada rapot dengan 8 s.d.10 bagan merah. Moda Daring Kombinasi disarankan bagi guru yang rapotnya merah sebanyak 6 s.d. 7 modul belum dikuasai. Apabila guru mendapatkan rapot merah 3 s.d.5 kelompok kompetensi disarankan mengikuti guru pembelajar Daring. Moda tersebut bukanlah batasan yang kaku. Lembaga diklat, dinas pendidikan, atau stakeholder yang melakukan peningkatan kompetensi guru dapat melaksanakan moda secara fleksibel. Hal tersebut dengan pertimbangan jumlah guru dalam satu rombongan belajar dalam satu mata pelajaran/paket keahlian, geografis, dan anggaran yang disediakan. Disamping tiga moda yang disarankan, masing-masing guru berkewajiban terus belajar meningkatkan mengembangkan kompetensinya secara mandiri.

    Dengan kesadaran setiap guru adalah pembelajar, dimana setiap guru terus-menerus meningkatkan kompetensinya setiap saat dan dimanapun diharapkan ada peningkatan kompetensi setiap saat. Tentu saja peningkatan kompetensi dimaksud adalah kompetesi profesional, pedagogik, sosial dan keprebadian. Mulai tahun 2015 pemerintah mencanangkan adanya peningkatan kompetensi guru yang diukur melalui hasil UKG. Peningkatan kompetensi guru diharapkan memberikan dampak pada peningkatan kompetensi lulusan. Dengan lulusan yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan daya saing bangsa pada percaturan persaingan dunia.(ksm)

  • unduh modul GP

    Article Count: 2
  • UPTD

    Article Count: 1
Copyright 2016. Powered by VEDC. PPPPTK BOE MALANG